Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 34


__ADS_3

Siska menoleh ke arah sumber suara orang yang memanggilnya.


"mas" ucapnya pelan. Siska langsung berlari menghampiri Devan yang masih berdiri mematung di tempat nya.


"mas, ko malah bengong sih" Siska mencolek colek hidung mancung suaminya. tanpa Siska duga Devan langsung memeluk erat dirinya sampai Siska susah bernafas.


"Dev, kamu mau bunuh istri kamu lihat Siska sampai kesulitan bernafas" ucap momy celine sambil mendekat ke arah mereka. Devan pun dengan cepat melepaskan pelukan nya dan melihat Siska yang terengah engah.


"maaf sayang aku reflek barusan saking bahagia nya bisa melihat kamu lagi" ucapnya dengan menampilkan senyum terbaik nya. Siska sampai di buat terpana karena baru kali ini melihat suami cuek nya tersenyum dengan begitu menawan.


"boleh gak aku lihat kamu senyum seperti ini lebih lama" ucapnya sambil terus menatap suami tampan nya. Devan tertawa geli mendengar ucapan absurd istrinya.


"selalu sayang, kapan pun kamu mau lihat aku tersenyum, aku akan selalu tersenyum untukmu, mulai sekarang senyum dan semuanya yang ku punya adalah milikmu" Siska mengembang kan senyumnya mendengar ucapan Devan.


"termasuk semua uang dan aset mu? tanya nya dengan antusias. Devan sampai tertawa mendengar celotehan istrinya. " ya semua nya milik mu, istri matre ku" ucap nya dengan nada mengejek.


"cieee sudah sayang sayang nih ye" Farel datang berjalan berdampingan dengan dady Mario. sedang kan momy celine sudah duduk manis di kursi meja makan sambil melihat drama konyol di depan nya.


"bocil sirik aja" farel mencebikan bibirnya mendengar ucapan sang kakak.


"ayo sini makan dulu nanti lanjut lagi kangen kangenan nya" ucap momy Celine. Siska dan Devan pun berjalan ke arah meja makan dan duduk di kursinya masing-masing.


saat makan Devan terus curi curi pandang pada istrinya yang tengah pokus makan dengan lahap.


"Dev makan dulu yang kenyang, baru nanti makan istri kamu " mendengar ucapan mertuanya Siska langsung tersedak.


uhuk


uhuk


uhuk


Devan langsung menyodorkan segelas air dan Siska teguk sampai habis tak bersisa. "makasih mas" ucapnya.


"mom bisa tidak ngomong nya di saring dikit jangan asal jeplak, Siska masih terlalu polos " ucap Devan sambil menatap momy Celine. momy Celine hanya tersenyum menanggapi ucapan Anak sulung nya.

__ADS_1


selesai makan mereka pun duduk santai di sopa ruang keluarga sambil bercengkrama. Devan menahan nahan ingin bertanya pada kedua orang tuanya.


"mas, aku mendadak ada panggilan alam nih, aku ke kamar dulu yah" ucapnya sambil memegangi perutnya yang terasa mulas.


setelah kepergian Siska Devan langsung menatap kedua orang tuanya dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.


"kenapa menatap kami seperti itu Dev?" tanya momy Celine pura pura tak ngerti padahal dia sangat ngerti dengan tatapan anaknya.


"mom, jangan bilang kalau semua yang menimpa ku itu adalah rencana momy" ucapnya sambil menatap momy Celine. momy Celine pun tersenyum.


"kalau iya terus kenapa?" tanya nya sambil menampilkan senyum mengejek.


"kenapa momy lakuin ini?" tanya nya dengan heran.


"kirain momy kamu sekarang udah lebih cerdas Dev, ternyata sama aja" ucapnya yang membuat Devan menghela nafas. "kamu tau momy gak suka kamu dekat dekat dengan jesica, kamu sampai tak tau kebusukan nya dia di belakang kamu. kamu terlalu di butakan oleh cinta mu itu Dev, sampai sampai kamu lengah dengan hal ini, sekarang kamu sudah tau kan seperti apa si jesica itu, itulah kenapa momy juga dady gak pernah merestui kalian karena momy ingin yang terbaik untuk mu Dev ".


" kak, gimana sih rasanya jatuh cinta sama ratu belut? " tanya Farel. Devan memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan konyol adiknya.


"jadi bener semuanya momy yang atur? terus mengenai penculikan Siska juga momy yang lakuin, ya ampun mom. selamat momy berhasil membuat anak nya hampir stres" ucapnya kesal.


"ya, ya Devan akui memang aku selama ini salah gak mau mendengar kan ucapan momy juga dady, maafkan Dev ya mom, dad" ucapnya dengan bersungguh sungguh.


"Dady berharap kamu nanti bisa menerima kehadiran Siska, sayangi dia dady gak mau sampai nanti ada kegagalan pernikahan yang kelima kalinya" Dady Mario menatap anaknya serius. Devan mengangguk mendengarkan ucapan dady Mario.


"dad, Dev ada yang mau di tanyakan apa dady kenal dengan orang yang bernama Ghaffar Arsalan?" tanya nya dengan wajah yang sudah berubah menjadi serius.


"emm dia musuh bebuyutan perusahan dan markas kita " ucapnya dengan santai. " kenapa apa kamu membuat masalah dengan dia? " tanya nya.


"Dev gak pernah membuat masalah dengan dia dad, tapi dia yang membuat masalah dengan Dev, apa dady tau ternyata jesica itu anak nya dia. yang dia manfaatkan untuk mendekati ku" dady Mario tersentak kaget ternyata dia terlewat satu berita yang sangat penting.


"kamu gak salah Dev, jesica anaknya Ghaffar Arsalan? " tanya nya masih tak percaya.


"yes dad, aku serius" ucap nya. dady Mario pun terdiam dengan expresi yang sulit di artikan.


"ya sudah biar ini jadi urusan dady, sekarang kamu istirahat lah sudah malam " ucap nya. Devan pun bangkit dari sopa dan berjalan menaiki satu persatu anak tangga.

__ADS_1


"dad, bagaimana ini momy gak mau sampai kita berurusan lagi sama si keparat itu, sudah cukup dulu kita berurusan sama Ghaffar Arsalan, momy juga gak menyangka kalau jesica adalah anaknya dia, pantes orang nya licik dan sangat Berambisi"


"dad_" tau apa yang akan di tanyakan anak bungsu nya dady Mario pun angkat tangan. "dady sudah ngantuk rel, kita bicarakan besok lagi oke" ucapnya sambil bangkit dan berlalu pergi ke kamar nya.


"istirahat lah nak, sudah malam" momy Celine mengikuti langkah kaki suaminya yang sudah masuk kedalam kamar terlebih dahulu.


***


Di kamar nya Siska tengah meringkuk di atas kasur sambil meremas perutnya yang terasa sakit. "aduh sakit banget sih, perasaan belum waktunya datang tamu bulanan deh" gumam nya.


tok


tok


tok


"sayang, aku masuk yah" Devan membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam kamar dirinya yang di tempati Siska. terlihat Siska tengah meringkuk sambil memegangi perutnya.


"sayang kamu kenapa?" tanya nya panik.


"perut ku sakit mas, tadi mah mules kelebet tapi sekarang sakit sampai ke pinggang " rengek nya.


"ya sudah coba terlentang" ucapnya membuat Siska membulatkan matanya.


"mau ngapain kamu mas, kamu nggak minta jatah malam ini kan" Siska meringsek memundurkan tubuhnya.


"kalau mau minta jatah emang kenapa kita sudah menikah lama bukan" ucapnya usil.


"aku belum siap mas, perutku juga sakit ini" ucapnya dengan manja.


"ya sudah sini terlentang biar mas elus perut nya" Siska pun merebahkan kembali tubuhnya di dekat Devan dan menyingkap setengah bajunya.


"kamu jangan ngiler gitu mas" Siska menatap suaminya yang sedang mengusap perutnya dengan lembut tanpa berkedip.


"eh enggak, apaan sih"

__ADS_1


__ADS_2