
"Sayang ..., jangan dalam mobil, nanti kita dikira pasangan nggak halal. Ini masih siang." Adras menahan tangan Jelena. Sebenarnya lelaki itu pun hampir tak bisa menahan gairahnya karena sudah 2 minggu lebih Jelena tak mau bersentuhan dengannya. Namun, ia masih bisa berpikir jernih. Memang tempat parkir di sini sepi. Namun mobil yang bergoyang pasti akan menarik perhatian orang.
"Aku ingin sekarang !"
Adras menelan salivanya. "Sayang, saat keluar dari bandara, ada hotel bintang lima. Kita ke sana saja ya? Semoga hotelnya nggak penuh karena hotel itu memang selalu penuh." bujuk Adras. Jelena akhirnya mau kembali ke kursinya. Namun anehnya, tangan Jelena justru ada di junior Adras. Mengusapnya perlahan membuat Adras jadi panas dingin.
Tanpa menunggu lama, Adras langsung menancap gas menuju ke luar bandara. Untung saja antrian di pintu keluar tak banyak sehingga mereka pun cepat keluar.
Adras langsung membelokkan mobilnya ke hotel yang dimaksud. Segala sesuatu sepertinya mendukung mereka sehingga langsung mendapatkan tempat parkir di depan hotel.
Adras turun diikuti Jelena. Perempuan itu berusaha menarik nafas panjang dan menetralkan seakan menahan gejolak dalam dirinya.
Adras langsung menghadap resepsionis dan ia meminta kamar terbaik di hotel itu. Sekaan tak peduli dengan harga kamarnya. Setelah menyerahkan KTP nya, Adras kemudian menyerahkan kartu kreditnya untuk pembayaran. Setelah itu, kunci kamar diberikan. Adras langsung mengajak Jelena untuk masuk ke dalam lift. Di dalam lift, mereka tak bersuara karena tahu ada CCTV yang di pasang di sana. Lift berhenti di lantai 10. Sambil bergandengan tangan, Adras mencari kamar bernomor 1002. Kamar presidential suite. Di lantai paling atas ini, kamarnya hanya ada 4 dengan privasi yang saling terjaga karena ada dinding yang membatasi tiap kamar.
Saat pintu kamar terbuka, Jelena langsung mendorong Adras sehingga suaminya itu langsung tersandar di dinding. Kaki Jelena mendorong pintu kamar dan ia langsung melingkarkan tangannya di leher Adras dan langsung mencium suaminya itu dengan panas.
Adras menyambut ciuman itu dengan sama panasnya. Tangannya langsung membuka resleting gaun istrinya dan membiarkan gaun itu jatuh ke lantai.
Sambil terus berciuman, Jelena melepaskan seragam pilot Adras dengan sangat tergesa.
Saat kemeja Adras sudah dilepaskan oleh Jelena, Adras langsung memeluk istrinya itu seperti koala dan Jelena dengan spontan melingkarkan kakinya di pinggang sang suami. Adras berjalan menuju ke ranjang dan akhirnya melepaskan tubuh istrinya itu secara perlahan di atas ranjang.
Jelena menatap suaminya dengan mata sayu saat Adras melepaskan pelukannya untuk membuka celana seragamnya. Ia tersenyum senang saat melihat suaminya itu melepaskan penutup terakhir ditubuhnya dan ia dapat melihat sesuatu yang sudah keras dan berdiri tegak di sana. Dengan cepat, Jelena sendiri melepaskan kain pelindung tubuhnya yang sensitif sehingga keduanya kini tampil polos.
"Mas......!" ucap Jelena lirih sambil memejamkan matanya saat Adras mencium lehernya.
Kamar yang mewah dan dingin itu seakan tak bisa meredam panasnya api gairah dari pasangan suami istri itu.
Adras sempat kaget saat Jelena begitu aktif menggodanya saat ini. Bahkan, apa yang selama ini tak pernah Jelena lakukan saat mereka bercinta, mau dilakukan oleh Jelena. Adras tak kuasa menahan suaranya saat Jelena memuaskan junior Adras seperti mengisap permen lollipop.
Semuanya berjalan begitu indah, erotis dan manis. Satu jam pertempuran itu dan berakhir dengan Adras yang akhirnya mencapai puncaknya setelah Jelena 4 kali mendapatkan pelepasannya.
Tubuh keduanya berkeringat dengan nafas yang tersengal-sengal. Adras yang belum melepaskan penyatuan mereka, hanya bisa mengusap keringat istrinya. "Kamu capek?" tanya Adras lembut lalu mencium dahi Jelena.
"Nggak!" ujar Jelena lalu membalikan posisi mereka. Kini ia berada di atas suaminya.
"Sayang......!" Adras terkejut saat Jelena mencium pipi Adras.
"Aku mau lagi." ujar Jelena lalu menggerakkan tubuhnya dengan gaya sensual. Bagaimana Adras bisa menolak?
**********
__ADS_1
Anita adalah wanita pertama Adras yang bukan hanya memberikan ia sandaran saat Adras ada dititik terendah dalam hidupnya melainkan juga yang memperkenalkan Adras dengan yang namanya sorga dunia. Adras terikat dalam pesona Jelena dan tak pernah melirik wanita manapun karena ia tahu hanya Anita yang bisa memuaskannya. Namun ternyata semua berubah semenjak Adras menyentuh Jelena. Bukan hanya karena Jelena yang masih perawan namun cara gadis itu menaklukan tubuh Adras sungguh luar biasa.
Kalau ada yang mengatakan cinta datang dari mata lalu turun ke hati, namun Adras merasakan bahwa cinta datang justru disaat Jelena mulai menolaknya. Dan ketika Adras sudah bersentuhan dengan Jelena, lelaki itu rasanya tak mau berhenti. Itulah mengapa Jelena kelelahan setiap kali mereka selesai bercinta karena Adras tak ingin hanya satu ronde melainkan tiga.
Namun kali ini, Adras sungguh dibuat kewalahan oleh Jelena. Istrinya itu seolah tak ada kata lelah. Mereka tiba di hotel ini jam 4 lewat dan sekarang sudah jam 11 malam, Jelena akhirnya tenggelam dalam pelukan Adras karena mengantuk. Adras juga merasa sangat lelah namun ia membiarkan dulu Jelena tertidur karena ia ingin menikmati wajah cantik istrinya itu yang bersedia tidur di atas dadanya dalam keadaan polos.
Sayang, ada apa denganmu hari ini? Apakah kau terlalu merindukan aku? Bukankah kau perempuan yang sangat menjaga harga dirinya? Apalagi setelah kecelakaan itu. Kau cenderung menolak bila aku ajak bercinta. Namun hari ini, aku melihat sisi liar mu yang membuat aku hampir kewalahan. Andai saja tadi kamu minta tambah satu ronde lagi, aku pasti menyerah.
Adras jadi tersenyum sendiri. Ia membelai punggung Jelena yang memang tidur telungkup di atas dadanya. "Semoga benihku ada yang tumbuh di perutmu, sayang. Agar kita tak akan terpisah lagi." bisik Adras lalu ia pun memejamkan matanya.
*********
"Mereka ada di mana?" tanya Santi.
Agung yang melacak GPS nomor ponsel Jelena dan Adras langsung tersenyum. "Di hotel King Adams. Hotel yang sangat dekat dengan bandara."
Santi bertepuk tangan. "Yes. Akhirnya."
"Semoga aunty Nana cepat hamil." Ujar Sofia.
"Ada apa sih?" Agung jadi heran.
"Nggak ada apa-apa. Aku ke kamar dulu ya?" Pamit Santi dan segera meninggalkan Agung dan Sofia di ruang keluarga.
"Nggak. Senang aja saat tahu mereka bersama." kata Sofia lalu membaringkan kepalanya di bahu Agung.
"Sayang, ibuku sudah ingin aku menikah."
Sofia mengangkat kepalanya dari bahu Agung lalu menatap pacarnya itu. "Me...menikah? Tapi sayang, aku masih kuliah. Aku juga belum mau menikah muda. Usiamu juga kan baru 26 tahun."
"Kamu kan bisa meneruskan kuliah jika kita sudah menikah."
"Uncle juga nggak akan mengijinkan."
Agung memegang pipi Sofia. "Mama sudah sakit-sakitan. Dia kepingin segera punya cucu. Aku anak yang tertua. Jadi mama memang mendesak aku."
"Kak, aku belum siap menikah."
Agung tersenyum walaupun sebenarnya hatinya sedih. Ia memeluk Sofia dengan erat. "Ya sudah. Ini sudah larut. Besok aku ada jadwal penerbangan pagi. Aku pergi dulu ya?" Pamit Agung. Ia mengecup dahi Sofia lalu segera berdiri. Sofia menggandeng tangan Agung dan mengantarnya sampai ke pintu.
"Doakan aku ya?" ujar Agung.
__ADS_1
"Selalu."
Agung menunduk dan menyatukan dahi mereka berdua. "Aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu."
Agung mengecup bibir Sofia dengan lembut. Ini adalah ciuman bibir mereka yang pertama. Sofia terkejut namun ia menerima ciuman yang sangat singkat itu dengan hati berdebar.
"Kak, hati-hati saat dalam pesawat ya? Banyak belajar seperti uncle Adras."
"Pasti sayang. Kalau dulu aku ingin pulang dengan selamat karena ada ibuku. Kini aku ingin pulang dengan selamat karena ada kamu juga yang sedang menungguku." Agung membelai pipi Sofia lalu segera pergi dengan mobilnya. Sofia melambaikan tangannya pada Agung lalu segera masuk ke dalam sambil memegang bibirnya. Gadis itu ingat sesuatu. CCTV yang ada di depan pintu. Bergegas ia ke ruang kontrol CCTV. Bisa gawat jika paman Adras melihatnya.
*********
Sebenarnya Jelena masih merasa mengantuk karena tubuhnya juga lelah. Namun bunyi perutnya yang lapar membuat ia perlahan membuka matanya.
Ia terkejut saat mendapati dirinya tertidur dalam pelukan Adras dan keduanya sama-sama polos. Sentuhan kulit mereka membuat tubuh Jelena merinding.
Aku tadi bermimpi bercinta dengan Adras sampai beberapa ronde. Apakah ini nyata?
Dengan cepat Jelena melepaskan diri dari pelukan Adras. Ia coba mengingat kejadian saat ia meninggalkan kantor dan menuju ke bandara. Ada hasrat yang begitu kuat dalam dirinya sehingga ia ingin segera menemui Adras.
Jadi percintaan kami yang begitu panas sampai beberapa ronde itu bukanlah mimpi? Ini bukan mimpi?
Jelena mengambil jam tangan Adras yang ada di atas nakas. Ia terkejut melihat jam yang sudah menunjukan pukul 5 pagi. Pantas saja Jelena merasa lapar. Ia melewati jam makan malam.
Mata Jelena mencoba mencari pakaiannya di sekitar tempat tidur, namun ia tak menemukannya. Baru saja ia akan turun dari ranjang untuk mencari pakaiannya, Adras terbangun dan segera duduk sambil memeluk Jelena dari belakang.
"Sayang, kenapa sudah bangun? Memangnya kamu nggak capek?" tanya Adras lalu mengecup punggung Jelena. Perempuan itu merasakan kalau bulu kuduknya berdiri. Om em Ji, nggak mungkin aku ingin bercinta lagi kan?
Jelena mendadak panik.
*********
Nah kan.....
Apa yang akan terjadi di jam 5 subuh itu?
Makasi untuk bunga, kopi dan vote nya.....
love you all
__ADS_1
see you next episode