
Sudah 5 bulan Adras bekerja di maskapai yang sama tempat Anita bekerja. Adras juga baru tahu kalau maskapai itu adalah milik orang tua Anita dan ayah mertua Anita juga adalah salah satu pemilik saham terbesar di maskapai itu.
Adras dan Anita sepakat merahasiakan hubungan mereka. Namun Anita yang tipe pencemburu meminta Adras agar menjadi pria dingin sehingga tak ada wanita yang berani mendekatinya. Bahkan dari mulut Anita-lah tersebar gosip bahwa Adras adalah penyuka sejenis.
Awalnya Adras agak marah namun Anita dengan rayuannya meyakinkan Adras bahwa itu semua ia lakukan agar tak lepas kontrol di depan banyak orang bila ada perempuan yang menggoda Adras.
Makanya Adras membentuk pribadinya sebagai lelaki yang dingin. Konsentrasinya dalam hidup ini ada 3 hal. Mencintai Anita, menjadi pilot terkenal dan menjaga kedua ponakannya.
Karir Adras dengan cepat naik di maskapai itu. Jadwal penerbangannya yang padat, membuat ia dengan cepat juga menjadi kapten diusia yang paling muda.
Hubungan Adras dan Anita sudah terjalin selama bertahun-tahun dan itu ternyata diketahui oleh Mike.
********
Adras yang baru keluar dari kamar Anita, terkejut melihat Mike yang baru saja masuk dari
pintu depan. Mereka pun saling bertatapan dengan dingin amun Mike hanya tersenyum melihat wajah Adras yang gugup. "Mana Anita?"
"Sedang mandi."
"Aku bisa menebaknya, kalian baru saja selesai bercinta kan? Anita memang wanita yang menggiurkan. Dia sangat pintar menyenangkan pria di atas ranjang. Apakah kamu tahu, kalau dia pernah melewati one night stand dengan sepupunya?"
"Apa maksud kamu?" Adras jadi tak senang mendengar perkataan Mike. Namun pria itu dengan santainya, duduk lalu mengeluarkan sebatang cerutu dari kantong jas yang dipakainya.
"Ada sepupu Anita yang sangat sayang padanya. Namanya Surya. Memang sih mereka bukan sepupu kandung karena Ibu Surya bukan adik kandung ayahnya Anita. Aku tahu kalau Surya sejak awal menyukai Anita. Sayangnya, Anita justru setuju dijodohkan dengan aku. Suatu malam mereka mabuk dalam perayaan ulang tahun Surya. Di apartemen ini, aku menemukan mereka sedang tidur bersama tanpa ada sehelai benang pun yang mereka pakai."
Pintu kamar terbuka. Nampak Anita keluar. Ada handuk yang masih membungkus kepalanya. Ia menggunakan sebuah daster rumahan.
"Sayang, bahkan hanya dengan menggunakan daster pun kau terlihat sangat menarik." ujar Mike membuat Adras menyimpan rasa cemburu yang sangat dalam.
Anita menatap Mike. "Apa yang kamu lakukan di sini? Bukankah kita sudah sepakat kalau aku tak akan pernah melarang kamu dengan siapapun kamu akan berhubungan dan kamu juga tak akan menganggu hubunganku dengan Adras?"
Mike mengangguk. "Namun sesekali aku juga ingin bermain dengan mu, sayang. Atau bisa juga kita main bertiga."
"Hei.....!" Adras sudah tak tahan. Ia mengacungkan jari telunjuknya kepada Mike.
__ADS_1
Anita langsung menahan tangan Adras. "Sabar sayang. Jangan terpancing dengannya."
"Anita sayang, mamaku minta cucu. Kalau tidak, maka saham miliknya justru akan diberikannya pada adikku." ujar Mike.
"Kamu tahu kalau ada masalah di indung telurku. Aku tak bisa hamil."
Mike tersenyum. "Kita akan berobat ke Amerika. Salah satu temanku di sana memiliki klinik yang khusus menangani masalah pasangan yang ingin punya momongan. Aku sudah mengaturnya. Dan kita mendapatkan jadwal 5 bulan dari sekarang. Kita harus tinggal di Amerika selama 1 bulan untuk proses pembuatan bayi tabung."
"Aku tidak mau. Kalau pun aku ingin punya anak, aku ingin memiliki nya dari Adras dan bukan darimu." tolak Anita tegas.
Mike mengangkat bahunya. "Terserah padamu. Jika kau tak mau menuruti maka bersiaplah untuk kehilangan warisanmu. Karena menurut surat perjanjian yang sudah kita sepakati, bahwa ketika kita bercerai, maka semua saham mu jatuh ke tanganku." Mike langsung berdiri. Ia menatap Adras. "Masa depan mu juga ada di tanganku, Adras. Aku bisa membuatmu di pecat dari maskapai ini dengan mudah. Memang sangat disayangkan jika itu terjadi karena dirimu adalah salah satu pilot terbaik di negara ini."
Mike meninggalkan Adras dan Anita sendiri. Anita jadi kesal.
"Apakah benar kau pernah ada hubungan satu malam dengan dokter Surya?"
Pertanyaan Adras membuat Anita terkejut. "Mike yang mengatakan itu padamu?"
Adras mengangguk. Ia terlihat kecewa.
"Namun itu terjadi sebelum kita bertemu, sayang. Malam itu aku sangat kesal karena Mike memilih untuk berkencan dengan kekasihnya dari Brasil dari pada menemani aku yang sedang tak enak badan. Aku menelpon Surya. Kami mabuk dan hal itu terjadi. Tapi setelah itu tak ada yang terjadi diantara kami. Surya memang mencintaiku lebih dari seorang sepupu. Namun ia bisa menerima keputusanku saat aku mengatakan kalau aku jatuh cinta padamu." Anita memegang tangan Adras. "Hanya kamu yang ada di hatiku saat ini. Nggak ada yang lain."
"Bersabarlah, sayang. Tunggu sampai papaku memberikan apa yang menjadi hakku. Aku adalah anak tertua dari keluarga Suez. Kedua adikku adalah anak dari ibu tiri ku. Maskapai ini dibangun berdasarkan mimpi dari almarhumah mamaku. Aku tak rela jika semua harus jatuh ke tangan Mike."
"Kalau begitu, aku ingin pindah dari apartemen ini. Aku ingin memiliki apartemen sendiri yang keamanannya lebih dari sini. Aku nggak mau Mike dengan seenaknya masuk ke sini."
Anita memeluk Adras. "Apapun itu, sayang. Aku akan menurut. Asalkan kau tidak meninggalkan aku. Jangan pernah meninggalkan aku. Karena aku akan mati tanpamu."
**********
Kembali ke waktu sekarang.....
Terjadi ketegangan di ruang perawatan Adras karena Adras menahan Jelena untuk tetap ada dalam ruangannya.
"Biar saja kalau dia mau pergi, sayang." Ujar Anita lalu mendekati tempat tidur Adras. Dengan pandangan matanya, ia meminta Adam untuk keluar dan lelaki itu pun keluar.
__ADS_1
"Nana...., please....!" ujar Adras dengan wajah penuh permohonan.
"Aku mual melihat wajahnya. Aku bahkan ingin muntah. Anakku tak suka ada orang asing di sini." ujar Jelena sambil mengusap perutnya. Ia memang tak mengarang cerita. Ia justru merasa mual saat melihat Anita yang masuk tanpa tahu malu di kamar perawatan Adras ini.
"Orang asing katamu? Apakah kamu tahu sejak kapan Adras punya hubungan denganku? Sejak usianya 19 tahun. 9 tahun lebih kami bersama. Kamu pikir itu adalah waktu yang pendek?" Ujar Anita sedikit mencibir. Ia tahu kalau Jelena yang terlihat biasa-biasa itu tak akan bisa menyaingi dirinya yang cantik dan sangat dicintai oleh Adras.
"Anita.....! Hargailah sedikit. Jelena adalah istriku dan dia sedang mengandung anakku." ujar Adras sambil berusaha untuk duduk. Ia sendiri masih merasa tubuhnya sangat lemah.
"Bukankah kamu bilang akan menceraikan dia? Aku juga akan bercerai dari Mike supaya kita bisa bersama." Anita jadi histeris.
"Anita, aku mohon, jangan memperkeruh keadaan." Adras menarik napas panjang. Kepalanya berdenyut. "Kembalilah ke apartemen. Bukankah kau harus beristirahat. Lukamu masih basah."
"Aku tak bisa tinggal diam saat mendengar kalau kamu sakit. Adras, biar saja mereka tahu kalau kita ada hubungan."
Jelena menatap Adras. "Aku harus kerja."
"Nana.....!"
"Adras, apa yang kamu lakukan?" Anita berteriak histeris saat Adras melompat turun dari tempat tidur dan bermaksud mengejar Jelena. Ia melupakan tangannya yang diinfus. Infusnya terlepas dan menyebabkan darah Adras keluar dengan sangat deras.
Jelena yang sudah melangkah menoleh dengan kaget. "Adras.....!" Ia langsung mendekati Adras. Namun saat melihat Anita sudah memeluk Adras yang memang masih pusing, Jelena langsung mundur.
"Aku akan memanggil dokter." Katanya.
Dokter datang ke ruangan Adras bersama dua orang perawat. Mereka langsung memperbaiki infus di tangan Adras. Sofia dan Santi menatap Anita dengan wajah penuh permusuhan. Mereka mulai menyadari apa yang sedang terjadi.
"Mana aunty Nana?" tanya Adras pada Sofia.
"Sudah pergi dengan dokter Surya." Jawab Sofia ketus.
"Bodoh!" Adras mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat marah saat tahu kalau Jelena memilih pergi.
*********
Masih ada lagi nih masa lalu Adras yang belum terbuka. Pokoknya setia saja menunggu novel ini ya?
__ADS_1
Terima kasih yang sudah vote, mengirimkan kopi, mengirimkan bunga dan yang telah mengirimkan permintaan up date.
**********