
Sore hari Devan juga Siska sudah bersiap untuk pulang kerumah baru mereka. Momy Celine memeluk dengan erat menantu nya. dulu waktu momy Celine memilihkan calon istri istri untuk Devan momy Celine memang menyukai mereka tapi rasa sayang nya tidak seperti kepada Siska.
"Sering sering lah main ke sini sayang momy sudah tua, juga tidak punya teman. Momy sangat senang memiliki menantu seperti mu momy seperti memiliki anak perempuan " Ucapnya sambil berkaca kaca. Siska memeluk erat momy Celine sambil mengusap lembut punggung nya.
"Nanti Siska akan sering main ke sini mom, momy tenang saja yah jarak rumah kita juga tidak terlalu jauh kan" Siska melepaskan pelukan nya dan berjalan ke arah suaminya yang sudah menunggu di dalam mobil sambil melirik ibu juga istrinya yang terus melankolis.
"Sudah selesai berpelukan nya, kaya teletubbies saja" Siska masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan ucapan Devan setelah mendudukan bokongnya Siska memasang sabuk pengaman nya. Siska melambaikan tangan ke arah momy Celine yang masih setia berdiri belum mau beranjak dari tempatnya.
Mobil pun terus melaju melewati gedung gedung tinggi jakarta. setelah 1 setengah jam perjalanan mereka pun memasuki perumahan elit tak jauh beda dari perumahan momy Celine. Setelah melewati beberapa rumah mewah Mobil mereka berhenti tepat di hadapan sebuah gerbang besar juga tinggi berwarna hitam, tin tin tin Devan meng klakson pengawalnya gerbang tinggi itu pun terbuka nampak lah istana berdiri dengan mewah di hadapan mereka . Devan kembali menjalankan mobilnya masuk kedalam rumah mereka.
Setelah memarkirkan mobilnya di depan pintu utama Devan langsung keluar dari mobil dan memberikan kuncinya pada pengawal untuk memasukan mobil nya ke garasi.
Siska keluar dari mobil setelah salah satu pengawal membuka kan pintu untuknya dia pun mengekor mengikuti langkah kaki suaminya.
" Tuan kamar ku di mana? " Tanya nya dengan polos. Tanpa banyak bicara Devan melangkah kan kakinya menuju salah satu kamar yang bersebrangan dengan kamar miliknya.
"Ini kamar mu, jangan pernah masuk kedalam kamar ku tanpa persetujuan ku, dan jangan pernah kepo dengan masalah pribadi ku" Ucapnya dingin.
"Oke, aku mengerti" Siska memasuki kamar nya dan menutup pintunya tepat di hadapan Devan.
Setelah memastikan siska masuk Devan langsung pergi menuju kamarnya.
"Marco tunggu saya di ruang kerja sebentar lagi saya akan ke sana ada masalah yang ingin saya bicara kan" Ucapnya dalam sambungan telepon .
____
Di sebuah club malam terlihat seorang wanita cantik dengan pakaian minim nya tengah asyik menggoyang kan tubuh nya mengikuti alunan musik yang memekakkan telinga dengan seorang laki laki yang terus memeluk erat pinggang ramping nya.
"Belum lelah baby? " Tanya nya.
__ADS_1
"Sebentar lagi honey, kapan lagi kita senang senang seperti ini" Ucapnya sambil mengalungkan tangan nya ke leher sang laki laki.
"Sudah baby, ayok kita duduk " Jesica yang sudah kelelahan menggoyang kan tubuh nya pun langsung menurut saat tangan nya di tarik untuk duduk di sopa.
"Minta minum honey haus" Ucapnya manja dengan sigap laki laki itupun memberikan air mineral untuk jesica minum karena tadi jesica sudah terlalu banyak minum minuman beralkohol.
"Baby, kapan kamu akan putusin si Devan dan menikah dengan ku, sudah jelas jelas orang tuanya menolak mu mentah mentah " Ucapnya dengan mengelus lembut rambut panjang jesica.
"Sabar Daniel, semua butuh waktu aku harus bisa menjadi istrinya supaya aku bisa menguasai seluruh kekayaan nya" Jesica menatap Daniel dengan tatapan sayu, tangan nya dengan erat memeluk pinggang Daniel.
"Tapi sampai kapan, menunggu Devan untuk bercerai kembali dengan istri nya? Aku gak jamin kalau dia akan bercerai kembali dengan istrinya yang kelima itu" Ucap Daniel dengan yakin.
"Kenapa kamu begitu yakin honey, Devan itu sangat tergila gila padaku, dia tidak mungkin mau menghianati ku" Ucapnya dengan percaya diri.
"Kita lihat saja nanti baby" Daniel lansung menyambar bibir mungil jesica ********** dengan penuh gairah. "Baby aku sudah tidak tahan kita pergi sekarang yah" Jesica pun mengangguk setuju karena dia pun merasakan hal yang sama nafsu nya sudah tidak bisa dia tahan.
hal itu membuat jesica muak sampai dia mencari pelampiasan dengan selingkuh bersama Daniel , dari Daniel lah jesica bisa mendapatkan kepuasan batin meski dengan cara yang salah.
______
setelah membersihkan tubuhnya Devan keluar dari kamarnya, dilihat nya kamar siska masih tertutup rapat dengan lampu menyala menandakan kalau penghuni nya belum tidur, Devan pun langsung menuju ke ruang kerja nya dimana Marco sudah menunggunya di sana.
"selamat malam tuan" sapa Marco sambil membungkukan tubuhnya.
"hmmm, ada kabar apa saja yang kamu bawa?" tanya Devan langsung pada intinya.
"Di kantor semua berjalan dengan semestinya tuan, anda tidak perlu risau kalau anda masih ingin menikmati masa masa pengantin baru anda" ucap Marco sambil menatap tuan nya. Marco juga Devan sudah berteman sejak kecil tapi sempat terpisah beberapa tahun sampai akhirnya mereka di pertemukan kembali dan menjadikan mereka dekat lagi seperti dulu.
"tidak usah membahas masalah yang lain," ucapnya dingin. " Bagaimana apa sudah ada perkembangan tentang masalah yang satu itu ? " Tanya nya.
__ADS_1
" Belum ada tuan, sepertinya ada orang dalam yang turut ikut campur sampai membuat kita jadi kesusahan untuk mencari titik permasalan nya." Devan menghela nafas nya dengan berat.
"nanti kamu cari tau lebih detail lagi siapa orang yang berani macam macam di perusahaan dady sampai membuat perusahaan rugi besar" ucapnya dengan amarah yang sudah memuncak.
"baik tuan, tapi kita harus hati hati kita tidak bisa gegabah orang itu sangat licik" Devan mengangguk mengerti.
"ada masalah apa lagi? bagaimana keadaan anak anak di markas? "
"hemmm, sebenarnya tidak ada masalah yang begitu berat hanya saja sekarang ada salah satu orang yang berusaha menyusup ke markas kita, seperti nya dia orang suruhan" ucap Marco. Devan mengernyit kan kening nya heran.
"penyusup? tanya nya dengan senyum iblis nya. " baiklah saya akan datang ke markas besok untuk menemui penyusup itu, persiapkan dia untuk ku sudah lama saya tidak mematahkan leher orang" ucapnya dengan kejam.
Selain pengusaha sukses Devan juga seorang ketua mafia kejam, dengan nama kartel sinaloa selain untuk menjaga dirinya sendiri dari serangan musuh devan juga memberantas kejahatan dan kecurangan yang di lakukan oknum tidak bertanggung jawab.
tok
tok
tok
ceklek
pintu terbuka Siska menyembulkan kepalanya melihat ke Arah dalam, Devan dan Marco langsung melihat ke arah Siska yang hanya terlihat kepalanya saja.
"apa yang kamu lakukan di sana? " tanya Devan, Siska hanya nyengir kuda.
"sudah waktunya makan malam tuan, aku tidak mau makan sendiri "
mohon maaf para pembaca masih terlalu banyak typo karena kadang HP nya suka eror ngetik apa jadinya apaðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1