
Ketika pesawat sudah mendarat dan Adras menyelesaikan semua tugasnya, ia pun segera ke hotel. Adras mandi dan berganti pakaian lalu ia naik taxi menuju ke perusahaan tempat Jelena bekerja.
Semua informasi tentang Jelena sudah Adras dapatkan dari detektif yang di sewanya.
Waktu masih menunjukan pukul 4 lewat 40 menit. Berati masih 20 menit lagi baru Jelena akan pulang.
Tempat tinggal Jelena hanya berdekatan dengan perusahaan tempatnya bekerja. Kata detektif itu, Jelena selalu berjalan kaki saat datang ke kantor begitu juga saat ia akan kembali ke apartemennya.
Sudah hampir sebulan Jelena datang ke Seoul. Dan Adras memang sangat merindukan istrinya itu. Pengadilan memang sudah melayangkan surat panggilan untuk proses perceraian mereka tapi Adras tak datang di persidangan pertama karena ia memang tak ingin bercerai dengan Jelena.
Sambil menunggu Jelena pulang, Adras duduk di sebuah cafe yang ada tepat di depan kantor Jelena. Ia memesan kopi dan sepotong kue sambil matanya tak lepas dari pintu kantor itu.
***********
Ada yang bilang, obat rindu adalah bertemu. Namun jika bertemu lalu berpisah kembali, bukankah rindu akan kembali datang?
Jelena menatap keluar jendela kaca tempatnya bekerja. Ia bersyukur karena Jun membantunya sehingga ia bisa bekerja di perusahaan milik kakak dari Jun. Ini adalah impian Jelena. Ia sangat suka dengan Korea dan semua yang ada di dalamnya. Ia bahkan belajar bahasa Korea selama hampir 6 bulan semenjak ia mengalami kecelakaan. Kini ia berada di kota impiannya. Seharusnya ia merasa senang namun seperti ada yang membuatnya gelisah dan selalu ingin pulang ke Jakarta. JELENA MERINDUKAN ADRAS.
Rasa rindu itu telah membuat Jelena sadar bahwa ia mencintai pria itu.
Setiap malam, Jelena membasahi bantalnya dengan air mata. Ia diam-diam membuka akun media sosial Adras hanya sekedar karena ingin melihat foto Adras. Karena semua foto Adras di ponsel lamanya yang sudah ia kembalikan pada Adras.
Di perusahaan ini, ada beberapa orang Indonesia yang juga bekerja. Kebanyakan dari mereka adalah saudara jauh Jun. Ada satu yang sudah akrab dengan Jelena. Namanya Ayu.
"Hei ..., melamun saja!" sapa Ayu sambil menepuk pundak Jelena.
"Ayu. Kamu mengagetkan aku saja." ujar Jelena sambil mengusap dadanya.
"Mau kopi?"
"Boleh."
Ayu meletakan segelas kopi di depan Jelena. "Beli dari cafe depan ya?"
"Iya. Kebetulan bos meminta saya untuk membelikan untuknya. Dia bilang lebihkan 2 untuk kamu. Makanya aku bagi."
"Wah, kamu memang yang paling baik."
Ayu menarik kursi dan duduk di depan meja kerja Jelena. Ia menyesap kopinya sambil tersenyum. "Tadi, saat membeli kopi di cafe, aku melihat ada seorang cowok ganteng yang sedang duduk sendirian. Kalau dilihat dari tampangnya sih agak bule gitu. Tapi saat mendengar ia menelepon, aku kaget karena ia menggunakan bahasa Indonesia. Sangat fasih."
"Oh ya? Tumben kamu tertarik dengan tampang bule?"
__ADS_1
"Soalnya bule yang satu ini berbeda. Aku sepertinya pernah melihat dia di mana gitu. Oh ya, kayak pilot yang menyelamatkan pesawatnya dengan mendarat di jalan raya."
"Adras Permana?"
"Ya. Kok kamu tahu sih?"
Wajah Jelena langsung menjadi merah. "Dia kan sangat viral waktu itu. Aku melihat di TV. Kan dia diwawancara hampir di semua stasiun TV yang ada."
"Ia juga sih. Yang ku dengar kalau pilot itu sudah menikah namun aku tak pernah melihat istrinya. Apakah jangan-jangan mereka sudah bercerai? Ih, sungguh bodoh wanita yang meninggalkan kapten tampan itu."
Jelena menarik napas panjang lalu menelan salivanya yang terasa pahit. Andai kan kau tahu...
"Ya. Wanita itu memang sangat bodoh." ujar Jelena seolah sedang mengatasi dirinya sendiri.
Mereka kini sudah selesai dengan kopinya. Tak lama kemudian, waktu pulang pun tiba. Jelena segera membereskan mejanya lalu keluar dari kantor. Di depan kantor ia sempat menoleh ke arah cafe kopi itu. Benarkah ada pria di sana yang mirip Adras?
Jelena pun menggelengkan kepalanya saat kata hatinya meminta dia untuk masuk saja ke dalam cafe.
Perlahan Jelena meninggalkan kantornya untuk segera kembali ke apartemennya. Tak sampai 10 menit, Jelena Segera tiba di apartemennya. Apartemen ini tergolong murah. unit Jelena ada di lantai 3.
Namun, baru saja Jelena akan membuka pintu......
Jelena membalikan badannya.
"Adras?"
*********
Elina memasuki ruang kerja. Ia terkejut melihat ada buket bunga mawar di sana.
Siapa yang mengirimnya? Bukankah tadi di kampus ia juga sudah mendapatkan bunga dari Jeff?
Elina pun mengambil kartunya dan terkejut saat membacanya kalau itu dari Jeff.
Tak lama kemudian ponsel Elina berbunyi.
"Hallo cantik."
"Uncle Jeff?"
"Kau suka bunganya?"
__ADS_1
"Ya. Aku suka. Terima kasih."
" Bolehkah malam ini kita makan di luar?"
"Aku dinas malam."
"Kalau begitu makan sore sana."
Elina tertawa. Sudah 3 hari ini Jeff selaku mendekati nya dengan cara yang berbeda-beda. Elina senang saat tahu kalau pria itu mengejarnya.
"Baiklah. Aku tunggu jam 4 sore di rumah sakit."
"Baiklah sayang....!"
"Kok sayang sih?"
"Baiklah istriku."
"Uncle Jeff.....!" Wajah Elina menjadi panas. Jeff memang sedikit gombal tapi entah kenapa Elina suka dengan gombalannya.
*********
Sofia menghapus air matanya. Ia sudah mengumpulkan semua barang pemberian Agung dan akan membuangnya. Ia kemudian keluar dari rumah dan berkendara seorang membuang sampah itu. Sofia memarkir mobil tak jauh jembatan. Ia kemudian mengeluarkan kantong plastik dan membawanya ke dekat pagar jembatan. Ia kemudian melemparkan kantong plastik berisi barang-barang itu. Namun sayangnya kantong plastik itu tersangkut pada dahan pohon yang ada di pinggir sungai. Sofia terpaksa naik ke atas pagar besi itu untuk menjatuhkan kantong plastik dari sana. Namun sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkar di perut ratanya dan menarik Sofia dari sana.
"Aku mohon, jangan bunuh diri."
Sofia terkejut. Ia segera berbalik untuk menegur pria yang sudah kurang ajar memeluknya tanpa ijin.
Mata Sofia langsung terbelalak saat ia mendapat seraut wajah tampan, bermata biru, persis sama dengan aktor kesukaan Sofia di babang Chris Evans.
"Are you ok?" tanya cowok itu. Sofia pun pingsan.
********
Hallo semua
semoga sehat selalu
terus dukung emak ya guys
maaf bab ini pendek. Emak banyak kegiatan hari ini.
__ADS_1