ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Terbakar Emosi


__ADS_3

"Kita mau kemana?" tanya Jelena.


"Apartemen Agung." jawab Sofia.


"Apartemen Agung? Ya ampun, nanti kamu kena marah pamanmu." Jelena semakin tak enak.


"Tenang saja, aunty. Agung orangnya baik. Kalau kita ke rumah paman Rian, pasti uncle akan mudah menemukan kita di sana. Biar saja uncle kelimpungan mencari kita." kata Santi nampak sedikit emosi. Ia melingkarkan tangannya di lengannya Jelena lalu memejamkan matanya.


Mereka pun tiba di apartemen Agung. Cowok itu nampak sudah menunggu mereka di depan apartemennya karena memang untuk akses masuk ke dalam apartemen ini cukup ketat.


"Sayang....!" Agung langsung memeluk Sofia saat dilihatnya gadis itu menangis dengan mata yang cukup sembab.


"Hallo Agung." Sapa Jelena.


"Hallo aunty Nana." Sapa Agung sedikit kikuk karena sebenarnya usia dia lebih tua dari Jelena.


Santi mengkerucutkan bibirnya.


"Ada apa?" tanya Jelena berbisik.


"Asyik ya punya pacar. Saat sedih langsung deh dipeluk."


"Eh...., anak kecil." Jelena melotot ke arah Santi. Gadis berusia 17 tahun itu langsung tertawa dan menggandeng tangan Jelena.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam apartemen. Agung yang hari ini off kerja, sudah menyiapkan sarapan untuk mereka. Walaupun sebenarnya ketiga perempuan itu nampak tak lapar namun mereka menghargai semua kebaikan Agung dan menikmati sarapannya itu.


Apartemen Agung adalah apartemen satu lantai dengan 2 kamar tidur. Mereka bertiga diantarkan ke kamar tamu. Tempat tidurnya besar dan cukup untuk mereka bertiga.


Jelena langsung beristirahat karena ia memang sangat lelah. Ia juga masih merasakan perih di inti tubuhnya. Bayangan percintaan mereka tadi malam sebenarnya sangat menganggu gadis itu. Wajah Adras, sentuhan dan wangi tubuh pria itu seakan tak mau pergi.


Santi dan Sofia menatap Jelena yang nampak sudah terlelap.


"Kak, kita harus bagaimana?"


Sofia mengusap punggung adiknya. "Kita yang mendorong aunty Nana untuk membuat uncle Adras bisa tidur dengannya. Kita yang mengajari dia untuk menggoda uncle walaupun sebenarnya aunty Nana nggak mau. Aku tahu, aunty melakukan ini sebagai balas jasa atas semua pertolongan kita kepadanya. Namun ia telah merelakan harga dirinya, kesuciannya. Walaupun pengakuan uncle bahwa dia memang adalah seorang gay, namun aku sangat yakin, uncle akan sembuh dengan kebaikan dan ketulusan aunty Nana."


Santi mengangguk. "Bagaimana kalau uncle tak memaafkan kita?"


"Siapa bilang uncle tak akan memaafkan kita? Dia pasti akan merindukan kita."


Santi memeluk kakaknya. Ia bahagia memiliki kakak yang sangat pengertian, dewasa dan selalu menyayanginya.


*********


Adras memasuki kamar dengan perasaan yang tak menentu. Ia melirik ke arah ranjang dan melihat bahwa seprei sudah diganti.


Semalam Adras memilih tidur di hotel. Namun kenyataannya ia tak bisa tidur. Pikirannya kacau.

__ADS_1


"Adras....!" Melisa mengetuk pintu dan langsung masuk.


"Ada apa?"


Marlisa mendekat. "Kamu nggak sarapan?"


"Aku ingin istirahat."


"Baiklah. Oh ya, baguslah kalau kamu menghukum mereka. Jelena sudah menipumu bersama Santi dan Sofia. Kali ini tindakan mereka sudah keterlaluan."


Adras hanya mengangguk.


"Istirahatlah." Marlisa segera meninggalkan kamar Adras.


Perlahan Adras membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Namun entah kenapa ia seperti mencium bau parfum Jelena. Cowok itu dengan cepat bangun dan memeriksa bantal yang dipakainya. Ini memang adalah bantalnya. Yang Adras tahu, kalau Jelena tidur, ia tak suka menggunakan bantal kepala. Ia hanya memeluk guling dan bantal kepalanya dijadikan pembatas diantara diantara mereka. Adras mengambil bantal kepala yang satunya lagi. Saat ia menciumnya, ternyata bau seperti parfum Jelena juga. Parfum ini dibeli Jelena saat mereka bulan madu di Venesia.


Adras pun turun dari tempat tidur. Ia segera berpindah ke sofa. Ia mencoba membaringkan tubuhnya di sana. Namun, baru saja Adras akan tidur, ia mendengar ponselnya berbunyi. Saat melihat nama Mike, Adras jadi ingat kalau ia berjanji akan ke apartemen hari ini. Namun pikiran Adras sedang kacau. Apalagi hatinya menjadi resah karena baru kali ini Santi dan Sofia melawannya.


Adras pun mengabaikan panggilan itu. Ia bahkan membuat nada dering ponselnya menjadi silent. Ia benar-benar butuh tidur saat ini.


*******


Jelena melihat Sofia dan Agung yang sedang duduk sambil jari mereka bertautan. Suatu pemandangan yang manis. Indahnya masa pacaran


Saat sedang sedih, ada kekasih yang menemani. Jelena sebenarnya pernah memimpikan saat-saat indah seperti ini. Seperti yang ia lihat di drama-drama Korea. Sangat menyenangkan.


"Aunty, kok melamun?" tanya Santi.


"Nggak sayang. Hanya aunty agak sakit kepala. Kamu sudah makan? Pacar Sofia itu ternyata jago masak, lho. Tadi aunty mau bantu tapi dia nggak mau."


Santi menatap kakaknya. "Kak Sofia manja karena memang kami selalu dimanjakan oleh uncle. Beruntungnya dia mendapatkan pacar yang pengertian, dewasa dan romantis seperti kak Agung. Bayangkan saja, dalam sehari, jika kak Agung nggak bertugas, mereka bisa teleponan atau saling mengirim pesan sampai puluhan kali."


Jelena menatap Santi. "Pilihlah lelaki yang baik jika ingin pacaran. Bukan hanya wajahnya yang tampan atau dompetnya yang tebal. Tapi juga lelaki yang takut Tuhan. Orang kalau takut Tuhan, pasti dia tak akan macam-macam dengan kamu."


"Apakah sebelumnya aunty pernah pacaran?"


"Belum pernah."


"Uncle adalah lelaki pertama dalam hidup aunty?"


Jelena mengangguk.


Santi langsung memeluk Jelena. "Maafkan aku dan kakak ya? Karena kami terlalu memikirkan apa yang orang katakan tentang uncle dan mendorong aunty untuk melakukannya."


"Aku melakukannya dengan tulus karena aku merasa sudah menyayangi kalian."


Agung dan Sofia yang melihat Jelena dan Santi saling berpelukan pun nampak terharu.

__ADS_1


"Itulah salah satu hal yang membuat aku menyayangi aunty Nana. Dia sangat mengerti isi hati kami. Mungkin karena usia kami yang hampir sama. Namun dia orangnya sangat dewasa." Kata Sofia.


"Ya. Aku saja yang baru mengenalnya dapat merasakan kalau dia orang baik."


"Sekarang dia menjadi orang jahat di mata uncle karena aku."


Agung mengusap punggung Sofia. "Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Semua ini terjadi atas ijin Tuhan, kok. Mungkin ini cara Tuhan untuk menyembuhkan kapten kalau memang dia punya penyimpangan."


"Karena ingin mencari tahu tentang kehidupan uncle, kita pun akhirnya dekat."


Agung menatap kekasihnya. "Aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama melihatmu datang ke acara HUT maskapai setahun yang lalu. Namun waktu itu kamu agak mirip uncle mu. Mahal senyumnya."


Sofia tertawa. "Waktu itu aku sebenarnya sudah suka padamu juga. Namun pura-pura jual mahal agar tak dianggap murahan."


Keduanya pun tertawa bersama. Agung begitu menyayangi Sofia. Walaupun sebenarnya ia sedikit tegang saat Adras akan tahu kalau di apartemennya 3 wanita ini tinggal.


*********


Adras sebenarnya paling malas membuka medsos nya. Karena semua akunnya di buat oleh Sofia. Namun kali ini ia ingin tahu dimana kedua ponakannya itu berada.


Sudah 3 hari semenjak kepergian mereka dan tak ada kabarnya.


Adras baru saja tiba di Kuala Lumpur dan masih ada waktu 2 jam sebelum ia terbang kembali ke Jakarta.


"Kapten, apakah anda butuh sesuatu?" tanya Putri sambil mendekat.


"Tidak."


Mereka memang ada di salah satu cafe yang ada di bandara jnj, tempat para kru pesawat biasanya makan dan beristirahat.


Adras melihat postingan Sofia yang baru saja dibagikannya 20 menit yang lalu.


Ada foto mereka yang sepertinya di sebuah restoran. Adras terkejut karena melihat di sana ada juga Surya yang duduk bersebelahan dengan Jelena. Mereka berempat nampak tersenyum bahagia.


Makasi uncle Surya atas traktirannya.


Adras langsung emosi membaca caption itu. Dadanya terasa panas saat melihat Surya ada diantara mereka.


Apakah mereka tinggal di tempat Surya? Apakah Surya yang menolong mereka?


Adras menjadi gelisah. Ia tak ingin. Surya ada dalam kehidupan mereka. Tidak! Surya bisa membongkar masa lalu Adam yang kelam karena pria itu memang sangat licik.


*******"


Bagaimana kisah ini berlanjut?


MERRY CHRISTMAS EVERY ONE

__ADS_1


__ADS_2