ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Adras lewat, Anto pun Jadi


__ADS_3

Mata Adras terus berada di pintu kamar mandi. Ia senang karena istrinya sudah pulang. Dan malam ini, entah mengapa Adras ingin kembali menyentuhnya. Apakah Jelena mau? Adras tak mau memaksakan hal itu pada istrinya.


Sudah 15 menit Jelena ada di sana dan istrinya itu belum juga keluar.


Sementara itu di dalam kamar mandi, Jelena justru sedang asyik berendam sambil menikmati aroma terapi dari lilin yang memang dinyalakannya beberapa.


Jelena sudah menemukan bukti yang akan ia berikan pada Adras. Sebenarnya, Jelena sendiri tak percaya dengan apa yang ditemukannya namun sebagai pemilik perusahaan, Adras harus tahu.


Berendam seperti ini membuat tubuh Jelena menjadi rileks dan ia yakin kalau ia akan tidur dengan nyenyak.


Namun, saat tangannya secara tak sengaja menyentuh gunung kembarnya, Jelena merasakan ada desiran aneh dipermukaan kulitnya. Sebagai wanita dewasa yang memang sudah merasakan hubungan intim berkali-kali, tentu saja ia mengerti apa artinya ini.


Sial! Mengapa aku merasa seperti ini? Apakah karena ada Adras di sini? Tidak! Aku tak mungkin menginginkan dia sebesar ini.


Jelena menggelengkan kepalanya sambil mengusir rasa itu jauh-jauh.


Di luar kamar, Adras merasakan suhu di dalam kamar mulai terasa panas. Istrinya itu sudah 40 menit ada di kamar mandi dan belum keluar juga. Mata Adras melirik AC yang menyala. Apakah AC ini belum dibersihkan ya? Kenapa rasanya kurang dingin pada hal suhunya ada diangka 18?


Adras menyalahkan TV. Namun tak ada satu pun siaran yang menarik perhatiannya sampai akhirnya Adras kembali mematikan TV. Ia berdiri dan merasakan kulit tubuhnya menjadi panas. Dan juniornya mulai mengeras. Astaga, apa ini? Mungkinkah karena 5 hari aku tak bersentuhan dengan Jelena? Apakah sekarang aku seperti pria yang haus akan sentuhan seorang perempuan ?


Adras menepuk kepalanya sendiri dengan tangannya. Ia memutuskan untuk keluar dan mencari udara segar. Namun, baru saja ia menggerakkan gagang pintu ke bawa dan pintu sudah dalam posisi terbuka, bunyi pintu kamar mandi yang dibuka membuat Adras menoleh. Jelena keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. Wajahnya nampak basah karena air dari rambutnya yang basah menetes di sana.


Duh, kok aku jadi lupa kalau di kamar ini ada Adras ya? Salah aku sendiri yang masuk kamar mandi tanpa membawa baju ganti.


Jelena berkata dalam hati saat ia melihat tatapan mata suaminya yang sayu kepadanya. Tatapan mata yang penuh kabut gairah. Jelena merasakan aliran darahnya menjadi panas mendapatkan tatapan mata seperti itu. Dia seakan menginginkan Adras memeluknya saat ini.


"Su...sudah selesai mandi?" tanya Adras sambil menelan salivanya.


"Iya." jawab Jelena dengan salah tingkah. Ia menggigit bibir bawahnya. Ia kembali merasakan perasaan aneh yang mendorongnya untuk memeluk Adras.


Melihat penampilan istrinya yang hanya berbalut handuk, Adras seakan tak bisa menahan dirinya lagi. Ia berjalan ke arah istrinya dengan cepat dan langsung memegang wajah Jelena dan mencium Jelena dengan panas.


Mendapat serangan ciuman mendadak, Jelena seperti anak kecil yang mendapatkan permen kesukaannya. Hatinya gembira. Tangannya yang tadi menahan handuk yang melilit ditubuhnya, kini dengan cepat melingkar di leher Adras. Ia bahkan sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggi tubuh mereka yang jaraknya lumayan jauh. Alhasil, handuk yang melilit tubuh Jelena terlepas begitu saja.


Mereka berdua seperti dua sosok yang sudah lama tak pernah saling bersentuhan.


Tanpa melepaskan ciumannya, Adras kemudian membuka celana panjang rumahannya. Ia tahu dalam posisi berdiri seperti ini, akan kurang nyaman bagi Jelena untuk membalas ciumannya. Ia perlahan melepaskan ciumannya, lalu mengangkat tubuh Jelena perlahan. Secara alami, Jelena langsung melingkarkan kedua kaki nya di pinggang Adras. Berat badan Jelena bukankah masalah bagi Adras yang memiliki tinggi 174 itu. Tatapan mata mereka bertemu dan entah siapa yang memulai, mereka kembali berciuman sementara Adras mengarahkan kakinya menuju ke ranjang. Ia menurunkan tubuh polos Jelena ke atas ranjang lalu membuka penutup yang masih tersisa di tubuhnya kemudian ia menempatkan posisi tubuhnya di atas Jelena dan kembali mencium istrinya itu. Kamar menjadi semakin panas.


**********


Jantung Marlisa berdetak cepat saat ia melangkah menuju ke kamar Adras. Akhirnya, apa yang ia impikan selama ini untuk bisa menikmati tubuh Adras akan kesampaian.


Begitu ingin nya Marlisa mendapatkan Adras sehingga saat bercinta dengan Jeff, ia sering berkhayal bercinta dengan Adras. Untung saja wajah Jeff tak berbeda jauh dengan Adras. Wajah bule dengan perawakan tubuh yang tinggi. Jeff memang pria yang perkasa sekalipun usianya sudah 52 tahun. Namun tentu saja, mendapatkan Adras yang jauh lebih muda darinya, sangat menantang bagi Marlisa yang memang sangat maniak kalau berbicara urusan ranjang.

__ADS_1


Adras tak akan sanggup menolakku.


Marlisa menggunakan lingerie hitam yang tembus pandang. Ia tak lagi menggunakan dalaman apapun. Pria manapun yang melihatnya saat ini pasti akan langsung tergoda.


Dari jauh Marlisa melihat pintu kamar Adras terbuka sedikit. Ia merasa senang karena itu bagaikan pertanda baginya. Namun, semakin dekat dengan kamar itu, Marlisa mendengar suara-suara aneh. Ia menjadi panas dingin. Perlahan ia mendorong pintu kamar ini. Untungnya kamar ini tak seperti kamar Adras yang ada di atas. Saat pintu terbuka belum akan berhadapan dengan ranjang karena ada lorong. Kamar di bawah sini justru akan langsung terlihat isi kamarnya.


Jantung Marlisa bagaikan berhenti berdetak. Ia mendapatkan pemandangan yang membuat harapannya hancur. Seharusnya ia yang ada di sana dengan semua keahliannya dalam menaklukan pria. Adras justru sedang bercumbu dengan Jelena yang nampak bahagia dalam dekapan Adras.


"Ah.....!" Marlisa menarik pintu itu dengan keras dan segera berlari dari sana.


"Jelena terkutuk! Kenapa dia harus pulang?"


Marlisa merasakan kalau obat itu sudah menyiksanya. Ia menelepon Jeff namun ponsel suaminya itu tak aktif. Marlisa tambah panas. Ia berjalan ke arah kolam. Ia ingin berenang untuk menghilangkan gairah yang sudah memenuhi seluruh tubuhnya. Ia langsung terjun ke kolam renang tanpa memperhatikan sekitarnya .


"Siapa itu?" teriak seseorang sambil mengarahkan senter ke kolam.


Marlisa mengangkat tubuhnya ke atas.


"Nyonya.....!" Anto. Satpam baru yang berusia 20 tahun itu terkejut melihat Marlisa. Apalagi saat melihat gaun tidur yang menempel di tubuh Nyonya cantik itu.


"Anto, apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu tidak pergi dengan pelayan yang lain?"


"Paman Sule juga ingin pergi. Jadi aku mengalah saja, nyonya. Harus ada yang menjaga rumah." kata Anto sambil menahan gejolak dalam tubuhnya saat melihat pemandangan di depannya.


"Anto, buka celanamu!" kata Marlisa saat ia keluar dari air.


"Tapi kenapa nyonya? Saya masih perjaka." Anto menutup asetnya dengan tangannya karena ia memang merasakan kalau si Otong sudah berdiri.


"Bodoh! Apakah kamu tak ingin merasakan sorga dunia? Ayo buka!"


Anto, pria dari desa yang masih lugu itu membuka celananya. Mata Marlisa langsung membulat sempurna saat melihat senjata si Anto yang lumayan besar. Tak ada Adras, Anto pun jadi.


*********


Ada senyum kebahagiaan di wajah Adras ketika untuk yang kedua kalinya ia bisa mendapatkan pelepasannya.


"Sayang, kamu capek?" tanya Adras sambil membelai wajah Jelena yang berkeringat. Ia bahkan belum melepaskan penyatuan mereka.


Jelena mengangguk. Ia memang capek namun api dalam dirinya sepertinya belum padam. Namun Jelena merasa haus.


"Aku mau minum."


"Aku ambilkan." Kata Adras lalu perlahan melepaskan penyatuan mereka.

__ADS_1


"Aku saja. Sekalian mau lihat makanan apa yang ada. Aku lapar." kata Jelena. Dua ronde malam ini cukup menguras tenaganya. Karena Adras membuat ia mendapatkan puncaknya selama berkali-kali sebelum lelaki itu mendapatkan puncaknya sendiri.


Saat Adras menjauh, Jelena langsung turun dari ranjang. Ranjang itu agak basah karena rambut Jelena yang memang belum kering saat mereka memulai aktivitas panasnya tadi.


Dengan cepat Jelena meraih handuk tadi dan membungkus tubuhnya. Ia kemudian mengambil pakaian dari lemari dan segera ke kamar mandi. Jelena membersihkan dirinya sebentar lalu menggunakan sebuah daster kesukaannya yang berwarna merah. Ia menyisir rambutnya sebentar lalu segera keluar kamar tanpa melihat Adras yang masih duduk di atas ranjang.


Sesampai di dapur, Jelena segera membuka kulkas untuk mengeluarkan air dingin. Ia meneguknya sampai 2 gelas, lalu membuka lemari tempat makanan. Ia memutuskan untuk makan saja.


Sementara makan, Adras keluar kamar. Ia tersenyum melihat istrinya yang makan. Adras hanya menggunakan celana panjangnya saja. Dada bidangnya terpampang jelas dengan perut kotak-kotak.


"Sayang, kau ingin minum sesuatu?" tanya Adras.


"Nggak." jawab Jelena. Ia memang hanya makan sedikit. Setelah selesai, ia segera mencuci peralatan makan yang digunakannya. Adras tiba-tiba memeluknya dari belakang. Ia mencium tengkuk istrinya.


"Ada apa?" tanya Jelena gelisah karena tubuhnya kembali merasa panas.


Adras membalikan tubuh Jelena. "Sayang, jangan marah ya, aku menginginkan kamu lagi." lalu ia segera mencium Jelena.


Santi dan Sofia yang sudah sampai, menghentikan langkahnya melihat Jelena dan Adras yang berciuman di dapur.


"Apa mungkin obatnya diambil uncle?" tanya Santi.


"Biar saja kalau begitu. Lihatlah. Betapa manisnya mereka berciuman. Ayo kita pergi! Jangan menganggu." Ajak Sofia. Perlahan keduannya meninggalkan dapur.


"Kak, satpam yang baru itu kemana ya? Kok nggak ada tadi di pos satpam." tanya Santi.


"Mungkin dia pacaran kali. Kata sahabatku si Anto lumayan juga."


"Maksudnya tampan?"


"Begitulah."


"Pasti salah satu pelayan cewek di sini ada yang naksir Anto."


"Mungkin. Yang nggak mungkin itu kalau Oma Marlisa yang suka sama Anto."


Kedua gadis itu tertawa saat menaiki tangga. Tanpa mereka tahu, di ruang ganti dekat kolam renang, Anto sementara menikmati tubuh salah satu model yang paling terkenal di ibu kota ini. 🤣🤣🤣🤣


********


Ada yang penasaran dengan si Anto dan Marlisa?


Tetap dukung novel ini ya guys

__ADS_1


__ADS_2