
"Siska" Mendengar suara memanggilnya Siska juga Reyhan pun menoleh secara bersamaan.
"Kakak" Ucapnya pelan nyaris tak terdengar.
"Boleh kakak bicara dengan mu sebentar?" Siska menatap sang kakak yang juga tengah menatap nya.
"Boleh, tapi sepertinya sekarang sudah waktunya masuk bagaimana kalau kita bicara nanti setelah Siska selesai pelajaran pertama" Ucapnya, Dimas pun mengangguk.
"Nanti kakak tunggu di kantin" Setelah itu Dimas berlalu pergi dari kelas adik nya, Siska menghela nafasnya, ada yang berbeda dengan kakaknya, Siska seperti tidak mengenali kakaknya.
"Hey kenapa bengong,?" Reyhan menepuk pelan bahu Siska.
"Ah tidak apa, kamu kembali lah ke kelas mu, sebentar lagi kelas akan dimulai" Reyhan pun segera keluar dari dalam ruangan Siska tak lama kemudian kelas pun dimulai.
Selesai dengan kelasnya Siska segera pergi ke kantin sekolah untuk menemui kakaknya dengan di temani oleh Deby. "Kakak" Ucapnya.
Dimas tersenyum ke arah adik nya, senyuman yang baru pertama kali Siska lihat, hampir 20 tahun usianya baru kali ini Siska melihat senyuman tulus sang kakak.
"Siska, tolong maafkan kakak yang selama ini sudah salah paham begitu lama terhadap mu, sungguh kakak sangat menyesal, kakak memang tidak akan bisa mengembalikan waktu kebersamaan kita yang sudah terlewat, tapi kakak akan berusaha menjadi kakak terbaik untuk kamu kedepannya, apa kamu mau memaafkan kakak Siska?" Siska terdiam, lidahnya terasa kelu, tenggorokan tercekat mendengar ucapan sang kakak yang dengan tulus meminta maaf terhadapnya. Matanya mulai memanas cairan bening yang sempat terbendung pun akhirnya terjatuh.
"Siska tolong maafkan kakak, mungkin akan terasa begitu berat untuk kamu memaafkan kesalahan kakak, tapi tolong, kakak mohon beri kakak kesempatan untuk memberikan kasih sayang kakak terhadap mu" Ucapnya lagi, Siska berbalik menatap kakaknya.
"Boleh Siska memeluk kakak sebentar saja" Ucapnya dengan suara serak. Dimas merentangkan tangan nya Siska pun melesak masuk kedalam pelukan sang kakak untuk pertama kalinya Siska dapat merasakan hangat nya pelukan sang kakak.
"Siska begitu senang akhirnya penantian Siska selama ini tidak sia sia, Siska dulu begitu yakin kalau kakak akan berubah dan menyayangi Siska" Siska menumpahkan rasa sedihnya dalam dekapan Dimas. Dimas pun hanya mengusap dengan lembut rambut adiknya.
"Kakak janji, kakak akan menjadi kakak yang baik untuk kamu, maafkan kesalahan kakak di masa lalu" Ucapnya.
"Aku sudah memaafkan kakak, jauh sebelum kakak meminta maaf kepada ku, tanpa kakak minta pun aku sudah memaafkan kakak" Siska Melepaskan pelukannya, Dimas menatap sang adik dengan senyum yang terus ia kembangkan.
__ADS_1
"Kakak begitu tampan saat tersenyum seperti ini" Ucapnya. Dimas menghapus air mata Siska dengan lembut.
"Sudah jangan menangis nanti cantiknya hilang" Godanya. Siska pun tersenyum mendengar sang kakak menggodanya.
"Aku begitu terharu, akhirnya apa yang selama ini hanya aku impikan sekarang menjadi kenyataan" ucapnya masih tak percaya.
"Siska, maaf kakak harus segera pergi sudah terlalu lama kakak di sini kamu tenang saja kakak akan setiap hari menemui mu juga papa di rumah barumu" Ucapnya.
"Kakak tahu?" Tanya nya.
"Jelas Kakak tahu semuannya, rumah mu yang baru saja kakak tahu"
"Terus kenapa kakak gak pernah datang ke rumah, kenapa kakak mengawasi ku secara diam diam?" tanyanya.
"Karena kakak malu dengan mu, kakak belum meminta maaf, sekarang semua sudah berubah kakak boleh main ke rumah mu kan?
" Tentu saja, rumah ku selalu terbuka dengan lebar untuk kakak,"
"Belum lah kak, Siska junior belum jadi, masih jadi kecebong" Ucapnya terkekeh.
"Baiklah, kakak pergi dulu " Siska mengangguk sambil tersenyum. Setelah pamit dengan adik nya, dimas segera pergi dari sana, Siska menatap punggung sang kakak sampai menghilang dari penglihatan nya.
"mba Deby, aku hari ini lagi senang banget, pokonya nanti siang aku traktir mba Deby dengan mas Indra harus mau, aku gak menerima penolakan" ucapnya. Deby yang mendengar ucapan majikan nya pun hanya mengangguk sambil tersenyum, menolak pun dia tak bisa.
"aku mau ke kelas lagi aja mba, biar bisa belajar dengan nyaman" Deby mengangguk dia menemani Siska masuk kedalam kelasnya.
__
jam pelajaran kelas kedua pun sudah usai Siska membereskan buku bukunya dan keluar dari dalam kelas, saat Siska keluar dari kelas terdengar keributan dari tempat parkir yang membuatnya penasaran.
__ADS_1
"ada apa itu mba, ko rame banget sih?" tanyanya, sambil celingukkan.
"saya tidak tau nyonya" Siska yang penasaran pun langsung berjalan menuju tempat parkir untuk melihat ada apa yang sedang terjadi di sana.
melihat sang nyonya yang berjalan lebih dulu meninggalkan nya, dengan gerakan cepat Deby berjalan mengekor di belakang Siska.
"permisi minggir dong beri jalan, lagi lihat apa sih penasaran aku" ucapnya sambil menyusup masuk ke sela sela orang yang berkerumun. Saat Siska berhasil masuk ke dalam kerumunan orang dia tercengang saat melihat suaminya tengah berdiri dengan begitu gagah, wajah nya yang masih terlihat tampan di usianya yang sudah berusia hampir 38 tahun,tak mengurangi sedikit pun pesona seorang Devandra Nicholas.
Devan menatap istrinya yang mematung di tempat nya, dia pun berjalan mendekat sambil membawa buket bunga, dan merangkul istrinya.
"selamat ulang tahun sayang" ucapnya.
"hah, ma-maksud nya apa mas?" tanya nya bingung.
Devan menepuk dahinya, istrinya ini memang istimewa dengan hari ulang tahun nya saja dia sudah tak ingat.
saat Siska masih mengingat ingat ucapan suaminya, rombongan yang di sewa Devan pun datang dengan membawa kue ulang tahun dengan nama Siska dan angka 20 di atasnya. Siska semakin di buat terkejut oleh kelakuan suaminya.
"ya Tuhan mas, kamu bisa tau hari ulang tahun aku saat aku saja melupakan nya" ucapnya terharu. tanpa mempedulikan banyak nya orang yang melihat mereka Siska langsung melesak masuk kedalam pelukan suaminya.
"Terima kasih mas, aku sangat terharu dengan apa yang kamu berikan padaku sekarang, selamat kamu sukses membuat aku begitu terkejut" ucapnya.
orang suruhan Devan berjalan mendekat sambil membawa kue yang sudah di nyalakan lilin nya, Siska memejamkan matanya sambil berdoa dalam hati, begitu banyak harapan juga permintaan yang dia minta pada Tuhan. setelah berdoa Siska meniup lilin di hadapan nya.
sontak saja hal itu membuat pada mahasiswa juga mahasiswi yang ada di kampus nya bertepuk tangan dengan riuh.
Siska kembali masuk kedalam dekapan suaminya, dia menangis dalam pelukan Devan, hari ini adalah hari yang begitu membahagiakan untuk Siska, selain kejutan dari sang suami tercinta, Siska juga senang karena sang kakak yang sudah berubah dan menyanyangi dirinya.
namun di balik kebahagiaan Siska, ada seorang yang menatap nya dengan tatapan tak suka.
__ADS_1
"lihat saja, aku tak akan pernah membiarkan mu menjadi milik orang lain, selain diriku"