Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 38


__ADS_3

selesai mandi dan berkemas barang apa saja yang hendak di bawa, Siska segera turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama dengan suaminya. Siska sekarang merubah penampilan nya dari yang biasanya memakai kaos oblong juga celana jeans jadi mulai memakai dres meskipun dirinya masih merasa tak nyaman.


"selamat pagi mbok," sapanya pada mbok yati yang tengah menyiapkan sandwich dengan susu favorit Siska. juga secangkir kopi untuk suaminya.


"pagi nyonya, wah anda sudah siap apa ada jam masuk pagi?" tanya nya.


"iya mbok, sekitar jam sembilan pagi nanti, seminggu lebih tak kuliah Siska sudah kangen untuk belajar kembali di kampus" ucapnya dengan riang. mbok yati hanya tersenyum melihat nyonya muda nya yang terlihat begitu antusias menyambut hari pertama nya masuk kembali ke kampus setelah beberapa hari tidak masuk.


"tuan belum turun mbok?" tanya nya dengan penasaran.


"belum nyonya" tak lama kemudian terdengar suara langkah yang mendekat ke arah nya.


"pagi sayang" sapa nya dari belakang, Devan langsung mengecup dengan mesra kening istrinya hal itu sontak saja membuat para pelayan yang tengah lalu lalang di sana menjadi tersipu malu.


selama Devan menikah dengan ke empat istrinya dulu jangankan memberi kecupan manis serta memanggil panggilan sayang, untuk duduk di dekat mereka pun Devan tak mau. setiap kali istrinya ajak Devan untuk berbicara hanya kata kata kasar juga bentakan yang keluar dari mulut Devan.


"mas, kamu tuh yah gak enak di lihatin pelayan Asal kecup aja" gerutunya. padahal di hatinya Siska sangat senang dengan perlakuan manis Devan.


"tapi kamu seneng kan?" ucapnya dengan senyum manis di wajah suaminya. Siska sampai menutup matanya.


"mas tolong jangan tersenyum seperti itu, aku jadi salting tau gak" Devan terkekeh pelan mendengar ucapan istri kecilnya.


"mas, boleh gak aku ketemu papa, sudah hampir 2 bulan aku gak ketemu papa aku kangen mas" ucapnya dengan penuh harap.


"emm, nanti mas pikirkan dulu oke" Siska langsung cemberut mendengar jawaban suaminya yang jauh dari kata baik.


"mas berangkat ke kantor dulu ya, nanti kamu akan di antar oleh pengawal juga sopir ke kampus, jangan nakal di kampus " ucapnya, setelah mencium kening istrinya Devan langsung berjalan keluar rumah di sana sudah ada Marco yang tengah menunggu dengan secangkir kopi.


"sudah siap berangkat tuan?" Devan hanya menganggukan kepala nya kemudian dia masuk kedalam mobil setelah marco membuka kan pintu untuk nya.

__ADS_1


setelah masuk marco langsung tancap gas dan melajukan mobil nya membelah jalanan ibu kota.


"Marco, Siska sudah mengajak ku untuk menemui papa nya di bali, bagaimana ini apa sudah ada kabar dari bali tentang keberadaan papa nya Siska?" tanya nya. sangat terlihat jelas gurat gurat kekhawatiran di wajahnya.


Devan sangat takut kalau sampai Siska tau kalau papa nya sudah pergi dan menghilang entah kemana dia pun belum berani bercerita dengan istrinya mengenai hal ini.


"menurut saya sebaiknya nyonya siska di kasih tau saja tuan, biar perasaan anda lebih tenang, setidaknya kalau nyonya siska sudah tau perasaan Anda akan sedikit lebih lega" ucapnya. Devan pun hanya mengangguk membenarkan ucapan asisten nya, memang harusnya dia lebih terbuka dengan siska, mengenai hal ini.


"kamu cari tau lagi lebih detail kenapa pak bagas sampai pergi dan menghilang tanpa jejak, juga cari tau tentang Dimas di mana kakaknya siska itu berada" perintahnya.


***


"mbok, Siska berangkat kuliah dulu ya mbok, oh iya mba Deby sama indra mana ya, ko belum datang " Siska masih celingak celinguk menanti kehadiran Deby dengan indra.


"non gak usah nunggu Deby dan indra mereka sudah di pecat saat tak bisa jaga nyonya waktu itu" ucapnya.


"iya nyonya, memang konsekuensi nya kerja dengan tuan Devan ya begini, kalau kita salah gak ada kata ampun nyonya, masih untung mereka di suruh pergi dengan tubuh yang masih sehat" Siska membelalakan matanya mendengar ucapan mbok yati.


"biasanya kenapa bi, apa di bikin K,O dulu?" tanya nya penasaran.


"ya begitulah nya" ucapnya lagi. Siska menggeleng kan lemah kepalanya.


"terus aku berangkat kuliah dengan siapa mbok, katanya ada pengawal yang akan antar? " tanya nya.


"itu di depan ada dua pengawal juga seorang supir. mari mbok antar, dan kenal kan dulu dengan mereka" Siska pun mengekor di belakang mbok yati. terlihat di depan rumah sudah ada tiga orang dengan pakaian yang sama memakai seragam hitam hitam.


"mereka ini mau jadi pengawal apa mau ke pemakaman sih, ko pakaian nya serba hitam" gumamnya. mbok yati yang mendengar gumaman majikan nya hanya tersenyum tipis.


"Bejo, Agus, Wasri sini" panggil mbok Yati. "perkenalkan diri kalian pada nyonya" ucapnya.

__ADS_1


"kenalkan saya Bejo nyonya, ini Agus teman saya, ini Wasri teman saya juga, dia tugas nya sebagai sopir pribadi anda"


Siska menganggukkan kepalanya setelah berpamitan dengan mbok yati Siska segera masuk kedalam mobil. setelah bejo membuka kan pintu untuknya. sementara Agus dia segera menaiki motor sport berwarna hitam untuk mengawal nya dari belakang.


"buset dah, udah kaya anak presiden gue di kawal mulu" gumam nya sambil menepuk kening nya.


sampai di kampus Siska segera turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam kampus, di belakang nya Bejo juga Agus terus mengekor mengikuti kemana pun nyonya mereka pergi sesuai arahan dari tuan mereka.


"Mas Bejo, Mas Agus bisa gak kasih aku ruang gerak sedikit saja, aku risih tau" ucapnya dengan kesal. Siska pun berjalan dengan menghentakkan kakinya.


"Sis" Reyhan datang menghampiri Siska yang tengah berjalan dengan muka di tekuk karena kesal.


"ya Rey, ada apa?" tanya nya.


"kamu ko kaku banget sih, biasa aja kali santai, rileks. aku hanya ingin bertanya kemana aja seminggu lebih gak masuk kampus?" tanya nya dengan penasaran.


"oh, itu ada urusan keluarga sambil liburan" ucapnya sekenanya.


"ko gak ngajak ngajak sih"


"kan aku udah bilang lagi ada acara keluarga, jadi orang luar dari keluarga di larang ikut " ucapnya dengan senyum yang di paksakan.


"oh gitu ya, padahal kan sebentar lagi aku juga akan jadi bagian dari keluargamu " ucapnya dengan percaya diri. Siska hanya tersenyum menanggapi ucapan mantan kekasih nya dulu.


"aku masuk duluan ya Rey, semangat belajar nya" sebelum. Reyhan mengeluarkan kembali ucapannya Siska segera melangkah kan kakinya masuk kedalam kelas.


"mas Bejo sama mas Agus tunggu di luar oke, Siska mau belajar dulu. " Siska masuk kedalam kelas masih dengan menekuk wajah nya.


"nanti selesai kelas aku harus ketemu mas Devan, harus pokonya"

__ADS_1


__ADS_2