ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Masa Lalu Adras (part 4)


__ADS_3

Hampir 2 bulan Anita pergi ke Amerika. Awalnya komunikasi diantara mereka masih lancar. Namun kini Anita benar-benar kehilangan kontak dengan Adras dan itu yang membuat Adras khawatir.


"Kapten, maaf menganggu."


Adras melihat Adam. Pilot yang baru bergabung di maskapai ini selama 1 tahun.


"Ada apa?" tanya Adras.


Adam menarik kursi dan duduk di depan meja kerja Adras.


"Nyonya Anita meminta aku untuk mengabari tuan kalau dia baik-baik saja. Ponselnya disita oleh tuan Mike."


"Kamu tahu dari mana?"


"Saya orang kepercayaan nyonya. Saya tahu hubungan kapten dengan nyonya. Sebelum pergi, nyonya meminta saya untuk menjadi dekat dengan kapten agar para gadis tak mendekati kapten."


Itulah awal nya Adras mengenal Adam. Dan mereka pun terlihat makin akrab. Adam selalu menginformasikan tentang perkembangan Anita di sana. Anita hanya bisa diijinkan menghubungi keluarganya. Nomor Adam juga bisa dihubungi karena Mike pun meminta Adam mengawasi pekerjaan nya di maskapai.


4 bulan sudah Anita pergi. Adras semakin gelisah. Makanya untuk membuang semua rasa rindunya pada Anita, Adras pun menghabiskan waktu dengan kedua ponakannya.


Sampai peristiwa di villa itu terjadi. Adras tak menyangka kalau ia bisa mabuk dan menodai seorang gadis yang tak bersalah.


Sungguh Adras dibuat pusing saat itu. Ia masih menanti kabar Anita namun ia harus bertanggung jawab pada seorang gadis. Ia tak mau kedua ponakannya menganggap dia buruk. Dalam keadaan tertekan, Adras setuju menikahi Jelena.


Adras juga meminta Adam untuk menghubungi Anita. Namun sekarang Anita justru tak bisa Adam hubungi. Menurut orang rumah, Anita sedang menjalani proses bayi tabung dan ia tak boleh diganggu dan tak boleh stres.


Adras pun berjanji dalam hatinya, ia hanya akan menikahi Jelena selama beberapa bulan saja dan setelah itu ia akan menceraikan Jelena dan memberikan dia jaminan hidup untuk masa depannya.


Di hari pernikahan, Adras tak pernah menduga kalau Jelena akan terlihat sangat cantik bahkan menjadi pusat perhatian di pernikahan mereka. Banyak orang yang memuji kecantikan Jelena dan Adras pun harus juga mengakui, ada gadis yang sama cantiknya dengan Anita.


Ketika pesta pernikahan itu selesai, Adras melihat ada panggilan dari Adam. Alangkah terkejutnya Adras saat Adam memberitahukan bahwa Anita sudah kembali dan ia mengamuk di apartemen saat tahu kalau Adras sudah menikah.


Adras meninggalkan Jelena di malam pertama mereka. Ia menuju ke apartemen. Sebelum masuk, Adras melepaskan cincin pernikahannya dan menyimpannya di saku kemeja.


"Apa maksud kamu dengan semua ini? Apa?" teriak Anita dan langsung menyerang Adras dengan membabi-buta.


"Anita....! Dengar dulu penjelasan ku." Adras berusaha menenangkan Anita namun perempuan itu seperti orang yang kerasukan.


"Anita.....!" Adras berhasil memeluk perempuan itu dengan sangat erat dan berhasil menenangkannya. Anita menangis dalam pelukan Adras.


"Mengapa kau tak menunggu aku? Siapa perempuan itu? Mengapa kau tega menyakiti aku dengan menikahinya?" tanya Anita diantara isak tangisnya.


"Dengar dulu sayang...." Adras pun menjelaskan padanya perihal peristiwa malam itu.

__ADS_1


"Mengapa sih kamu sampai mabuk? Mengapa juga sampai salah kamar?"


"Malam itu aku agak stres karena terus memikirkan kamu, sayang. Mungkin aku minum terlalu banyak dan mengira kalau Jelena adalah kamu."


"Ceraikan dia, Adras! Ceraikan!"


"Baik. Aku akan menceraikannya. Namun tidak sekarang. Masalahnya pernikahan kami disiarkan secara live oleh Sofia dia IG ku sendiri. Apa nanti kata orang jika aku langsung menceraikan Jelena."


"Kau akan tidur dengannya kan?"


"Tidak sayang. Dia juga terlihat takut padaku, kok."


"Berjanjilah kalau kau tak akan menyentuhnya."


"Aku janji!"


"Kau harus ada di sini setiap malam."


"Aku nggak bisa, sayang. Papamu memberikan kami tiket bulan madu ke Vanesia."


"Jadi kau akan bulan madu?" Anita kembali mengamuk.


"Hanya formalitas saja."


"Baiklah jika itu yang kau mau."


Anita langsung mencium Adam. "Aku merindukanmu."


"Aku juga sayang. Bagaimana program kehamilannya?"


"Semuanya gagal. Mike punya kelemahan juga bukan hanya aku. Dia harus menjalani serangkaian pengobatan dan juga makanan yang akan membuat benihnya menjadi lebih baik. Makanya ia langsung memutuskan untuk pulang."


Malam itu, Adras menghabiskan beberapa jam untuk saling memuaskan dahaga diantara mereka. Adras pun kembali ke hotel menjelang subuh karena ia tak mau Santi dan Sofia curiga.


*********


Jelena berhasil membawa Adras ke lantai dua dan menidurkan lelaki itu di atas ranjangnya. Ia meraba dahi Adras dan lelaki itu masih demam. Jelena langsung mengambil air untuk mengompresnya.


Adras terlihat sangat lemah. Tak lama kemudian tubuh pria itu menggigil. Jelena tak tahu harus melakukan apa. Ia menutup tubuh Adras dengan selimut dan memeluk Adras sampai akhirnya ia melihat kalau Adras sudah tertidur.


Pagi-pagi sekali, Jelena bangun dan membuatkan bubur bagi Adras. Untungnya hari ini hari minggu dan cafe tidak buka.


Semalam, Jelena sudah memberitahukan Sofia kalau Adras ada bersamanya. Sofia dan Santi pun menjadi lega karena satu rumah sakit memang sedang mencari Adras. Santi dan Sofia mengantarkan obat Adras saat tengah malam dan mereka langsung kembali ke rumah.

__ADS_1


Saat Jelena masuk ke kamar, ia melihat kalau Adras sudah bangun.


"Makanlah bubur ini. Aku membuatnya menggunakan rempah-rempah yang biasa dibuat oleh ibuku jika aku sakit." Jelena meletakan piring berisi bubur dan sebutir telur rebus itu di atas nakas. Ia juga membuat teh hangat untuk Adras.


"Tolong suapi aku " ujar Adras.


Jelena pun melakukannya. Ia duduk di pinggir tempat tidur lalu menyuapi Adras. Tak ada percakapan yang tercipta. Keduanya saling diam dan Adras berusaha menghabiskan bubur itu karena dia ingin cepat sehat.


"Sedikit lagi, minumlah obatnya." ujar Jelena lalu segera berdiri dan hendak mencuci piring namun Adras menahan tangannya. "Na, ayo kita bicara."


"Sudahlah, Adras. Tak ada lagi yang harus kita bicarakan. Kamu itu mencintai Anita. Kalian saling mencintai walaupun kalian tahu kalau hubungan kalian adalah suatu kesalahan besar. Lagi pula diantara kita kan tak ada perasaan apa-apa, jadi biarkan saja kita berpisah."


"Aku sudah meminta Anita untuk mengakhiri hubungan diantara kami. Apa yang aku katakan padamu adalah sebuah kejujuran."


Jelena melepaskan tangan Adras yang memegang tangannya. "Minumlah obatnya dan beristirahatlah. Sore nanti Sofia dan Santi akan menjemput mu. Berilah penjelasan kepada mereka. Mereka bertanya padaku semalam tentang Anita. Aku tak bisa memberikan penjelasan apa-apa." Jelena kembali melangkah meninggalkan kamar dan menuju ke dapur. Aku nggak boleh goyah dengan keputusanku. Aku tak boleh jatuh cinta padanya.


Setelah Adras minum obat, lelaki itu pun tertidur lagi. Ia merasa tenang saat berada dekat dengan Jelena. Saat makan siang pun, Adras sudah bisa bangun dari ranjang dan duduk di depan meja makan.


"Masakanmu enak, Na." ujar Adras.


Jelena hanya tersenyum. Entah kenapa setiap kali berdekatan dengan Adras, Jelena tak merasa mual dan muntah.


"Na, ayo kita pulang ke rumah. Aku ingin melihat perkembangan anak kita." ujar Adras ketika mereka sudah selesai makan.


Jelena yang baru selesai mencuci piring, mengeringkan tangannya dengan tissue. Ia kemudian duduk di depan Adras. Keduanya masih ada meja makan.


"Aku tak akan memisahkan hubungan mu dengan anak ini. Kalian dapat melihat dan mengunjunginya kapan saja. Namun aku tak ingin memiliki ikatan apapun denganmu karena aku tak ingin terluka. Tujuan ku juga menikah denganmu adalah untuk membuatmu sembuh. Ternyata kamu sama sekali tak menyimpang. Andai saja kamu mau jujur kepada kedua ponakanmu, pasti mereka tak akan mendorongku untuk menjebak mu dan akhirnya menikah denganmu. Kedua ponakanmu hanya ingin agar kamu sembuh dan memiliki keturunan."


Adras berpindah tempat duduk sehingga kini ia duduk di sebelah Jelena. "Aku sakit, Na. Aku belum sembuh. Karena itu aku butuh kamu untuk terus bersamaku. Bantu aku untuk lepas dari Anita. Aku akui kalau aku mencintainya sangat dalam. Bukan perkara mudah untuk lepas dari cinta pertama yang sudah terjalin 9 tahun lebih. Karena itulah aku mohon, jangan tinggalkan aku."


Jelena menggeleng. "Kamu tak butuh siapapun untuk sembuh dari cinta yang salah ini. Kamu harus berani dan tegas dalam mengambil keputusan, Adras. Namun kalau kamu memang sulit untuk melepaskan Anita, setidaknya, biarkan Anita bercerai dari Mike dulu. Jangan biarkan kamu terus ada dalam ikatan gila ini. Mike tak keberatan Anita berhubungan denganmu karena menutupi kekurangan Mike yang adalah seorang lelaki yang punya kelainan. Mike sebenarnya bisa sembuh juga. Hanya saja ia tak mau berusaha. Mike dan Anita menjadikan Adam sebagai kekasihnya sekaligus mata-matanya. Aku justru kasihan pada Adam. Demi mengejar cita-cita nya dan menaikan derajat keluarganya, ia rela diperlakukan seperti itu."


Adras meraih tangan Jelena dan menggenggamnya erat. "Na, apakah selama ini kamu tak punya perasaan untukku?" tanya Adras dan membuat Jelena jadi panas dingin.


*********


Hallo semua.....


Semoga salam sehat selalu ya...


Semoga suka dengan bab ini.


Dukung emak terus ya guys

__ADS_1


__ADS_2