Istri Tengil Ceo Dingin

Istri Tengil Ceo Dingin
Bab 71


__ADS_3

"sayang" Tak mau mendengar ucapan suaminya Siska meneguk kopi yang di berikan oleh kapten Varo untuknya sampai hanya tersisa ampasnya saja.


Setelah menghabiskan kopi yang di inginkan nya Siska memberikan gelas kosong itu pada pramugari yang setia menunggu nya di sana.


"Terima kasih, rasanya tubuhku sudah jauh lebih baik" ucapnya sambil tersenyum. Siska menatap sang suami yang berwajah masam "kamu kenapa mas?" tanya nya polos.


Devan tak menyahut dia malah melihat ke arah Berlawanan dengan siska, jujur Devan begitu kesal dengan istrinya yang mau meminum kopi bekas orang lain apalagi orang itu adalah seorang laki laki.


"mas, apa kamu marah?" tanya siska sambil memeluk suaminya.


"tau aku marah masih saja bertanya " ucapnya ketus.


"maaf mas, tadi aku begitu ingin minum kopi yang di pegang kapten Varo, maaf ya sayang" laki laki mana yang tak luluh saat istrinya membujuk dan merayunya dengan kata kata mesra. Devan membalikan tubuhnya dan menatap sang istri sambil tersenyum.


"coba ulangi tadi panggil apa?" tanya nya sambil tersenyum manis.


"hah, panggilan yang mana yang harus di ulangi?" tanya balik siska.


"yang barusan itu loh" ucapnya.


"yang mana mas" siska sengaja mempermainkan suaminya, entah kenapa melihat wajah kesal suaminya menjadi kan mood booster untuk siska saat ini. Dan entah kenapa mood Devan pun mudah sekali berubah ubah, seperti sekarang dia sudah mulai merajuk kembali.


"iya iya sayang, jangan merajuk dong jelek tau kalau kamu merajuk seperti ini" siska mentoel toel pipi suaminya yang sekarang mulai tersenyum kembali. karena perjalanan yang lumayan jauh dan masih akan memakan waktu cukup lama, Devan juga siska pun tertidur dengan begitu lelap.


____


Setelah perjalanan yang memakan waktu cukup lama juga melelahkan kini Siska juga Devan sudah sampai di hotel yang akan mereka tempati sementara sebelum mereka memberikan kejutan pada momy celine.


"mandi dulu sayang, nanti baru istirahat " Siska membuka matanya, dia sudah merebahkan Tubuhnya lebih dari setengah jam lamanya. Devan yang baru keluar dari kamar mandi pun menghampiri istrinya yang masih betah rebahan.


"mandi dulu," ucapnya lagi. Siska menatap suaminya yang masih belum mengenakan pakaian dan hanya mengenakan handuk yang menutup bagian sensitif nya saja.


"kenapa lihatin mas seperti itu?" Devan tersenyum melihat Siska yang yang menatap nya tanpa berkedip.

__ADS_1


"kamu tampan mas, apalagi kalau habis mandi gini ketampanan nya bertambah berkali kali lipat" ucapnya sambil menyentuh dengan lembut jakun suaminya yang terlihat naik turun. Dan entah siapa yang memulainya lebih dulu, kasur yang tadinya tertata rapi sekarang sudah berantakan bekas pertempuran Devan juga Siska.


"sayang, kamu buat mas harus mandi lagi, padahal baru saja selesai mandi" ucapnya terkekeh.


"siapa tadi yang mulai nyosor duluan?" tanya Siska.


"siapa tadi yang mancing mancing ular tidur untuk bangun?" tanya nya balik.


" jelas jelas tadi kamu yang nyosor duluan, aku mah pasrah aja" ucapnya..


"kamu pasrah karena pengen juga kan, akhirnya kamu juga nikmatin" ucapnya tanpa di saring.


bughhh


bughhh


bughhh


Siska memukul suaminya dengan bantal, sampai membuat Devan terkekeh. setelah puas memukul suaminya siska pun turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena keringat juga sisa sisa cairan percintaan mereka.


Siang hari ini Siska juga Devan sudah berada di dalam ruangan yang akan di sewa nya untuk membuat kejutan untuk momy celine dan Dady Mario.


"hoekk, hoekkk" siska kembali ingin memuntahkan isi perutnya.


"sayang apa kamu mual lagi?" tanya Devan, siska mengangguk kan kepalanya. wajahnya pun kembali terlihat pucat.


"kita ke rumah sakit saja yah, seperti nya maag kamu kambuh lagi," ucapnya.


"enggak mau mas, gak usah aku gak apa " ucapnya pelan. "hoekkk, hoekkk," siska berlari ke arah toilet dan memuntahkan kembali semua makanan yang tadi di makan nya. Dengan telaten Devan memijat tengkuk istrinya untuk meredakan rasa mual.


"rasanya mual banget mas" ucapnya.


"kita kerumah sakit saja yah, biar urusan di sini sudah ada yang mengurus nya " Siska pun akhirnya mengangguk, dan pasrah mau ikut dengan suaminya ke rumah sakit.

__ADS_1


Devan membantu Siska masuk kedalam mobil, setelah dia masuk Devan melajukan nya untuk segera ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit Devan membantu Siska turun dari dalam mobil dan masuk kedalam rumah sakit. Devan yang memiliki paman seorang dokter dan bertugas di rumah sakit ini jadi memudahkan nya untuk masuk, Devan langsung masuk kedalam ruang praktek dan menemui paman nya. Devan masuk sambil membantu Siska yang berjalan dengan tubuh yang lemas, diantar oleh seorang perawat.


"Hai Dev, tumben kamu datang ke sini ada apa?" tanya nya. "oh iya, ini siapa Dev?"


"tolong periksa istri Dev paman, istri Dev mual mual dan terus muntah sampai lemas" ucapnya dengan khawatir.


paman Julio menatap siska yang terlihat pucat dan tak bertenaga.baru menatap nya saja paman Julio sudah bisa menebak apa yang terjadi dengan siska.


"harus nya kamu bahagia dengan keadaan istri mu Dev, bukan nya malah khawatir seperti ini" Devan melotot mendengar ucapan paman nya.


"maksud paman apa, Mana bisa Dev bahagia melihat istri Dev sakit, paman ini bagaimana" ucapnya kesal. paman julio hanya geleng geleng kepala kemudian menyuruh siska untuk berbaring di atas ranjang khusus pasien.


paman Julio membisikan sesuatu dengan perawat setelah mendengar perintah dokter perawat itu pun keluar , dan tak lama kemudian kembali dengan membawa beberapa peralatan untuk memeriksa siska.


Devan yang tak tau apa apa pun hanya diam melihat paman nya memasang beberapa alat untuk memeriksa kondisi siska. "banyak sekali alat nya paman, apa sakit yang di derita istri Dev begitu parah?" tanya nya polos.


"sudah, kalau tidak tau diam saja, kamu hanya tau tentang berkas bisnis, tidak akan mengerti tentang kedokteran" ucapnya. Devan mendengus kesal, memang begini kalau sudah bertemu dengan paman nya mood Devan akan sangat mudah hancur.


"maaf, boleh di angkat sedikit bajunya" Siska mengangkat sedikit bajunya sampai permukaan kulit mulus bagian perutnya terlihat, dengan secepat kilat Devan kembali menurunkan baju istri menutup perut siska.


"mas, kamu apa apan sih, kan kamu yang suruh aku buat periksa" ucap siska kesal.


"paman mau periksa siska kan, kenapa harus mengangkat bajunya?" Devan menatap tajam sang paman yang terkekeh di buatnya.


"kamu sama persis dengan Dady mu Dev" ucapnya.sambil geleng geleng kepala. "paman kan mau periksa istri mu, mau menunjukan hal istimewa untuk mu, jangan cemburu begitu paman tidak akan menyentuh kulit istri mu tenang saja" ucapnya lagi.


"tidak, Dev tidak setuju "


"mas, sayang " siska pun mengeluarkan jurus pamungkas nya. setelah perdebatan yang lumayan panjang Devan pun menyerah dan akhirnya mengijinkan siska mengangkat sedikit bajunya.


paman Julio menuangkan sedikit jel di atas permukaan kulit perut siska yang langsung membuat siska berasa kedinginan di area perutnya. paman Julio mulai menggeser geser alat dan tatapan nya fokus dengan layar di hadapan nya.


"nah kan, ketemu lihat lah Dev, itu adalah hasil kerja keras kalian selama ini " Devan juga siska yang tak tau apa apa pun hanya saling pandang lalu melihat ke arah layar yang di tunjuk oleh paman Julio.

__ADS_1


"itu apa paman?" tanya Devan dengan polosnya.


__ADS_2