
Hari hari Siska lalui tanpa suaminya, Devan yang selalu di sibukan segudang pekerjaan membuat dirinya menjadi bosan di tinggal terus terusan, bahkan sekarang sudah hari kelima dirinya di tinggal suaminya melihat proyek yang ada di Kalimantan, bosen hanya kata itu yang setia menemani Siska saat ini.
"nyonya makan dulu " lastri masuk ke dalam kamar sambil membawa nampan berisi makanan yang Siska inginkan, ada sop buntut, nasi hangat, juga minuman jus jeruk.
"simpan saja lastri, aku belum lapar" ucapnya sambil kembali dia tatap ponselnya berharap layarnya akan berubah menjadi terang dan terpampang nama suaminya di layar yang gelap itu. sudah dua hari Devan sulit di hubungi begitu pun dengan Marco, Devan memang sudah memberi tahukan kalau dia di sana akan kesulitan mencari sinyal jadi akan sangat jarang memberi kabar pada Siska istrinya.
"nyonya makan lah dulu jangan menunggu lapar, tuan akan memarahi saya kalau nyonya telat makan, demi baby di dalam perut anda nyonya" bujuk lastri, Siska pun berbalik menatap lastri kemudian mengangguk.
"kemarikan makanan nya biar ku makan sekarang" ucapnya sambil meletakan ponselnya di atas sofa. dengan tersenyum lastri membawa nampan yang tadi ia simpan di atas meja dan menyodorkan nya ke arah Siska yang sudah duduk di sofa dalam kamar nya.
****
"Marco apa masih ada kendala lain di sini?" tanya nya setelah mereka memasuki sebuah mobil yang membawa mereka melihat proyek yang sudah hampir selesai.
"sepertinya tidak ada tuan, semua berjalan lancar tidak ada kendala jadi malam ini kita bisa pulang ke Jakarta " Marco sepertinya begitu peka dengan tuan nya yang sudah sangat merindukan istrinya 2 hari tanpa bisa mengabari istrinya membuat Devan sedikit uring uringan.
"bagus lah, setelah ini kita langsung siap siap untuk kembali ke jakarta, Sony saya percayakan proyek ini padamu, kabari saya jika ada apa apa "
"baik tuan, saya akan jaga kepercayaan anda, anda tidak perlu khawatir " Devan menepuk pundak laki-laki di samping nya, mobil yang membawa mereka masih melaju dengan kecepatan sedang, butuh waktu kurang lebih 4 jam untuk sampai di kota tempat Devan menginap dari tempat proyek mereka.
****
"lastri apa aku boleh keluar hanya sekadar untuk menghirup udara segar, sebentar saja aku bosen di rumah terus " ucap nya sambil melihat ke arah luar dari balik jendela kamar nya.
"di luar terlalu bahaya untuk anda tanpa tuan di sini nyonya, itulah kenapa anda tidak di perbolehkan untuk keluar sebelum tuan datang" lastri duduk di dekat Siska kemudian memijat dengan lembut kaki Siska.
__ADS_1
Siska menghela nafasnya, betul yang di katakan lastri jika dia keluar akan sangat berbahaya untuknya bagaimana jika jesica masih mengincar nya, atau anak buah tuan Ghafaar ya tengah mengincarnya itu akan sangat bahaya apalagi sekarang Siska tengah mengandung.
"kalau begitu antar aku main di taman saja lastri di sana akan lebih aman karena rumah ini di jaga ketat selagi aku gak keluar gerbang utama" ucapnya. lastri pun mengangguk dia membantu Siska bangkit dan menuntun nya.
"las, aku bukan orang sakit lagian perut ku belum terlalu besar," ucapnya geli sendiri dengan asistennya yang satu ini.
"anda harus extra di jaga nyonya takut nya nanti anda jatuh itu akan sangat bahaya"
"ya tuhan" batin Siska.
"nyonya kenapa turun, apa anda butuh sesuatu?" mbok yati berjalan menghampiri Siska yang masih menuruni satu persatu anak tangga dengan di bantu oleh lastri.
"enggak ada ko mbok, Siska hanya bosan di kamar terus pengen cari udara segar di taman samping " ucapnya sambil tersenyum, mbok yati pun menjadi tak tega.
"baik mbok" Siska berjalan dengan perlahan menuju ke arah pintu.
"sayang kamu mau kemana?" mendengar suara yang begitu pamiliar di telinga nya Siska menoleh kearah pintu utama.
"mommy, sejak kapan mommy datang?" Siska tersenyum dengan lebar kemudian menghampiri mommy celine.
"mommy baru tiba hari ini, dan langsung kesini dari bandara" mommy celine memeluk dengan gemas menantu kesayangan nya. "padahal baru beberapa minggu mommy tidak bertemu dengan mu tapi mommy sudah begitu merindukan mu juga cucu cucu mommy ini" mommy celine mengusap lembut perut Siska yang sudah mulai terlihat membuncit.
"dady mana mom? apa mommy kesini sendiri? Siska membawa mommy celine untuk duduk dengan nya di sofa ruang keluarga.
" yes mommy kesini sendiri, daddy selalu saja sibuk dengan urusan nya, padahal dia sudah tua harusnya sekarang waktunya menikmati hidup tapi si Farel belum bisa di lepas untuk mengurus perusahaan yang ada di Amerika, jadilah dady yang mengawasi terlebih dahulu" ucapnya dengan nada keluhan. Siska hanya tersenyum mendengar curhatan mertuanya setidaknya hari ini dia tidak kesepian karena ada mommy celine.
__ADS_1
"apa kamu sudah makan sayang?" tanya nya.
"sudah mom, tadi Siska makan nya banyak, apa mommy mau makan juga tadi mbok yati membuat sop buntut" tawar Siska.
"ah iya kah, mommy begitu merindukan menu yang satu ini, kalau begitu mommy mau makan dulu lah, ayo sayang makan lagi" ajaknya.
"tapi Siska masih sangat kenyang mom Siska temenin aja yah" mommy celine mengangguk setuju, mereka pun berjalan ke arah meja makan di sana masih terhidang beberapa menu makanan termasuk sop buntut yang Siska sebutkan barusan.
"duduk di sini, mommy bawakan oleh oleh untuk mu tapi masih di mobil nanti biar mang agus yang bawakan ke sini "
"kenapa harus repot repot sih mom, kalau mau berkunjung gak usah bawa apa apa, kehadiran mommy sudah begitu membuat Siska senang "
"gak repot untuk menantu kesayangan" mommy celine dengan cekatan mengambil piring, mengisinya dengan sedikit nasi juga beberapa macam lauk untuknya makan. sementara Siska hanya menemani mommy celine sambil memakan buah potong yang dia minta pada mbok yati.
"mommy nginap di sini ya beberapa malam, mas Devan entah kapan akan pulang sudah dua hari dia gak telpon Siska." mommy celine menatap menantunya sedih.
"maafkan anak mommy yang kurang ajar itu ya sayang, dia itu persis seperti dady nya yang super sibuk jarang ada waktu untuk keluarga, nanti mommy omelin tuh si Devan, bisa bisanya dia tinggalkan istrinya yang lagi hamil sudah berapa hari Devan pergi nak?" tanya nya sambil mengusap lembut rambut Siska.
"sudah 5 hari mom, katanya dia akan cek proyek yang di Kalimantan," mommy celine terlihat menghela nafasnya.
anaknya itu memang sosok yang sangat bertanggung jawab dengan pekerjaan, Devan juga termasuk orang yang sangat teliliti makan nya dia lebih banyak terjun langsung ke lapangan di banding menyuruh bawahan nya tapi sekarang kondisi istrinya tengah hamil akan sangat bahaya jika terus di tinggalkan.
"ya sudah, mommy akan menginap di sini sampai suami kamu itu pulang, kasian sekali anak mommy ini" selesai makan Siska menghabiskan waktunya bersama mommy celine, dari mulai bercerita, menonton bersama kemudian tidur bersama di kamar tamu.
saat tengah tertidur dengan lelap Siska bermimpi jika tubuh nya melayang.
__ADS_1