
Brukkk
"awhhh, pelan pelan dong jalan nya" pengawal Siska dengan segera membatu sang nyonya untuk berdiri.
"anda tidak apa nyonya, apa ada yang sakit perlu saya panggil kan ambulan" ucapnya dengan panik. Siska yang mendengar itupun langsung memutar bola matanya malas. "aku hanya tertabrak manusia mba, buka tertabrak tronton" ucap nya kesal.
"maaf ya mba saya buru buru tadi " Siska yang mengenal suara itu langsung melihat ke Arah sumber suara. "loh
Rey kamu kuliah di sini juga? " tanya nya terkejut sekaligus bahagia.
"Siska " bukan hanya Siska saja yang terkejut tapi juga Reyhan juga sama terkejut nya melihat mantan pacar nya kuliah di kampus yang sama dengan nya. "iya ka aku juga kuliah di sini, ko bisa kamu kuliah di sini juga? " tanya nya penasaran.
"gak tau soal nya aku di masukin papa ke sini dia yang urus semuanya aku hanya tinggal masuk saja, eh ternyata aku masuk kampus yang sama dengan mu " ucapnya dengan gugup.
"kita ngobrol di kantin dulu yu Sis, kamu ada jam pelajaran jam berapa?" tanya nya.
"hemm jam 10 nanti, ya sudah ayok kita ke kantin " ajaknya Siska sampai lupa kalau dia punya seorang pengawal yang sejak tadi menatap tajam ke arah Farel.
"nyonya tunggu, anda tidak boleh berdekatan dengan lawan jenis nanti tuan marah". Siska menepuk dahinya dia lupa kalau ada Deby sang pengawal yang selalu setia di samping nya. "mba Deby dengar dia ini teman aku waktu masih smp sampai SMA jadi tidak apa aku berdekatan dengan nya, bukan siapa siapa kalau mba takut di marahin ayok ikut kita ke kantin biar mba bisa memantau aku terus." ucapnya.
Pengawal Siska pun mengangguk mengerti dia ikut mengekor di belakang Siska juga Reyhan yang terus berbincang sambil tertawa cekikikan.
sesampainya di kantin Reyhan langsung memesan 2 porsi makanan juga dua minuman untuk teman ngobrol mereka.
"jadi papa kamu menyewa seorang pengawal perempuan untuk mengawal mu sis, hahaha sungguh konyol kemana siska yang selalu berani sendiri dan barbar " ucapnya sambil tertawa. Siska merengut kesal bukan nya senang dapat pengawal tapi malah merepotkan pikir Siska, pergerakan dia selalu terpantau oleh pengawal nya.
"bukan hanya pengawal ini saja yang memantau ku, tapi ada juga di tempat tersembunyi " ucapnya yang membuat Reyhan semakin tertawa terbahak bahak.
"kamu sekarang tinggal di jakarta sama siapa Sis? " tanya nya. "gak mungkin om bagas mau ngelepasin kamu sendiri di sini " ucapnya sambil memakan makanan nya.
"emmm, itu aku tinggal sama saudara iya saudara mama " ucap nya bohong. Reyhan manggut manggut mengerti setelah menyelesaikan makan nya Siska pamit untuk masuk ke kelas nya.
"nanti kita pulang bareng ya sis" ajak nya.
__ADS_1
"maaf gak bisa Rey, soal nya aku udah ada supir yang setia nunggu di parkiran " ucapnya sambil berjalan menjauh dari kantin.
"mba Deby kalau pegal nunggu di bangku situ saja yah, soalnya gak bakal bisa ikut masuk mba bisa pantau aku lewat kaca itu tuh" Pengawal siska menganggu dia pun pergi untuk duduk di bangku dekat dengan pintu masuk kedalam kelas Siska.
___
"bagaimana, apa Siska berbuat ulah di sana? " tanya nya lewat sambungan telepon.
"tidak tuan, tapi tadi nyonya bertemu dengan teman lamanya namanya Reyhan " ucapnya. Devan mengerutkan kening nya mendengar istrinya berdekatan dengan laki laki lain di kampus.
"awasi laki laki itu, jangan sampai Siska salah pergaulan dan berdekatan dengan lawan jenis " Devan mematikan sambungan telepon nya. dan melanjutkan pekerjaan nya.
saat baru akan memulai pekerjaan nya pintu ruangan nya terbuka dari luar.
ceklek
muncul seorang gadis cantik dengan pakaian sexy senyum nya terus mengembang di wajah cantik nya." honey katanya kamu mau menjemput ku di bandara, kenapa kamu ingkar janji? " jesica duduk di pinggir meja kerja Devan.
"coba cek HP mu honey, aku sudah berpuluh-puluh kali menelpon tapi tidak ada jawaban" ucapnya manja. Devan langsung mengambil ponsel yang satunya dilihat nya memang ada 55 panggilan tidak terjawab dan beberapa chat yang belum terbaca. "maaf honey sungguh aku lupa " ucapnya dengan perasaan bersalah.
"oke gak PP, tapi sebagai gantinya kamu mau kan temani aku makan siang nanti ?" Devan menganggukan kepalanya setuju sudah lama juga mereka tidak makan berdua.
"aku kerja dulu honey, nanti aku jemput kalau sudah waktunya makan siang di apartemen mu oke" ucapnya dengan lembut. jesica mengangguk dan keluar dari ruangan kekasihnya.
Setelah jesica keluar Devan menghela nafasnya, bisa bisanya dia melupakan waktu menjemput jesica di bandara untung kekasihnya itu tidak merajuk. dia pun kembali pokus mengerjakan kerjaan yang sempat tertunda beberapa saat.
__
Di kampus nya Siska sudah selesai dengan kelas nya dia pun berjalan keluar kelas di depan depan kelas nya sudah ada Deby yang setia menunggunya. "mba Deby kita cari makan dulu boleh gak, aku laper nih pengen makan di cafe atau resto gitu" dengan sigap Deby mengeluarkan ponsel nya dan memberi tahu tuan nya. setelah mendapatkan jawaban boleh dari tuan nya. baru dia berani membawa nyonya nya pergi.
"kata tuan boleh nyonya, tapi setelah selesai di suruh langsung pulang ke rumah gak boleh kelayapan" Siska mengangguk mengiyakan. "oke mba, yuk berangkat perut ku ini lagi lapar terus" ucapnya.
"Sis, Siska" Siska menoleh mendengar orang yang memanggilnya. "Rey, kenapa? " tanya nya heran.
__ADS_1
"kamu mau langsung pulang? "
"enggak, mau ke cafe dulu bentar kenapa Rey? " tanya nya lagi.
"boleh ikut gak, aku masih mau ngobrol sama kamu" Siska menganggukan kepalanya " boleh tapi kamu bawa kendaraan sendiri kan?
"iya bawa, ya udah aku ikutin kamu dari belakang yah" ucapnya dengan sumbringah. Siska berjalan terlebih dulu di ikuti oleh Reyhan juga pengawal nya.
"kami duluan ya Rey, " Siska masuk kedalam mobil nya setelah Indra membuka kan pintu mobil untuk nya.
mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. "mba kamu bilang sama mas Devan gak kalau aku ketemu dengan temen lamaku? " tanya nya.
"bilang nyonya, kata tuan anda harus menjaga jarak dengan teman laki laki " Siska mangut mengerti " oke " ucapnya.
30 menit kemudian Siska pun sampai di cafe pilihan nya. dia pun turun setelah ada yang membuka kan pintu mobil nya. Siska masuk ke dalam mencari tempat duduk yang nyaman untuknya. setelah menemukan nya Siska pun duduk di bangku paling pinggir di sana Siska bebas melihat ke arah luar.
"duduk Rey" melihat teman nya datang Siska langsung menyuruh nya duduk dan memesan makanan.
"Sis, kamu berubah banget sekarang" Reyhan menatap Siska dengan tatapan yang dulu. tatapan penuh cinta.
"maksud kamu apa Rey, aku masih sama seperti Siska yang dulu " ucapnya salah tingkah.
"kamu sekarang lebih cantik, lebih dewasa dan emmm aku_" ucapnya menggantung. seorang pelayan datang membawa makanan mereka.
"mba Deby makan dulu, mba mau duduk di sini apa misah? " tanya nya.
"saya duduk sebelah sana nyonya" ucapnya lalu pergi duduk di bangku sebrang meja yang di tempati Siska.
"tadi kamu mau ngomong apa Rey? " tanya nya.
"em gak jadi kita makan dulu nanti keburu dingin" Siska pun memakan makanan nya dengan lahap. selesai makan Siska gak sengaja melihat ke arah kasir di sana terlihat ada sepasang kekasih. Siska memperhatikan dengan seksama laki laki yang tengah di gandeng dengan mesra oleh seorang perempuan cantik.
"itukan"
__ADS_1