
Bagas mematung di tempatnya hati nya bergemuruh menahan amarah yang siap dia keluarkan saat dapat kabar dari asisten rumah tangga yang menemani Arumi kalau Arumi sudah di bawa paksa oleh seseorang.
Rahang nya mengeras, tangan nya terkepal kuat sampai membuat urat urat tangan nya terlihat.
"papa, papa kenapa?" tanya kania yang sedang terbaring di bangsal rumah sakit. ya tadi pagi saat pulang dari rumah Arumi sampai di rumah kondisi kania mengalami penurunan lagi dan mengharuskan nya di bawa kerumah sakit untuk menjalani perawatan.
"papa" panggilnya lagi. Bagas menoleh ke arah istrinya,.
"mah, maaf kan papa, mama gak apa kan di tinggal sendiri dulu papa mau ke rumah Arumi untuk menjemput Siska, Arumi di culik oleh ghaffar.
" ya tuhan, ya sudah pah pergilah mama gak apa di sini. banyak perawat yang akan menjaga mama, papa gak usah khawatir " Bagas pun mencium kening istrinya dan berjalan keluar dari dalam ruang rawat istrinya.
Sampai di depan rumah Arumi Bagas langsung masuk kedalam rumah di lihatnya pelayan tengah menangis dengan memeluk anak nya yang sedang menyusu dari botol.
"bi, bagaimana ceritanya ko bisa sampai Arumi di bawa orang itu" ucapnya geram.
pelayan itu pun dengan berderai air mata juga tubuh yang masih gemetar menceritakan semuanya tanpa ada yang terlewat, wajah Bagas langsung memerah menahan amarah. dia pun segera membawa Siska juga pelayan nya untuk pulang ke rumah Kania.
"bibi, tolong jaga Siska dengan baik saya harus menemani Kania di rumah sakit, jangan dekatkan Siska dengan Dimas dulu sebelum kania pulang takutnya nanti Dimas merajuk susah bujuk nya"
"baik tuan, "
Bagas langsung menjalankan mobilnya lagi setelah pelayan turun sambil membawa anaknya masuk kedalam rumah. Dia membawa mobilnya pergi ke rumah sakit untuk menemani istrinya.
"bagaimana pah?" tanya Kania saat suaminya sudah tiba di ruang rawat Kania.
"Arumi sudah di bawa oleh Ghaffar" Bagas menghela nafasnya. dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang untuk meminta bantuan mencari istrinya. dia tidak bisa turun tangan sendiri karena ada istri juga dua anaknya yang membutuhkan pengawasan nya darinya.
seminggu berlalu kania sudah di perbolehkan untuk pulang. Sampai di rumah Kania langsung mencari anak anak nya, ternyata Dimas tengah main dengan baby siter nya, sementara Siska tengah tertidur dengan begitu pulas di dalam boknya.
"kasian sekali nasib mu sayang, kamu tenang saja mama Kania akan jaga Siska, apapun yang terjadi Siska tetap anak mama"
tak ingin menganggu anak nya yang tengah tertidur dengan pulas Kania keluar dari dalam kamar dan menghampiri suaminya yang tengah menggenggam ponselnya dengan raut wajah yang sudah murung.
__ADS_1
"mas, bagaimana apa sudah ada kabar tentang keberadaan arumi?" tanya nya sambil mengusap lembut punggung tangan suaminya.
bagas menghela nafas "belum ada kabar mah" ucapnya lemah.
"ya Tuhan kemana perginya Ghaffar membawa arumi "
_
Sebulan sudah arumi menghilang, Bagas sudah mencari ke setiap daerah bahkan di luar negri dengan di bantu oleh sahabatnya yang memiliki banyak anak buah. tapi sampai detik ini masih belum ada titik terang di mana keberadaan arumi.
"tuan ini ada yang mengantarkan surat untuk nyonya " Bagas mengambilnya dan membawanya ke kamar di mana Kania tengah main dengan Siska.
"mah, ini ada surat untuk mama" Kania mengerut kan kening nya heran.
"gak biasanya mama menerima surat, dari siapa ya pah" ucapnya kemudian mengambil surat yang di sodorkan suaminya.
Kania duduk di sopa dengan di ikuti suaminya dia pun membuka surat itu dan membacanya. setelah membaca surat itu mata Kania berkaca kaca.
"Mba, ini Arumi. Rumi minta maaf karena harus merepotkan mba untuk mengurus anak ku Siska, maafkan Rumi yang sudah membuat mba juga mas bagas kebingungan mencari Rumi, gak usah cari Rumi lagi bilang sama mas bagas ya mba, Rumi baik baik saja, sekarang lagi bersembunyi dari orang gila itu, Rumi akan kembali kalau saatnya sudah tiba, kalau Rumi kembali sekarang akan sangat bahaya untuk anak Rumi.
mba, tolong rawat Siska dengan baik anggap dia seperti anak mba sendiri, tolong besarkan Siska dengan penuh kasih sayang.
mba, Rumi minta tolong jangan pernah ungkapkan siapa ibu kandung Siska, biarlah Siska hanya tau kalau mba Kania lah ibu kandung nya, Rumi gak mau melihat Siska kecewa kalau ibu kandung nya sudah meninggal kan nya.
sekali lagi maafkan Rumi mba, mas. salam sayang untuk kalian dari ku ARUMI.
"mungkin ini yang terbaik untuk nya sekarang ma, biarkan Arumi menenangkan dirinya dulu,"
"iya pah"
tak ingin berlarut dalam kesedihan dan rasa kehilangan, Bagas mengajak anak anak juga istrinya untuk jalan jalan ke taman untuk membuat suasana hatinya membaik.
Mereka pun pergi keluar rumah dan masuk kedalam mobil, Dimas yang melihat ibunya lebih perhatian dengan Siska pun menjadi cemburu dan sering merajuk.
__ADS_1
"kakak, kakak gak boleh gitu dong kakak harus sayang dengan adek" Dimas memalingkan wajahnya ke samping saat Kania mengajaknya bicara.
sampai di taman meraka pun turun, Dimas di bawa baby sitternya, begitupun dengan Siska mereka bermain dan tertawa bersama sampai tak terasa waktu pun sudah sore, bagas mengajak anak juga istrinya untuk pulang tapi sebelum pulang mereka memutuskan untuk makan malam dulu di luar karena jarak kerumah lumayan jauh akan memakan waktu lumayan lama apalagi ini sudah masuk waktu orang orang pulang bekerja, sudah di pastikan jalanan akan macet.
"ayo sayang kita pulang," kania menggendong Siska dan menuntun Dimas untuk masuk kedalam mobil. setelah semua masuk sopir bagas pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang mencari restoran yang sekiranya cocok untuk mereka semua makan.
"kita makan di restoran ini saja ya mah" bagas menunjukan salah satu restoran terbesar di bali pada istrinya.
" baiklah kita makan di sana, pak belok kanan di depan situ yah"
"baik nyonya"
kania pun mengajak kedua anak nya untuk mengobrol bersama, seperti nya Dimas sudah mau menerima kehadiran adiknya dia sudah mau berbicara saat Kania juga mengajak Siska berbicara.
mobil yang membawa mereka pun sudah masuk kedalam tempat parkir, setelah mobil berhenti mereka pun bergegas keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam restoran.
"kakak mau makan apa?
" yang biasa kaka makan mah"
Kania pun memesan makanan favorit anaknya yaitu waffle, setelah menunggu beberapa saat makanan meraka pun tiba pelayan langsung menatanya d atas meja makan.
"enak kak?" tanya Kania sambil tersenyum lembut ke arah anaknya.
"enak mah" ucapnya.
mereka pun makan dengan tenang, selesai makan semua nya bergegas untuk pulang. saat Kania sudah keluar dengan Bagas, Siska yang tengah di gendong oleh pelayan pun di ambil paksa dari gendongan nya oleh sosok orang yang memakai topeng, di ambilnya siska dan di letakan di tengah tengah parkiran, dari arah loby terlihat sebuah mobil berwarna putih melaju ke arah Siska.
Kania yang melihat putrinya akan di tabrak pun segera berlari untuk menyelamatkan putri nya "Siska, " teriaknya sambil berlari, setelah mendapatkan nya Kania mendorong Siska ke pinggir, dan Kania yang tertabrak sampai terpental jauh dari tempat nya.
"akhhh" desisnya. sempat terdengar suara teriakan suami,juga tangisan anak nya dan para pelayan, tapi kesadaran nya pun menghilang seketika.
"mama, bangun ma, ya tuhan bibi segera panggilkan ambulan," teriaknya panik.
__ADS_1