
Marco duduk di kursi berhadapan langsung dengan Devan.
"menurut info yang saya dapat kan, tuan Ghaffar Arsalan adalah seorang pimpinan terbesar di perusahaan export import, dia juga seorang ketua mafia yang bertangan dingin dapat menghabisi musuhnya tanpa berurusan dengan hukum, markas mereka sudah berdiri dari 28 tahun yang lalu. tuan Ghaffar Arsalan dia juga mendapat julukan malaikat kematian, karena siapa saja yang sudah berurusan dengan nya tak pernah ada yang bertahan hidup lebih lama" Devan membuka telinga nya lebar lebar dan mendengar kan setiap perkataan yang keluar dari mulut asisten nya.
"satu lagi informasi yang sangat penting, dan saya jamin anda akan sangat tidak menyangka dengan kabar ini" ucapnya Marco menggantung ucapan nya.
"ada informasi apa lagi, jangan membuat tensi ku kembali naik Marco" ucap nya tak sabar.
"tuan Ghaffar adalah ayah kandung jesica, dia memanfaatkan anak nya untuk mendekati anda dan mengambil semua kekayaan milik Nicholas, bahkan sekarang dia sedang menyusun rencana yang baru untuk bisa menghancurkan kita " rahang Devan langsung mengeras, tangannya terkepal kuat menahan emosi yang sudah memuncak.
"Kurang ajar berarti selama ini saya sudah benar benar di bodohi oleh ****** sialan itu" Devan menggebrak meja nya. Sebenar nya apa motif mereka melakukan hal itu, ada kesalahan apa kita sama mereka? " tanya nya dengan heran.
"saya belum mencari tau sampai ke situ tuan, nanti akan saya carikan informasi yang lengkap" ucapnya sambil menunduk.
"Bodoh, lain kali cari informasi dulu yang lengkap baru kasih tau kepadaku, jangan kasih info setengah setengah" ucapnya kesal. Devan pun bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah pintu dan keluar dari ruangan. Marco mengekor dari belakang mengikuti tuan nya yang berjalan dengan cepat.
sampai di tempat yang di tuju Devan berjalan menghampiri client nya yang sudah menunggu di private room dalam restoran terkenal itu.
*****
sementara jesica yang di usir secara tidak terhormat sekarang mengamuk di apartemen miliknya." lihat saja Dev akan ku hancurkan semua keluarga mu, akan ku hancurkan juga rumah tangga mu aku bersumpah Dev aku tak akan pernah membiarkan mu hidup bahagia di atas penderitaan ku"
jesica menatap wajah nya di cermin besar di hadapan nya dia tersenyum menyeringai. jesica meraba pipinya yang masih terlihat bekas tamparan. dia pun mengambil pas bunga yang tersimpan rapi di samping meja riasnya.
prangggg
"akhhhhh" teriaknya.
__ADS_1
_____
"kakak ipar, apa hari ini ada kegiatan? " tanya nya.
"hemmm tidak ada, kenapa? " tanya nya balik.
"mau main keluar gak kita jalan jalan ke mall, dan nonton" ucapnya sambil melihat kakak iparnya menunggu tanggapan.
Siska yang sudah bosan di rumah terus pun langsung mengangguk kan kepalanya dengan semangat dan mata yang berbinar bahagia.
"aku siap siap dulu" ucapnya sambil bangkit dari sopa dan berlari naik ke lantai 2 menuju kamarnya.
momy celine yang melihat kelakuan menantu nya pun mengerutkan dahinya heran, " kenapa dengan kakak ipar mu rel, sepertinya dia sedang bahagia sekali ? "tanya nya penasaran.
" Farel ajak kakak ipar untuk jalan jalan ke mall, gak nyangka kalau dia akan sebahagia itu" ucapnya.
" yes mom, apa momy gak bisa lihat wajah kakak ipar sangat butek gitu, kelamaan tinggal di rumah, Farel lihat kakak ipar itu sosok orang yang bebas tapi momy kekang di sini. sebenarnya ada apa mom, apa kakak ada masalah? momy Celine mengangguk
" ya kakak mu lagi ada masalah, jadi biarkan dia selesaikan dulu masalah nya baru momy akan berikan lagi Siska padanya" ucapnya. Farel mengangguk mengerti.
"boleh kan mom, Farel ajak kakak ipar jalan jalan sebentar? "
"tentu boleh dong" tak lama kemudian terdengar suara langkah yang mendekat ke arah mereka.
"ayo rel aku sudah siap nih" ucapnya dengan sumbringah.
"kalian hati hati di jalan, jangan pulang terlalu larut malam" Siska mencium tangan juga pipi momy Celine.
__ADS_1
"kami pergi dulu ya mom, bye mom" Siska melambaikan tangan ke arah momy Celine yang juga melambaikan tangan kepadanya.
Sesampainya di tempat yang di tuju Siska turun dari mobil nya dan berjalan masuk lebih dulu.
"ayo dong rel aku sudah gak sabar mau nonton" ucapnya gak sabar. Farel menggelengkan kepalanya melihat kelakuan kaka iparnya.
mereka pun masuk kedalam dan naik ke lantai di mana tempat bioskop berada. setelah sampai di sana Siska menunjuk salah satu film yang ingin di tonton nya , tapi film itu tayang pukul 5 sore. akhirnya mereka pun mecari resto untuk mereka makan terlebih dahulu.
selesai makan Farel mengikuti langkah kaki kakak ipar nya yang berjalan ke sana kemari, memasuki toko dari toko yang satu ke toko yang lain nya, menyentuh baju tapi tidak membelinya.
"kak, aku cape apa kaka tidak cape sama sekali? " tanya nya dengan nafas ngos-ngosan.
"ah kamu payah rel, masa gini aja udah cape" Siska tersenyum mengejek.
"kakak dari tadi sudah berapa toko yang di masuki apa tidak ada yang cocok dan mau di beli? " tanya nya lagi, Farel heran dengan kelakuan kakak ipar nya. keluar masuk toko tapi tidak ada satu barang pun yang di belinya ada dia gak punya uang pikir nya. padahal jika Siska ingin mau beli mobil sport mewah pun dia sanggup.
"aku hanya ingin cuci mata bukan ingin belanja rel" ucapnya dengan enteng. Farel membulatkan matanya "apa cuci mata" sungguh aneh bin ajaib kakak ipar nya ini di saat wanita yang lain sangat tergila gila belanja barang yang tidak penting dengan harga pantas tis dia malah hanya ingin cuci mata. Farel menggelengkan kepalanya dengan tingkah kakak iparnya.
waktu nonton bioskop pun sudah tiba Farel mesuk dengan Siska di yang berjalan lebih dulu dengan membawa Popcorn juga minuman untuk teman menonton mereka sore ini. Siska sudah duduk dengan anteng menantikan film nya di mulai.
Sedangkan Farel di sebelah nya sudah mulai gelisah, dia tadi ingin menolak keinginan kaka ipar nya untuk memilih menonton genre horor tapi dia bisa melawan bagaimana menantu kesayangan momy tercinta.
"Kamu kenapa rel, mau pipis ko gelisah terus dari tadi? Tanya nya heran.
" Enggak apa ko kak, santai santai hanya kurang nyaman saja ko" Ucapnya bohong. "apa kamu tau kak aku sebenernya takut mau nonton film horor" batinnya.
saat film sudah mulai keringat dingin mulai mengucur dari dahi Farel beruntung di dalam sana gelap jadi tidak banyak yang tau bagaimana mimik wajah nya Farel sekarang.
__ADS_1
"akhhhhhhh"