Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 17


__ADS_3

Selesai membersihkan tubuhnya Devan memakai pakaian santai kaos juga celana pendek selutut, dia keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk mencari asisten rumah tangga nya.


"mbok yat" panggil nya. mbok yati yang sedang membersihkan kulkas pun menoleh ke arah majikan nya.


"ya tuan ada yang bisa simbok bantu? " tanya nya setelah bangkit dari duduknya. "tolong buat kan saya jus apel ya mbok, nanti bawa ke kamar saya. emm sama buah juga ya mbok " mbok yati mengangguk mengerti 20 tahun bekerja sebagai pelayan di rumah tuan Devan membuat mbok yati memahami apa yang tuan nya suka dan tidak suka.


setelah Devan pergi dari dapur mbok yati pun mengerjakan apa yang tuan nya perintahkan dia membuat jus apel juga memotong buah mangga dan buah naga.


"mbok, lagi buat apa? " Siska datang dengan membawa gelas kosong di tangan nya. dia menghampiri mbok yati yang sedang pokus dengan pekerjaan nya.


"ini nyonya tuan minta di buat kan jus apel kesukaan nya juga minta di buat kan buah potong untuk cemilan" ucapnya dengan sopan. "nyonya mau juga, biar simbok buatkan juga" tawarnya.


"boleh mbok, buat satu piring sama punya tuan saja ya mbok bikin yang banyak,simpan aja garpu nya dua nanti biar Siska yang bawa ke kamar tuan" ucapnya sambil meletakan gelas di tempat cuci piring. "baik nyonya" ucapnya patuh.


Siska menunggu di meja makan sambil memainkan ponsel nya dia buka akun sosial media miliknya terlihat di salah satu akun teman nya ada sebuah postingan dengan caption " ternyata untuk menggapai cita cita itu sulit bestie, apalagi untuk menggapai mu" tulis nya, di bawah nya ada foto di Sana terlihat teman teman nya tengah melakukan ospek, dengan kepala yang tertutupi panci.


Siska menghembus kan nafasnya dengan kasar dia sangat ingin bisa masuk kuliah, bisa menjalani kehidupan yang bebas tidak di kekang, memiliki teman hanya untuk sekedar hiling, "hahhhh, membosankan sungguh malang nasib ku" gumam nya sambil melihat foto teman teman nya di sekolah dulu.


"nyonya ini sudah selesai jus sama buah potong nya " Siska yang tengah pokus pun menjadi terkejut di buatnya " ya ampun mbok saya kaget untung jantung masih aman" ucapnya sambil mengusap usap dadanya.


"maaf nyonya simbok gak tau kalau nyonya sedang melamun, " ucapnya tak enak hati.

__ADS_1


"gak apa mbok, ya udah Siska pamit ya mbok mau ngantar ini dulu ke kamar tuan" mbok yati hanya mengangguk. Siska pun membawa nampan berisi dua gelas jus apel dengan sepiring besar buah potong.


tok


tok


tok


karena tidak ada sahutan dari dalam Siska pun membuka pintunya di lihat nya suaminya tengah duduk di kursi di teras balkon kamar nya dia tengah pokus dengan laptop di hadapan nya.


Siska terus melangkah mendekati Devan yang sepertinya tak menyadari Siska sudah masuk kedalam kamarnya.


"pantesan pintu di ketuk gak ada sahutan lagi pokus toh" ucapnya sambil meletakan nampan berisi jus dan buah potong.


"kenapa kamu yang bawa, kenapa buka mbok yati yang antar? " tanya nya.


"memang nya kenapa kalau aku yang antar ada yang salah, tenang aja mas gak akan aku kasih racun ko, apalagi pelet karena tanpa itupun kamu sudah pasti akan bucin sama aku kalau sudah waktu nya " ucapnya dengan percaya diri.


Lagi lagi Devan tidak bisa marah dengan Siska meskipun Siska sudah melanggar untuk tidak masuk ke dalam kamar nya. dulu saat dengan istri nya yang pertama sampai ke empat jika ada yang berani masuk kedalam kamar nya Devan akan sangat murka bahkan bisa sampai main tangan. tapi dengan Siska jangan kan main tangan ingin berkata kasar pun sekarang tidak bisa.


Devan mengambil jus apel miliknya yang sudah Siska letakan di dekat laptop dan meminumnya. dia melirik ke arah Siska yang tengah makan buah potong di piring nya. " kenapa liatin, mau? " tawarnya.

__ADS_1


"itukan memang milik saya, tadi saya yang minta di buatkan dengan mbok yati, tapi dengan santai nya kamu yang makan" Devan mengambil garpu yang satunya lagi dan memakan juga buah yang sama dengan Siska.


"cieee, ahiyyyy romantis ya mas kalau kaya gini makan sepiring berdua, sekarang baru makan buah sepiring berdua nanti kita minum berdua, selanjutnya tidur seranjang berdua berlanjut kita mandi berdua " Devan langsung terbatuk tersedak buah mendengar celotehan Siska. Devan melihat ke arah Siska yang cengengesan di depan nya.


pletakk Devan menjitak dahi Siska sampai membuat Siska mengaduh kesakitan.


"otak mu ini omes sekali gadis kecil, kerasukan jin kamu yah" ucapnya sambil memutar bola matanya malas.


"kejam kamu mas, sakit tau" ucapnya sambil ngusap ngusap pelan kepalanya " coba lihat mas benjol gak" Siska mencondongkan kepalanya ke arah Devan tapi nyata nya realita tak sesuai ekspetasi, berharap di tiup atau di elus tapi malah di toyor untuk menjauhkan kepala Siska dari hadapan nya. Siska mendengus kesal karena perlakuan devan. "tidak bisa kah bersikap manis sedikit saja" batinya.


"mas, gimana dengan keputusan kamu aku boleh kuliah kan, meskipun aku bilang kalau aku akan kuliah dengan atau tanpa persetujuan kamu tapi sebenarnya itu hanya gertakan saja" ucapnya dengan kepala tertunduk.


melihat hal itupun Devan menjadi tak tega kalau harus melarang istri kecilnya untuk menuntut ilmu biar bagaimana pun anak anak nya kelak harus memiliki ibu yang cerdas dan membanggakan eh tunggu tunggu apa anak anak, pikir nya.


"oke saya akan kasih kamu izin untuk kuliah tapi dengan satu syarat " ucapnya dengan serius. Siska yang mendengar itu pun jadi sumbringah matanya memancarkan binar kebahagiaan. "apa syarat nya mas? " tanya nya penasaran.


____


Di sebuah rumah yang sederhana, berdindingkan anyaman bambu dan hanya berlantai plesteran yang di alasi tikar yang sudah sangat tak layak untuk di pakai di sana terlihat seorang wanita dengan baju yang lusuh tengah memandangi sebuah foto bayi yang sudah usang, air matanya keluar menetes membasahi baju lusuh nya.


"nak, kamu pasti sekarang sudah besar ibu sangat merindukan mu, jika suatu saat kita di pertemukan kembali apa kamu akan menerima ibu sayang" dia pun terisak sambil memeluk erat foto anak nya yang sudah sekian tahun di pisahkan secara paksa darinya.

__ADS_1


hidup dalam kesederhanaan membuat ia tak punya kuasa untuk melawan, uang memang segalanya. setiap hari dia berdoa smoga kelak di kemudian hari dia akan di pertemukan lagi dengan anak nya.


__ADS_2