
"permisi" mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya siska menoleh ke belakang dan benar saja Dimas tengah berdiri di sana sambil tersenyum ke arahnya juga pak bagas.
"kakak" Siska bangkit dah menghambur memeluk erat sang kakak yang baru menginjakkan kaki di rumah nya.
"selamat ulang tahun yang ke 20 tahun adik ku, smoga dengan bertambah nya usia mu sekarang menjadikan mu lebih dewasa, sehat selalu, panjang umur juga makin cantik " ucapnya terkekeh. Siska mengurai pelukan nya dan menatap sang kakak dengan begitu dalam.
"maaf kakak tidak bisa memberikan hadiah yang begitu istimewa untuk mu" Dimas memberikan sebuah kotak kecil berwarna navy pada Siska.
"Terima kasih kak, aku tidak butuh hadiah barang apapun dari kakak, dengan kakak sudah mau menerima dan menyayangiku saja aku sudah sangat bahagia, itu adalah kado terindah dari kakak untuk ku tahun ini" Dimas tersenyum lembut mendengar ucapan adiknya. begitupun dengan pak bagas juga Devan yang menyaksikan kedua kakak beradik yang terlihat begitu saling menyayangi itu dengan tatapan haru.
"Sudah pelukan nya, saya cemburu" Devan menghampiri sang istri juga kakak iparnya yang masih berpelukan sampai dirinya merasa cemburu.
"apa sih mas? gak jelas deh. masa sama kakak ipar sendiri cemburuan" Dimas mengurai pelukan nya sambil terkekeh pelan.
"kamu gak risih manggil saya kakak? sementara usia mu lebih tua dari saya" ucapnya usil tanpa malu. Devan membulatkan matanya.
"sayang kakak mu itu mulut nya loh gak bisa di jaga, masa aku di katai tua" ucapnya pura pura merajuk.
"ya kan memang mas Dev, sudah tua " ucapnya membuat Devan semakin mengerucut kan bibirnya.
Dimas terkekeh mendengar ucapan Siska dia pun berlalu menghampiri pak Bagas yang juga tersenyum bahagia menyaksikan kebahagiaan anak anaknya.
"papa sudah lebih baik? tanya nya sambil berjongkok didepan pak bagas yang tengah duduk di atas kursi roda.
" sudah lebih baik nak, Terima kasih banyak kamu sudah mau menerima dan menyanyangi adik mu, jangan pernah meninggalkan nya dan memusuhi nya lagi Dimas, dia adalah satu satunya adikmu"
"Dimas berjanji dengan papa akan selalu menjaga siska dan gak akan pernah memusuhinya lagi" ucapnya dengan sungguh sungguh.
____
Sebulan berlalu kini Siska juga Devan tengah berada dalam jet pribadi milik Devandra, mereka akan terbang ke Amerika untuk menghadiri acara ulang tahun pernikahan momy juga Dady Devan yang akan di adakan di negara kelahiran oma nya Devan.
__ADS_1
Setelah seminggu yang lalu siska mengantar kepulangan sang papa ke Bali karena papanya ngotot ingin tinggal di bali saja, tidak ingin merepotkan siska. mau tak mau siska pun menuruti kemauan sang papa setelah perdebatan yang lumayan panjang. di sana pun siska memasang CCTV di setiap penjuru rumah yang langsung terhubung dengan ponselnya untuk memantau setiap gerak papa nya juga para pelayan dan pengawal yang suaminya perintahkan untuk menjaga pak bagas di sana.
"mas, apa kita keterlaluan sudah membohongi momy juga dady kalau kita gak bisa datang ke sana, pasti mereka akan sangat sedih sekali" ucap siska sambil menyender di bahu suami nya.
"gak apa toh kita juga sekarang mau kesana jadi bukan masalah besar, kita seperti ini untuk membuat kejutan untuk mereka juga" ucapnya. Siska pun mengangguk yakin.
pesawat yang mereka tumpangi pun sudah take off dan mulai melayang di udara. Siska mulai merasa tak nyaman dengan tubuhnya, seperti ada yang aneh, perutnya terasa bergejolak yang menyebabkan nya menjadi mual dan ingin memuntahkan isi perutnya.
"mas, aku hoekkk," Devan yang tengah memejamkan mata nya pun langsung terbangun dan membuka mata nya dengan begitu lebar saat mendengar istrinya ingin muntah.
dengan cepat Siska melepas sabuk pengaman nya dan berlari ke kamar mandi sambil sebelah tangan nya menutup mulut nya. "hoeekkk, hoekkk" Siska memuntahkan semua makanan yang di makan nya tadi pagi sampai perut nya terasa sakit dan kerongkongan nya terasa panas.
"sayang, kamu kenapa apa kamu sakit maag lagi?" tanya nya khawatir.
tak ada jawaban dari Siska karena sudah terlalu lemas memuntahkan semua makanan nya siska duduk menyender di atas closet tak menyahut pertanyaan suaminya. "sayang, kamu gak apa kan, siska apa kamu baik baik saja?" tak mendengar ada jawaban dari dalam Devan pun memanggil pramugari untuk membantunya membuka pintu kamar mandi dengan kunci cadangan.
saat pintu terbuka Devan segera menghampiri siska yang terduduk dengan lemas di atas closet. "ya Tuhan, sayang" Devan menggendong istrinya dan membawanya keluar dari dalam kamar mandi. setelah meletakan istrinya di kursi yang sudah dia buat senyaman mungkin, Devan menyuruh salah satu pramugari mengambil minyak angin juga membuatkan minuman hangat untuk istrinya.
"mas, aku mual lagi hoeekkk" siska muntah tepat di atas celana suaminya. "maaf mas, gak sengaja" ucapnya lemas.
"gak apa sayang, biar mas bersihkan dulu dan ganti celana baru, kamu tunggulah di sini" ucapnya sambil berlalu meninggal kan siska sendirian di tempatnya. Siska hanya menganggukkan kepalanya lemah.
"perasaan gak pernah telat makan, tapi kenapa maag nya bisa kambuh ya" gumam nya pelan sambil memijit pelipisnya dengan perlahan.
Saat siska hendak memejamkan matanya tak sengaja siska mencium wangi kopi yang mampir ke indra penciuman nya. "wangi banget" ucapnya sambil memejamkan matanya menikmati aroma kopi yang semakin lama semakin menghilang wanginya.
"kenapa sayang?" tanya Devan yang baru selesai mengganti celananya. melihat istrinya memejamkan matanya sambil tersenyum membuat Devan mengerutkan kening nya.
"mas,aku pengen kopi " ucapnya tiba tiba.
"tapi kamu punya maag sayang, kamu juga baru habis muntah muntah barusan gak baik langsung minum Kopi" Devan menyentuh lembut punggung tangan istrinya.
__ADS_1
"tapi aku pengen kopi mas, rasanya aku ngiler nyium bau kopi, boleh ya mas ya, aku pengen kopi" Siska menatap wajah Devan dengan penuh permohonan dan mata yang sudah berkaca kaca.
"sayang" Ucapnya penuh penekanan. melihat istrinya meneteskan air matanya Devan menggaruk tengkuknya yang tak gatal, merasa heran dengan Siska apa segitu ingin nya minum kopi sampai mengeluarkan air mata pikirnya.
"ya sudah oke, mas akan minta buat kan pada pramugari kopi spesial untuk istri mas yang tercinta ini " Siska langsung mengembangkan senyum nya.
"tapi aku bukan ingin kopi yang baru dibikin mas, aku pengen kopi yang barusan aku cium wanginya" ucapnya membuat Devan melongo dan semakin heran dengan sang istri yang permintaan nya semakin aneh saja.
"memang nya siapa yang bikin kopi barusan?" tanya Devan.
"gak tau, pokonya aku maunya kopi yang barusan aku cium wanginya titik. gak mau kopi yang baru dibuat" ucapnya sambil memalingkan wajahnya.
Devan menggaruk Tengkuknya dan memanggil pramugari untuk bertanya kopi punya siapa yang barusan tercium wangi nya oleh Siska.
"itu, kopi untuk kapten Varo, tuan" ucap salah satu pramugari yang membuat juga membawa kopi untuk kapten Varo yang juga kebetulan tercium wanginya oleh siska.
Devan menatap istrinya "mas" siska menatap suaminya pernuh permohonan.
"panggil kapten Varo, dan suruh dia untuk membawa kopinya"
"baik tuan" pramugari itupun berjalan memanggil kapten Varo sesuai permintaan tuan nya.
"permisi tuan, maaf ada perlu apa ya tuan?" tanya nya sambil memegang setengah gelas kopi hitam di tangan nya.
mata siska langsung berbinar melihat kopi di hadapannya. Devan menjelaskan keinginan istrinya yang tak masuk akal pada kapten Vano yang langsung mendapat respon terkejut kapten Vano, sang nyonya ingin kopi miliknya bahkan sudah dia minum separuh kopinya.
"bolehkan kopinya?" tanya Siska penuh harap.
"ta-tapi ini bekas saya nyonya"
"gak apa, saya ingin minum bekas kapten" Devan terbelalak kaget dan tak Terima istri nya meminum minuman bekas orang lain, apalagi itu bekas seorang laki laki.
__ADS_1