
laki laki di hadapan nya terus mendekat, setelah semakin mendekat Siska langsung memutar tubuhnya dan melayang kan kaki kecilnya sampai mengenai pipi laki laki di hadapan nya. setelah itu siska kembali mengangkat kakinya dan menendang perut penjaga itu sampai terjungkal.
"ups , maaf om aku sengaja" ucapnya enteng tanpa rasa bersalah. kedua teman laki laki yang di serang itu pun sampai melongo melihat Siska dengan mudah nya menumbangkan kawan nya.
"Dasar bocah tengil, sini lawan saya kalau berani" ucap salah satu kawan si penjaga yang sudah tumbang sambil memegangi perutnya yang terasa keram dan sakit.
"om aja sini yang maju, masa perempuan duluan yang maju" tantang Siska sambil menjulurkan lidah nya. laki laki itupun mendekat ke arah Siska, Siska pun langsung memasang kuda kuda setelah laki laki itu mulai menyerangnya Siska bisa menangkis nya dengan mudah, tubuh mungilnya begitu lincah dan gesit menangkis setiap serangan dari laki laki yang bertubuh lebih besar darinya.
"ck ck ck ayok om, keluarin lagi dong kekuatan nya, mana jurus andalan nya, masa hanya begitu doang " ucapnya mengejek.
"kau berani nya menantang ku" ucapnya geram. dia pun kembali menyerang Siska, teman yang satunya pun tak tinggal diam dia juga segera menyerang Siska 2 lawan 1.
******
"di mana posisinya sekarang mike?" tanya Devan sambil melirik ke arah mike yang tengah pokus dengan tab nya.
"tidak terlalu jauh dari sini tuan, Bar bawa mobilnya pelan saja takut kelewat" Baron pun memelankan laju mobilnya.
sampailah mereka di sebuah simpangan terlihat di sana Siska tengah melawan dua orang laki laki bertubuh besar, dengan gerakan yang lincah juga gesit Siska melawan dua orang laki laki dengan tubuh lebih tinggi juga besar dari tubuh Siska. Bukan turun dari mobil dan membantu Siska Devan juga anak buah nya malah mematung sambil melongo melihat aksi Siska yang membuat mereka langsung terkesima.
"Om gak cape?" Tanya nya dengan nafas ngos-ngosan sambil menangkis serangan dari kedua lawannya.
bukh, bukh.
Siska menendang lutut dua laki laki di hadapan nya sampai terhunyung ke belakang.
__ADS_1
"Om aku udah gak kuat nih aku cape , udah bosen main main nya, kita sudahan saja oke," namun laki laki di hadapan nya malah akan menyerang Siska kembali.
Dengan secepat kilat Siska memutari tubuh lawan nya dan mengeluarkan jurus totokan Mautnya. Siska men totok leher bagian belakang dua laki laki itu sampai mereka berdua langsung terdiam tidak bergerak hanya matanya saja yang berkedip.
"Udah dulu ya om main main nya aku cape nih," Melihat Siska sudah terduduk di tanah sambil melihat ke arah dua laki laki di hadapan nya Devan langsung tersadar dan turun dari mobil dengan cepat dia berjalan ke arah Siska yang tengah duduk dengan nafas terengah engah.
"Sayang, kamu gak apa?" Tanya nya sambil memeriksa setiap inci tubuh istrinya. "Mas ih, akhirnya kamu datang juga, kenapa gak datang dari tadi? Kamu telat datang nya! " Ucapnya kesal.
"Maaf sayang mas telat datangnya, tapi kamu gak apa kan, ada yang terluka?" Tanyanya lagi. Siska langsung merubah raut wajah nya menjadi sedih " Tangan aku lecet" Ucapnya dengan manja sambil menunjukan pergelangan tangan nya yang merah lecet sampai mengeluarkan sedikit darah.
Tanpa aba aba Devan langsung menggendong tubuh mungil Siska dan memasukan nya kedalam mobil. " Mas, itu mereka masih menjadi patung " Ucapnya. Devan melirik sekilas kemudian masuk kedalam mobil. "Kita harus segera obati luka kamu nanti jadi infeksi" Siska menggeleng. "Totok itu tidak semua orang bisa melepaskan nya mas" Ucapnya lagi.
"Terus sekarang bagaimana? " Tanya nya.
"Aku lepasin dulu totokan nya, nanti bawa mereka untuk di mintai keterangan siapa orang yang mau membunuhku, sepertinya ini ada hubungan nya juga dengan hilang nya papa " Ucapnya. Devan pun mengantar Siska mendekat ke arah laki laki yang masih mematung di tempatnya semula.
Setelah melepaskan totokan di bagian leher bagian belakangan dua laki laki itu, Devan segera memerintahkan anak buah nya untuk segera membawa mereka bertiga ke rumah Devan.
Sementara Devan di antar oleh Baron untuk membawa Siska ke rumah sakit untuk mengobati luka di tangan nya.
"Nyonya dari mana anda belajar taekwondo seperti itu?" Tanya Baron penasaran. Devan pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah Siska yang diam sambil menyender kan kepalanya di bahu suaminya.
"Aku pernah belajar taekwondo dulu dari kelas 1 SMA dari guruku yang bernama tuan Fernando, dia juga pelatih memanah" Ucapanya.
"Wah anda sungguh hebat nyonya, boleh saya jadi murid anda?" Siska dengan Devan langsung melongo mendengar pertanyaan Baron yang absurd menurut mereka.
__ADS_1
"Kamu bercanda? Mau belajar taekwondo emang kamu gak bisa ilmu bela diri? " Tanya nya dengan heran. Karena gak mungkin Devan sembarangan menerima anak buah kalau anak buahnya tidak memiliki kemampuan pikirnya.
"Jangan percaya sayang, dia itu bukan hanya pandai bela diri tapi dia juga pandai menembak" Siska langsung membulatkan matanya "wah benarkah, aku ingin latihan menembak" Ucapnya dengan girang.
"kenapa kamu malah ingin belajar nembak bersama Baron, aku juga pandai menembak" ucapnya dengan ketus.
"ish kamu ini mas, kalau sama kamu itu bukan latihan menembak tapi kita main tembak tembakan" ucapnya dengan tersenyum nakal. Devan langsung tersenyum miring mendengar ucapan istrinya.
"ekhmmm, saya manusia loh bukan obat nyamuk" suara Baron membuat Siska juga Devan melihat ke arah nya. Devan pun menendang belakang kursi yang di duduki oleh Baron.
"kau ini menganggu saja, mau saya tinggalkan kamu di sini" ancam nya.
"tidak tuan, Terima kasih saya lebih baik ikut kalian. silahkan di lanjutkan " ucapnya sambil pokus kembali ke jalanan.
*****
"bagaimana bisa kabur hah, dasar tidak becus. mereka menjaga gadis tengil kaya dia saja tidak becus, dasar gak guna. " ucapnya marah. rahang nya mengeras tangan nya juga terkepal dengan erat.
"maafkan saya tuan, harusnya saya tadi tidak pergi untuk mencari makanan, harusnya saya tidak meninggalkan mereka" laki-laki itupun tertunduk takut akan menjadi sasaran empuk pelampiasan emosi tuan nya.
"apa dengan meminta maaf dia akan kembali hah, 3 cucurut bodoh itu sudah tertangkap oleh Devan, kalau mereka membocorkan rencana kita maka peluang kita untuk menang akan semakin menipis"
"papi"
𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙩𝙚𝙗𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙪 𝙗𝙪𝙣𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙨𝙠𝙖, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙩𝙚𝙠𝙖 𝙩𝙚𝙠𝙞 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙎𝙞𝙨𝙠𝙖 𝙙𝙞 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙨𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙚𝙣𝙖 𝘿𝙚𝙫𝙖𝙣? 😁😁
__ADS_1
𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙥𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙍𝘼𝙃𝙄𝙈 𝙆𝙐 𝙈𝙄𝙇𝙄𝙆 𝙏𝙐𝘼𝙉 𝙕𝘼𝙔𝙉 𝙮𝙖𝙝 𝙢𝙤𝙝𝙤𝙣 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙏𝙚𝙧𝙞𝙢𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 😍