
Sampai di hotel tempat Devan juga Siska menginap momy Celine segera keluar dari dalam mobilnya setelah sopir membuka kan pintu untuknya. Momy Celine berjalan dengan langkah panjang dia begitu khawatir dengan kondisi menantunya apalagi kemarin momy Celine sempat melihat wajah Siska yang begitu pucat.
"Dady ayo cepat. Lelet sekali Dady ini, menantu kita sedang sakit dad" ucapnya sambil menggerutu. Dady Mario hanya menggeleng kan kepalanya mendengar ocehan sang istri, saat pintu lift sudah terbuka mereka segera masuk kedalam lift dan menekan tombol sesuai dengan yang Devan perintah kan.
Sampai di lantai yang di tuju, momy Celine segera mencari pintu kamar yang tadi di sebutkan oleh Devan, sementara Dady Mario hanya mengekor di belakang momy Celine.
"Ini dia kamarnya, kalau tidak salah yang ini kan ya Dad? Tanya nya ragu ragu.
"Sepertinya benar yang ini Mom" ucap nya juga ragu.
"Ah Dady ini orang tanya ko malah begitu jawabannya ragu ragu" momy Celine mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada sahutan, karena pintu yang tak di kunci momy Celine pun membuka dengan perlahan pintu itu, saat pintu terbuka terlihat ruangan begitu gelap.
"Ko gelap ya dad, apa kita salah kamar?" Tak lama kemudian lampu pun menyala, terlihat Siska Devan juga farel tengah berdiri dengan memegang kue ulang tahun sambil tersenyum ke arah momy Celine juga Dady Mario. Momy Celine cukup terkejut mengetahui kejutan dari anak menantunya. Momy Celine berjalan perlahan sambil matanya fokus dengan tulisan di belakang tubuh Devan juga Siska. Di sana tertulis SELAMAT ULANG TAHUN PERNIKAHAN YANG 40 OMA DAN OPA, DARI KAMI BABY TWINS.
Momy Celine langsung berjalan melewati Devan juga Siska yang tengah memegang kue ulang tahun, dia menatap tulisan juga beberapa foto USG yang sengaja Devan tata di sana.
"apa ini Dev?" tanya nya dengan mata berkaca kaca.
"selamat mom, dad, kalian akan menjadi oma dan opa," ujar Devan sambil tersenyum.
"apa kalian bercanda? kalian tidak sedang membohongi momy kan?" tanya nya tak percaya. momy celine menatap hasil USG menantunya dengan mata yang berkaca kaca.
"dad, akhirnya kita punya cucu dad" ucapnya dengan suara serak. momy celine langsung berbalik dan memeluk anak juga menantunya dengan erat, terdengar isakan kecil dengan tubuh yang terguncang.
"Terima kasih sayang, Terima kasih banyak akhirnya momy akan punya cucu, momy sampai gak bisa berkata apa apa lagi, ini kado terspesial yang kalian kasih untuk momy" momy celine Menghujani wajah Siska dengan ciuman.
__ADS_1
"Dady, apa dady tidak senang akan punya cucu?" tanya siska yang melihat mertua laki lakinya hanya bergeming tak mengeluarkan kata kata dengan expresi yang sulit untuk di tebak.
"Dad?" panggil momy celine. Dady Mario langsung berjalan menghampiri Devan dan langsung memeluknya dengan erat, Devan dapat merasakan kalau dadinya sedang menangis. setelah melepaskan pelukan nya dari Devan dady Mario beralih memeluk menantunya dengan erat.
"Terima kasih sayang, sudah memberikan dady kado terindah hari ini, jaga cucu cucu dady dengan baik" ucapnya sambil mengecup kening menantunya.
"kita pasti akan menjaga mereka dengan baik dad, dady sama momy tenang saja"
"jadi sudah berapa bulan usia kehamilan nya sayang, apa aman kalian bawa naik pesawat mana lama lagi?" tanya momy celine.
"baru ketahuan pas Siska sudah sampai di sini mom, usianya baru 7 minggu jalan 8 minggu sekarang"
"wah sehat sehat ya sayang sayang nya oma dan opa,"
"Dev, kamu harus lebih dewasa lagi mulai sekarang, jangan sampai kamu gagal jadi suami siaga, istri yang lagi hamil itu sangat istimewa kamu harus mengerti " ujar Dady Mario.
"kalian tinggal di sini sampai usia kehamilan Siska 4 bulan ya sayang" momy celine menatap Siska penuh harap.
"tapi mom, kerjaan Dev di Indonesia itu banyak siapa yang akan urus kerjaan Dev nantinya "
"kamu pulang lah Dev, biarkan Siska di sini dulu dengan momy dan dady biar ada yang rawat, usia kehamilan segini itu sangat rawan kalau harus naik pesawat"
"oh kalau begitu tidak bisa, masa iya Dev di pisahkan dengan anak juga istri Dev"
"kamu itu egois sekali, demi anak dan istri kamu agar tetap sehat dan selamat " ucapnya kesal.
__ADS_1
"sudah sudah, bisa tidak kita bicarakan masalah ini nanti saja di rumah, kakak juga kakak ipar menyiapkan ini semua khusus untuk kalian berdua, eh sekarang malah berdebat" dengan kesal Farel pun angkat bicara.
"betul kata Farel mom, sebaiknya kita sekarang nikmati dulu pesta kejutan dari anak dan menantu kita ini, nanti setelah di rumah baru kita bicarakan masalah yang lain," mendengar ucapan suaminya, momy celine pun kembali menatap Siska.
"makasih ya sayang untuk pesta kejutan nya, maafkan momy malah membuat sedikit masalah barusan, sekarang kita mulai tiup lilin yah" Siska mengangguk kemudian menyalakan lilin nya, setelah lilin menyala dan memanjatkan doa, momy celine juga dady Mario pun meniup lilin itu bersama sama.
pesta kejutan yang di gelar secara sederhana itu pun terasa begitu hangat karena hanya di hadiri keluarga inti saja, tanpa ada orang luar sama sekali. mereka memakan makanan yang sudah di sajikan di atas meja makan setelah menghabiskan semua makanan yang Devan pesan khusus, mereka pun beranjak untuk segera pulang.
"sayang bareng momy yah, biarkan Dev yang ambil barang di kamar kalian" Siska menatap suaminya. Devan pun mengangguk tanda setuju Siska Ikut dengan orang tuanya.
"Farel bantu kakak mengambil barang di kamar " tanpa menunggu jawaban dari sang adik, Devan menarik paksa tangan Farel untuk mengikutinya ke kamar yang sempat di sewa oleh Devan.
****
Sampai di rumah orang tua suaminya Siska kemudian di bawa masuk kedalam kamar "istirahat ya sayang, kalau lagi hamil jangan terlalu kecapean" Siska hanya mengangguk tanpa banyak bicara. dia menahan rasa mual dan perut yang terus bergejolak setelah tadi di isi oleh makanan.
"momy keluar dulu ya sayang, istirahatlah"
"ba-baik mom" momy celine pun beranjak dan segera ke luar kemudian menutup pintunya. melihat mertuanya sudah tak ada dalam kamar Siska segera berlari kedalam kamar mandi dan memuntahkan makanan yang tadi di makan nya kedalam closet.
"ya tuhan, rasanya nikmat sekali, kalian kenapa gak mau di kasih makanan hah? kenapa selalu membuatku ingin muntah setiap habis selesai makan, kalau begini terus aku bisa kurus" ucapnya dengan lemah sambil mengusap lembut perut ratanya.
**maaf banget para readers baru sempat up sekarang, maaf bikin kalian kecewa karena lama up nya 🥺 qodarulah lagi di terpa banyak masalah jadi gak bisa nulis, mau di paksain takut malah jadi gak nyambung alur nya.
bantu doa untuk saudara saudara kita ya mak, saudara yang lagi kena musibah gempa di daerah cianjur, aku pun warga asli cianjur, tapi alhamdulillah baik baik aja sehat dan selamat, sekarang kita doakan saudara kita yang di cianjur juga di garut, supaya mereka baik baik saja dan selalu dalam lindungan Allah SWT 🤲
__ADS_1
novel istri tengil CEO dingin hanya tinggal beberapa bab lagi , rencana mau 100 bab tapi sekarang berubah sepertinya akan cepet di tamatin🤭 jangan lupa mampir ke karya yang satunya lagi "rahim ku milik tuan zayn"
Terima kasih untuk yang setia baca novel penulis amatir ini😁😁 maaf banget bikin kalian kecewa**