
"mas" panggilnya sambil menghadap ke arah suaminya. Devan pun menoleh ke arah Siska dan tersenyum dengan begitu manis.
"ada apa sayang?" tanya nya.
"apa kamu mengetahui sesuatu tentang papa sebelum papa menikahkan aku denganmu?" tanya nya dengan serius. Devan mengerutkan kening nya.
"maksudnya apa?"
"aku menemukan ini dikamar papa" Devan mengambil secarik kertas yang di sodorkan oleh Siska padanya. dengan perlahan Devan membuka dan membacanya, Devan mengerutkan keningnya saat membaca dengan perlahan surat dari papa mertua nya untuk Siska.
"Sepertinya papa sudah merencanakan ini semua mas, aku pikir kamu tahu sesuatu, apa mungkin yang papa katakan waktu itu, adalah ini " ucapnya.
"memang nya papa pernah mengatakan apa sama kamu? " tanya nya lagi.
"papa tidak memberi tahu alasan kenapa papa menjodohkan ku dengan mu mas, tapi papa bilang nanti aku akan mengetahui nya sendiri kenapa papa menjodohkan ku dengan mu" Siska kembali merenung memikirkan teka teki yang papa nya berikan.
"aku tidak mengetahui apa apa tentang hal ini, karena dulu aku menikah dengan mu juga atas kemauan momy, bukan atas kemauanku " ucapnya pelan.
"oh jadi kamu tidak ingin menikah dengan ku?" tanya nya dengan wajah merengut kesal.
"ah tapi aku juga dulu tidak ingin menikah dengan mu karena kata sahabat ku, seorang Devandra Nickolas adalah orang yang kejam, dingin, wajah nya jelek, hitam, pendek, perutnya buncit" ucapnya sambil terkikik geli.
"terus sekarang kamu menyesal menikah denganku?" tanya nya.
"aku tidak menyesal mas, asal kamu tau aku sudah menyukai mu saat pertama kali kita tabrakan di pintu saat mau ke toilet." ucapnya.
"benarkah? Siska mengangguk. " aku pun merasakan hal sama" Devan mendekatkan wajahnya mengikis jarak dengan Siska. saat bibir nya hampir menempel siska menaruh telunjuk nya di bibir Devan.
__ADS_1
"matiin lampu dulu mas, aku malu " ucapnya. Devan sampai geleng geleng kepala padahal barusan suasana nya sudah romantis untuk memulai ciuman pertama nya dengan istrinya.
setelah mematikan lampunya Siska naik lagi ke atas tempat tidur dan menghadap ke arah suaminya yang tengah menatapnya.
"kenapa kamu lihatin aku kaya gitu sih mas, kan aku jadi malu" ucapnya sambil menutup kepalanya dengan selimut.
Devan membuka nya dengan perlahan dan mendekatkan kembali wajahnya. saat bibirnya sudah mau bersatu kembali Siska membuat ulah dengan memalingkan wajahnya, Devan menjadi kesal di buat nya,
istri kecilnya ini sangat tidak bisa di ajak romantis.
"ada apa lagi Siska,?" tanya nya jengkel. nafsu nya yang tadi sudah sangat ingin mencium istrinya seketika menghilang entah kemana.
"aku takut nafas ku bau mas, aku tadi sudah gosok gigi belum yah" ucap nya sambil meniupkan nafasnya ke telapak tangan dan menciumnya. setelah di rasa nafas nya wangi Siska berbalik lagi ke arah Devan yang sudah menutup tubuh juga kepalanya dengan selimut.
"mas, kita jadi ciuman gak nih, aku sudah siap sekarang " Siska menggoyahkan tubuh suaminya.
"tidak jadi, sekarang tidur lah sudah malam" ucapnya dari balik selimut.
"jangan minta maaf, sudah lah kamu tidur kita ciuman kapan kapan kan bisa " Siska kecewa mendengar ucapan suaminya. padahal dia sudah ingin merasakan rasanya ciuman dengan suami tampan nya tapi semua nya gagal karena ulah dia sendiri.
Siska pun menarik selimut nya dan tidur dengan membelakangi suaminya, Devan yang sebenarnya belum tidur pun melihat Siska memunggungi nya dia mendekat dan mendekap erat Siska dari belakang.
*
Pagi harinya siska bangun lebih dulu di lihatnya suami tampan nya masih tidur dengan nyenyak sambil memeluknya dengan erat. Siska tersenyum sambil menatap menikmati ketampanan suaminya.
"sungguh sempurna" ucapnya, setelah di rasa cukup melihat suaminya Siska melepaskan tangan suaminya yang membelit pinggang nya dengan perlahan agar tidak membangunkan Devan yang masih nyenyak tertidur.
__ADS_1
Siska turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya. setelah selesai Siska keluar dari kamar dan langsung turun ke bawah untuk membantu para pelayan membuat sarapan, kebiasaan siska meski selalu di larang tapi dia tetap dengan pendirian nya, gak ada yang bisa melarang keinginan seorang Siska.
"nyonya boleh saya bantu, " tawar seorang pelayan sambil berjalan mendekat ke arah Siska.
"boleh bantu potongin sayur nya saja ya, biar aku yang masak." pelayan itu pun mengangguk dan membantu Siska memotong sayuran yang sudah dia siapkan.
selesai memasak Siska di bantu beberapa pelayan untuk menata makanan di atas meja makan. setelah itu siska naik ke lantai atas untuk membangun kan suaminya dan membersihkan tubuh nya yang tercium bau bawang.
"mas," Siska masuk kedalam kamar di lihat nya Devan sudah tidak ada di ranjang nya. terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi Siska pun melangkah ke arah ruang ganti untuk mengambilkan pakaian suaminya.
saat siska tengah pokus mencari pakaian sebuah tangan besar melingkar di perutnya. Siska pun reflek memutar tubuhnya dan mendongkak melihat wajah suaminya.
Siska terdiam sesaat menikmati ketampanan suaminya yang terlihat lebih berkali kali lipat ketampanan nya saat baru selesai mandi dengan tetesan air mengenai wajah putih nya dari rambut yang masih basah.
"kenapa bengong? Siska masih diam mematung tanpa mengeluarkan kata kata, bahkan matanya saja sepertinya sangat enggan untuk berkedip.
" kenapa kamu sangat tampan mas, momy ngidam apa dulu sampai punya anak seperti mu? Devan terkekeh geli mendengar ucapan istrinya. tanpa aba aba Devan mendekat kan wajah nya dan.
cup
Devan mengecup singkat bibir tipis merah merona milik Siska. Siska yang terkejut membelalak kaget dan membuka mulut nya. melihat ada kesempatan Devan kembali menyatukan bibir nya dengan bibir Siska, dia ******* nya dengan perlahan di rasa Siska sudah terbawa suasana tangan Devan pun sudah tak bisa diam dia menyentuh bagian bagian sensitif Siska sampai mengeluarkan suara merdu yang reflek keluar dari mulut siska.
Devan menghentikan aksi nya, melihat wajah istrinya yang sudah memerah "apa tamunya sudah pulang? tanyanya sambil menatap wajah istrinya. Siska reflek mengangguk mengiyakan.
" boleh? mengerti dengan apa yang suaminya inginkan Siska pun mengangguk tak peduli lagi dengan tubuh nya yang bau bawang setelah selesai masak.
Devan mengangkat Siska dan menggendongnya keluar dari dalam ruang ganti, lalu membaringkan nya di atas tempat tidur. Devan kembali ******* dengan lembut bibir Siska sampai Siska melenguh.
__ADS_1
Tangan Devan sudah tak bisa diam dia melepas kaos yang Siska kenakan menyisakan bra berwarna pink yang membungkus dua buah dada nya. Siska memejamkan matanya menikmati setiap rangsangan yang Devan berikan pada tubuhnya.
selebihnya 𝙨𝙚𝙣𝙨𝙤𝙧 takut gak lulus 😁