
"Hallo baby, lama kita gak berjumpa" Daniel tersenyum manis melihat jesica yang bengong di hadapan.
cup
Daniel mengecup sekilas bibir jesica, hal itu langsung membuat jesica sadar. "honey kamu kapan datang ke jakarta? " tanya nya. jesica menarik lembut lengan kekar Daniel dan membawanya masuk kedalam apartemen nya.
"hemm kemarin, aku sudah sangat merindukan mu " Daniel mencondong kan tubuhnya mengikis jarak dengan jesica. jesica mendorong pelan tubuh Daniel yang mulai memepet dirinya.
"honey aku punya kabar buruk, jangan dulu Menyosor seperti itu" Daniel langsung menghentikan apa yang dia lakukan.
"ada apa baby, aku sudah tidak sabar ingin mencicipi ini" jari Daniel mulai nakal menyentuh dan meremas kedua buah dada jesica.
"jangan dulu honey, kamu tau aku sekarang sedang hamil" Daniel langsung menghentikan aksi nya dan duduk dengan tegak. "anak siapa itu? " tanya nya dengan dingin.
"ya jelas anak mu lah honey, aku berhubungan badan hanya dengan mu gak pernah berhubungan dengan orang lain" jesica berbicara dengan ketus bisa bisa nya Daniel bertanya seperti itu padanya.
"bukan kah kita selalu pakai pengaman kenapa bisa kebobolan? " tanya nya dengan heran.
"kamu gak ingat terakhir kita melakukan di bali, kita melakukan nya tanpa pengaman honey karena kita sama sama mabuk gak sadar sepenuhnya" ucapnya sambil menatap Daniel yang juga tengah menatapnya dengan pandangan yang sangat sulit untuk di artikan.
"sekarang bagaimana, rencana aku untuk mendekati Devan hanya tersisa 5% peluang karena adanya janin sialan ini" jesica memukul mukul perut nya. Daniel langsung memegang tangan jesica yang terus memukul mukul perutnya. "jangan sakit dia, dia tidak bersalah. kan aku sudah pernah bilang tinggalkan Devan dan menikah dengan ku, apa aku kurang kaya hemm aku ini serius ingin menikahi mu apalagi sekarang sudah ada anak kita di dalam perutmu?" ucapnya sambil menatap jesica yang mematung.
__ADS_1
"gak aku gak mau, rencana ku belum berhasil aku akan mencoba menjebak Devan supaya dia bisa tidur dengan ku dan aku akan meminta pertanggung jawaban darinya" ucapnya dengan yakin.
Daniel mengeraskan rahang tegas nya, wajah nya yang tadi di selimuti nafsu birahi sekarang berubah menjadi amarah yang memuncak " kamu memang keras kepala jesica, kamu itu gila. gila dengan harta Devan. aku juga kaya jesica aku mampu menghidupi mu dengan anak kita, apa yang kamu inginkan aku juga mampu untuk mengabulkan nya. sebenarnya apa yang kamu cari dari Devan jelas pasti bukan hanya masalah harta kan? " Daniel yang sudah tersulut emosi langsung bicara dengan nada keras sambil menatap jesica dengan tatapan tajam.
"a-aku aku_ " ucapnya terbata melihat kemarahan Daniel terhadap nya membuat nyali jesica menciut dia takut kalau Daniel sampai lepas kendali.
"kamu gila jesica, kamu gila " Daniel menendang meja kaca di hadapan nya sampai jatuh dan hancur. Daniel pun segera meninggalkan jesica yang masih membisu di tempat nya. dia tidak ingin sampai lepas kendali dan akan menyakiti orang yang di cintainya beserta anaknya.
jesica menatap punggung Daniel sampai menghilang di balik pintu.
"akhh, sial gara-gara kamu janin sialan rencana ku pasti akan gagal berantakan" ucapnya.
ponselnya berdering di lihat nya nama sang papi yang ada di layar ponsel nya "hallo pi, kenapa? "
"papi tenang saja, jesica tau apa yang harus jesica lakukan oke " ucapnya jengkel. jesica mematikan sambungan teleponnya dan menyenderkan punggung nya di sandaran sopa.
___
Devan mendudukan bokong nya di kursi kebanggaan nya dia memijit perlahan kepala nya yang mulai berdenyut. Devan sudah merasa curiga dengan kelakuan jesica akhir akhir ini, jesica terlihat aneh dia seperti orang yang tengah hamil muda mual muntah, tubuh lemas juga wajah yang pucat. Devan ingin membawa jesica ke dokter tapi jesica selalu menolaknya dengan berbagai macam alasan.
brakkk
__ADS_1
pintu di buka dengan kasar dari luar. Devan yang sedang bengong pun sampai terjingkat kaget di buatnya.
"mom, momy apa apaan_" belum selesai Devan bicara momy celine langsung menghampiri anak nya dan.
plakkk
momy Celine melayangkan tangan kecilnya menampar pipi anak sulung nya sambil menatap Devan dengan tajam.
"kamu ini masih mau menganggap momy dan dady ini sebagai orang tua mu atau tidak Devan, kenapa sulit sekali ngasih tau kamu jangan pernah berhubungan lagi dengan jesica dia bukan orang yang baik untuk kamu Devan" momy Celine bicara dengan nada keras dan tegas sambil menunjuk wajah anak nya yang juga tengah menatap nya tak percaya.
"mom, Devan sudah pernah bilang sama momy kalau Devan hanya mencintai jesica Devan gak akan pernah bisa mencintai yang lain, kenapa momy tak mengerti" ucapnya sambil menatap sang momy yang masih dalam mode di penuhi amarah.
"otak kamu ini dimana Devan, di taruh di dengkul hah, kenapa momy bisa punya anak se bo**h ini dady kenapa" momy Celine menghampiri suaminya yang duduk dengan santai di sopa ruang kerja Devan, dady Mario membiarkan istrinya mengeluarkan amarah nya karena jujur dia pun juga sudah jengkel dengan anak nya. mau ikut turun tangan untuk memarahi anak nya tapi ujung ujung nya dirinya pula yang akan di hukum oleh istrinya. sungguh heran mengapa wanita selalu marah dan tidak Terima anaknya di marahi orang lain termasuk ayah nya sendiri tapi dirinya dengan bebas selalu memarahi anaknya.
"momy Devan minta maaf, Devan belum bisa tinggal kan jesica Devan sangat mencintai jesica mom, Devan akan menunggu sampai momy siap menerima kehadiran jesica dalam keluarga kita Devan juga akan buktikan kalau jesica akan menjadi istri yang terbaik buat Devan" ucapnya sambil memegang tangan momy Celine.
momy Celine menarik dengan kasar tangan nya dan menatap lagi Devan dengan amarah yang semakin memuncak wajah nya pun sudah memerah.
"silahkan kamu dekat dan nikah dengan jesica tapi jangan pernah anggap momy juga dady adalah orang tua mu lagi, dan perusahaan Dady akan berikan pada Farel seluruhnya " dady Mario angkat bicara. "coba kita lihat kalau kamu sudah jatuh miskin apa jesica masih akan terus mempertahankan kan mu, sekarang kamu pilih Devan mau tetap berhubungan dengan jesica tapi kehilangan momy dady juga kedudukan mu di perusahaan ini, atau dengar ucapan kami dan tinggal kan jesica." Devan terdiam mendengar ancaman dady Mario.
"kamu itu sudah tua Dev kamu juga pintar dalam urusan bisnis kamu juga sukses dalam memimpin markas Kartel Sinaloa, tapi kamu ini sangat bo**h dalam urusan percintaan, kamu terlalu di butakan oleh cintamu pada jesica kamu juga di buat tuli tak mau mendengar apa yang momy juga dady peringatkan. kamu sudah momy berikan berlian yang sangat berharga tapi kamu malah memungut batu krikil jalanan yang tak ada harga nya. buka mata kamu lebar lebar Devan jangan terlalu bo**h sepenuhnya percaya dengan jesica sampai kamu lengah tidak tau apa saja yang jesica lakukan di belakang kamu selama ini?" Devan masih saja bungkam tidak mengeluarkan sepatah katapun memikir kan apa yang momy juga dady nya ucapkan. setelah mengeluarkan semua uneg uneg nya momy Celine juga dady Mario keluar dari dalam ruangan Devan. di depan ruangan dady Mario berpapasan dengan Marco yang langsung menundukan kepalanya.
__ADS_1
"pantau terus aktifitas Devan, kalau dia sudah di kasih tau seperti ini masih ngeyel juga gak mau meninggalkan jesica maka jalan kan rencana pamungkas kita, untuk membuka mata Devan yang sudah di butakan cintanya pada jesica" ucapnya.
"siap tuan besar"