ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Semua Tentang yang Bahagia


__ADS_3

Arkley meletakan bunga mawar putih di atas makam Selena. "Kau tahu, namamu akan selalu terukir dalam hatiku sebagai seseorang yang spesial. Seseorang yang luar biasa yang memperkenalkan arti cinta sejati untukku. Sekarang, aku akan memulai hidup baru dengan seseorang yang spesial juga. Aku akan membahagiakan dia dan mencintai dia."


Sarah yang berdiri di belakang Arkley pun tersenyum. Ia tak cemburu saat Arkley harus datang ke makam sepupunya. Ia tahu kalau melupakan kisah cinta yang begitu berkesan memang tidaklah mudah. Namun, Sarah juga percaya kalau Arkley akan bisa menyayanginya. Ia juga tak akan meminta Arkley melupakan Selena karena ia yakin Arkley akan menyayanginya dia dengan cara yang berbeda.


Pernikahan Arkley dan Sarah dilaksanakan 2 minggu setelah kejadian itu. Semua kaget apalagi opa Jeff namun ia juga tak bisa menahan kebahagiaan anaknya itu. Yang paling berbahagia tentu saja Sofia dan Santi. Misi mereka berhasil.


Pacar Sarah tak menganggu karena memang dia sudah punya kekasih yang lain di sana. Makanya Sarah pun menikah dengan perasaan lega. Mantan pacarnya bahkan datang bersama dengan kekasih barunya.


*********


Hari ini Sofia akhirnya diwisuda. Adras nampak bahagia melihat ponakannya itu lulus. Ada rasa bangga karena ia menempati janjinya pada kakaknya untuk membuat Sofia dan Santi berhasil.


Jelena pun ikut mendampingi di hari wisuda itu. Kini ia tengah hamil 4 bulan dan Adras pun sudah resign dari tempat kerjanya. Maskapainya di tempat bekerja sebenarnya tak mengijinkan Adras untuk berhenti. Namun Adras tak mau memperpanjang kontraknya karena ia memang sudah bertekad akan menghabiskan banyak waktu dengan keluarganya.


"Selamat ya, sayang?" Adras memeluk Sofia dengan rasa bangga.


Sofia tak bisa menahan air matanya. Sekarang ia sudah sarjana dan juga sudah mulai meniti karirnya. Ada satu anak perusahaan Adras yang sebenarnya dulu milik orang tua Sofia, kini sementara di pimpinnya. Adras berjanji jika Sofia sudah siap, ia akan mengalihkan perusahaan itu kembali ke tangan Sofia.


Malamnya di kediaman Adras, dilaksanakan acara pertunanganan dari Sofia dan Arley. Pria itu benar-benar menunggu Sofia dengan sabar. Mereka berencana akan menikah tahun depan.


Sarah pun hadir bersama Arkley dengan berita tentang kehamilannya.


"Baru menikah 2 minggu kok langsung hamil ya?" bisik Sofia pada adiknya.


"Kayaknya calon kakak ipar mu itu sudah tanam benih duluan sebelum nikah." ujar Santi tanpa bisa menahan tawanya.


"Arkley nakal juga ya."


"Memangnya Arley nggak gitu?"


Sofia tersenyum. "Buktinya aku masih perawan."


"Pegang-pegang dikit pernah kan?"


"Dari pinggang ke atas sih sudah selalu."


"Wah, benar?" Santi melotot.


"Jangan terlalu keras. Nanti uncle mendengar habislah aku."


"Arley bisa tahan?"


"Bisalah."


Kedua kakak beradik itu tertawa bersama.


Adras mengusap perut Jelena. "Apakah dia masih membuatmu mual sayang?"


"Nggak sering sih. Mungkin karena sekarang papanya sudah ada di sini ya?"


Adras menunduk dan mencium perut Jelena. "Papa janji akan setia menemanimu di sini, sayang."

__ADS_1


"Tuh kan, selalu saja uncle buat gerakan-gerakan yang membuat uncle dan aunty jadi pusat perhatian. Pada hal ini kan harinya aku." ujar Sofia saat melihat kemesraan Adras dan Jelena menjadi pusat perhatian para tamu.


"Uncle kayaknya bucin banget sama aunty sampai rela melepaskan pekerjaannya sebagai pilot." Ujar Santi.


"Ya begitulah. Saking bucinnya, dimana saja berada maunya bermesraan terus."


"Yang salah kita berdua kak. Karena kita sudah memaksakan aunty Nana untuk menjebak uncle Adras."


Mereka berdua pun kembali tertawa bersama.


*********


Adras memeluk anak keempatnya dengan perasaan haru. Akhirnya, Jelena melahirkan seorang anak laki-laki yang diberikan nama Mervino.


Mervino lahir dengan bobot 3,8 kg. Makanya semua orang langsung gemas melihat pipi gembul Mervino saat bayi itu ditunjukan Adras kepada semua keluarganya.


"Wah, tampannya. Kali ini mirip banget sama uncle." kata Sofia dan Arley yang datang berkunjung sore harinya. Sofia memang sudah sangat sibuk semenjak Adras mengangkatnya menjadi CEO di salah satu perusahaan milik Adras.


"Mungkin adiknya Mervino akan mirip mamanya." kata Adras sambil melirik Jelena yang masih berbaring di ranjang.


"Enak aja. Sudah dong, mas. Sudah 4 lho." rengek Jelena.


Sofia dan Arley tertawa.


"Iya uncle." sambung Sofia.


"Mika nggak ada temannya."


Adras akhirnya mengangguk walaupun sebenarnya ia ingin Jelena hamil lagi.


Tak lama kemudian, Sarah dan Arkley pun datang sambil membawa hadiah. Perut Sarah sudah besar.


"Jenis kelaminnya apa, aunty?" tanya Sofia.


"Laki-laki." jawab Sarah dengan bangga sambil memegang perutnya.


"Wah, tak sabar rasanya menunggu kelahiran sepupu aku. Tapi sekaligus juga ponakan."


Semua tertawa mendengar celutuk Sofia. Memang kalau dari sebelah Sofia, anak yang dikandung Sarah adalah sepupunya. Namun dari sebelah Arkley, itu adalah ponakan Sofia karena Arkley dan Arley adik kakak.


Sofia gembira melihat Arkley yang nampak bahagia dengan pernikahannya. Di perayaan kematian mamanya tahun ini, Sofia tak menemukan lagi bunga mawar putih di sana. Sofia tahu kalau Arkley kini sudah menjaga hati Sarah. Sofia memakluminya bahkan bersyukur karena Arkley tak akan menua tanpa ada pendamping.


*******


Sofia menikah sehari sesudah Santi diwisuda. Ia menjadi lulusan terbaik di angkatannya. Jun dan anak mereka Ye Joon nampak mendampingi Santi. Ia akhirnya bisa membuktikan kalau seseorang yang sudah menikah dan memiliki anak, bisa menyelesaikan studinya secara baik.


"Kenapa mas?" tanya Jelena saat melihat suaminya yang masih duduk di ruang tamu.


"Rumah ini akhirnya sepi. Sofia sudah dibawa pergi oleh si bule itu."


Jelena tersenyum lalu duduk di samping suaminya. "Coba mas bayangkan, seandainya waktu itu mereka tak menjodohkan kita berdua, mas pasti akan sangat kesepian hari ini. Hidup mas tak ada kepastian karena terus terikat pada perempuan yang sudah menikah."

__ADS_1


Adras melingkarkan tangannya di bahu Jelena. "Aku bersyukur punya dua ponakan yang sangat peduli dan memikirkan masa depanku. Rumah ini memang sekarang sepi. Tapi kalau besok pagi, keempat buah hati kita akan bangun, mereka pun kembali akan membuat rumah ini ramai."


Jelena membaringkan kepalanya di bahu sang suami. "Mas, aku dengar kalau Anita dan suaminya sudah baikan lagi. Bahkan mereka sudah memiliki anak."


"Oh ya? Tahu dari mana?"


"Di IG, kalian kan saling follow. Jadi tahulah aku perkembangan Anita. Kayaknya itu anak angkat, sih."


"Aku bahkan sudah lama tak buka akun medsos ku."


"Sofia dan Santi sudah menyerahkan urusan medsosmu kepadaku. Banyak para penggemarmu yang ingin. tahu kehidupanmu setelah berhenti menjadi pilot."


"Jadi kayak artis dong, sayang."


"Begitulah dunia sekarang ini, mas."


Adras menarik Jelena untuk semakin masuk pelukannya. "Baby Mervino sudah minum ASI kah?"


"Sudah, mas. Dia juga sudah bobo."


"Berarti sekarang giliran papa nya ya?"


"Ih..., mas ini." Jelena menepuk paha suaminya.


"Kok di situ sih, sayang. Agak ke tengah dikit dong ...."


"Mas Adras, nanti bibi dengar."


"Biar saja bibi dengar."


"Di....kamar aja, mas..." kata Jelena saat Adras mulai mencium lehernya.


"Nanti baby Marvi bangun."


"Aku janji nggak akan ribut, mas."


"Aku ragu kalau kamu hanya diam saja." Adras menggeleng tak percaya. Ia tahu bagaimana ributnya Jelena saat mereka bercinta.


"Ke kamar tamu saja?"


"Ayo....!


Keduanya masih ke kamar tamu sambil bergandengan tangan.


*******


Selamat malam....


maaf ya emak terlambat up


semoga tetap suka

__ADS_1


__ADS_2