ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Kenyataan Yang Sulit


__ADS_3

Pesawat mendarat dengan mulus di bandara. Adras pun menarik napas tanda syukur karena ia bisa membawa kembali pesawat ini dengan selamat.


Selesai menyelesaikan apa yang harus diselesaikannya di kokpit, Adras dan temannya kapten Jero segera keluar. Namun, saat pintu kokpit di buka....


"Surprise .....!" teriak para awak kabin yang lain. Anita yang memegang kue ulang tahun. Adras sampai lupa kalau hari ini ia ulang tahun.


"Terima kasih.....!" Hanya itu yang bisa Adras katakan. Ia kemudian menerima ucapan selamat dari para kru kabin yang berjumlah 6 orang. Lalu kemudian ia meniup lilin ulang tahunnya. Mereka kemudian mengajak Adras untuk pergi ke sebuah restoran yang memang sudah dipersiapkan Anita sebelumnya. Awalnya Adras ingin menolak karena ia yakin kalau Santi dan Sofia pasti sudah menunggunya di rumah. Namun melihat bagaimana antusiasnya para kru yang membujuknya, Adras pun ikut juga.


Anita sudah satu bulan kembali bekerja di maskapai. Dan entah bagaimana pengaturannya, hampir setiap penerbangan, dialah yang menjadi Flight manager Service.


Mereka pun menikmati makan malam dengan bahagia. Adras berusaha larut dengan pesta yang diadakan untuknya walaupun. Anita juga terlihat bahagia. Yang Adras dengar kalau Anita sudah 2 kali menjalani sidang perceraiannya. Mike sendiri tak ingin bercerai. Namun Anita sudah bulat dengan tekadnya untuk berpisah dari pria itu.


Video yang selalu Mike pakai untuk mengancam Anita, sudah ditemukan oleh orang suruhan Surya. Makanya Anita merasa yakin untuk segera berpisah dari Mike.


Selesai makan malam, waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Adras segera pamit namun Anita minta tumpangan karena beralasan kalau ia tak membawa kendaraan.


Sebenarnya ada dua pramugari juga yang naik ke mobil Adras namun apartemen mereka lebih dekat dari restoran itu.


"Aku akan mengantar kamu kemana, An?" tanya Adras ketika mereka tinggal berdua saja.


"Ke apartemen mu."


"Kamu tinggal di sana?" Adras kaget. Semenjak peristiwa kecelakaan yang menimpa Jelena, Adras memang tak pernah lagi ke apartemen itu.


"Aku sudah mengganti semua kunci dan kode untuk masuk ke sana sehingga Adam dan Mike tak akan bisa masuk. Sudah 2 minggu aku tinggal di sana. Aku juga sudah mengganti semua perbuatannya dengan yang baru. Kamu nggak marah kan?"


Adras menggeleng. "Jika kamu mau, ambil saja apartemen itu. Aku akan membuat surat pengalihan kepemilikan."


Anita memegang tangan Adras saat mobil berhenti di depan apartemennya. "Jangan dibuat pengalihan kepemilikan. Apartemen itu akan menjadi rumah kita nanti saat aku sudah resmi bercerai dari Mike. Aku tak mau sembunyi-sembunyi lagi seperti dulu." Anita mencium tangan Adras dengan sangat lembut. "Adras, aku tak ingin laki-laki lain dalam hidupku. Aku hanya mau kamu. Kini, Jelena sudah pergi, apakah akan selamanya kau menyendiri? Aku tahu kalau kamu kesepian, Adras. Aku ingin membangun hubungan denganmu lagi. Ayo kita raih kebahagiaan kita yang pernah tertunda dengan cara yang benar." Anita kemudian membelai pipi Adras. Sungguh, ia merindukan lelaki ini untuk boleh memeluknya lagi.


Adras menarik napas panjang. "Aku tak tahu lagi bagaimana perasaanku kepadamu, An. Aku merasa cukup enjoy dengan keadaan ku yang sekarang."


"Sofia dan Santi suatu saat akan meninggalkanmu dan menikah dengan pasangan mereka. Hanya aku yang selalu ada untukmu, sayang."


Adras menatap Anita. Ia dapat melihat cinta Anita yang begitu besar untuknya melalui tatapan mata perempuan itu. Anita kemudian mendekat, lalu mencium pipi Adras dengan sangat lembut. "Aku menunggumu untuk datang ke apartemen ini kita proses perceraian ku sudah selesai." Lalu perempuan itu turun dari mobil Adras dan masih ke dalam lobby.


Adras pun pulang ke rumahnya. Saat itulah ia melihat ada 2 mobil yang tak dikenalnya sedang terparkir di halaman rumahnya. Salah satunya adalah mobil polisi.

__ADS_1


*********


"Selamat ulang tahun uncle....!" Santi dan Sofia masuk ke kamar Adras sambil membawakan kue ulang tahun. Adras langsung tersenyum melihat kedua ponakannya itu masuk ke kamarnya.


"Terima kasih sayang...." Adras memeluk kedua ponakannya itu secara bergantian.


Mereka bertiga duduk bersama di sofa panjang setelah Adras meniup lilin dan menikmati sepotong kue yang diberikan Sofia untuknya.


"Uncle, maaf ya kalau kamu nggak punya kado. Habis bingung mau kasih apa. Uncle kan sudah memiliki semuanya. Masa sih aku dan kakak harus mencarikan uncle seorang istri." Celoteh Santi membuat Sofia melotot kepadanya namun Adras justru tertawa.


"Uncle tak membutuhkan hadiah apapun. Kehadiran kalian saja sudah cukup membuat uncle bahagia."


Sofia dan Santi yang duduk di samping kiri dan kanan Adras pun menyandarkan kepala mereka di bahu Adras.


"Uncle sudah setuju untuk membongkar makam aunty?" hanya Sofia.


"Ya. Bapak itu juga perlu tahu nasib anaknya."


"Bagaimana jika itu benar adalah anaknya? Lalu dimana aunty Nana? Apakah ia sudah turun sebelumnya dari bis itu. Tapi kan tas aunty ada di sana bersama dengan dompet dan ponselnya." Santi nampak bingung.


"Polisi berjanji akan menyelidiki CCTV di sekitar kompleks kejadian." ujar Adras.


Adras menggeleng. "Uncle nggak tahu, sayang. Namun dia dulu pernah berjanji tak akan pernah menjauhkan anak uncle dengan kita semua."


Mereka bertiga pun saling diam. Masing-masing tenggelam dengan pikirannya sendiri.


**********


"Aku sudah resmi bercerai." kata Anita saat ia menjumpai Adras di ruangan khusus pilot. Adras baru saja mendarat 30 menit yang lalu dan ia tak punya jadwal penerbangan lagi karena siang ini Adras ijin karena ingin mengetahui hasil pemeriksaan DNA dari makam yang diduga Jelena.


Adras menatap Anita. "Oh...begitu ya?"


Anita langsung memeluk Adras dengan gembira. "Sayang, ayo kita bangun hubungan diantara kita lagi. Kali ini aku tak akan malu untuk menunjukan pada semua orang kalau kita saling mencintai."


Adras melepaskan pelukannya secara perlahan. "Anita, aku belum ingin membangun hubungan apapun. Kita berteman saja ya?"


Anita berusaha menahan air matanya. "Aku akan berjuang untuk mendapatkan cintamu kembali, sayang."

__ADS_1


"Aku kan sudah cerita ke kamu kalau makam Jelena dibongkar lagi."


Anita mengangguk. "Kalau memang itu bukan Jelena? Lalu di mana dia sekarang? Jelena nggak punya siapapun selain paman dan bibinya yang serakah itu. Jelena tak menyukai mereka. Nggak mungkin juga mereka siap menampung Jelena dengan gratis."


Adras mengangkat bahunya. "Aku akan mencarinya kalau memang jenasah itu bukanlah jenasah Jelena. Aku pergi dulu ya?" pamit Adras.


Ia sampai di rumah sakit Bhayangkara. Keluarga pak Darmo sudah menunggu di sana, demikian juga dengan Santi, Sofia dan Agung. Tak lama kemudian, letnan Ginting dan dokter pun masuk ke ruangan tempat mereka menunggu.


"Selamat siang semuanya. Hasil pemeriksaan DNA dari jenasah dan DNA nya pak Darmo, menunjukkan 99,99% ada kecocokan. Jadi jenasah ini bukan nyonya Jelena Permana." ujar dokter forensik.


Adras merasakan hatinya bergetar. Harapannya untuk bersama Jelena kini ada.


Keluarga pak Darmo kelihatan juga sangat senang. Walaupun kenyataannya sedih karena anak mereka sudah meninggal, namun mereka kini bisa membawa jenasah itu kembali ke kampung halaman mereka. Adras pun mengijinkan karena memang itu hak mereka.


Sekarang adalah, bagaimana menemukan Jelena? Apakah dia turun dari bis itu sehingga jenasah nya tak ada? Kalau pun memang Jelena turun, mengapa ia menghilang?


**********


6 bulan setelah peristiwa kecelakaan itu


Sofia melihat keramaian para wisudawan yang telah menyelesaikan tugasnya. Ia tersenyum. Ia juga akan semangat kuliahnya agar bisa menyelesaikan S1 dan melanjutkan dengan S2.


Ia pun melangkah kan kakinya mendekati papan pengumuman untuk melihat siapa saja lulusan terbaik tahun ini. Buku kuduknya langsung berdiri saat membaca sebuah nama JELENA DEWINTA SARI.


"Sayang....., ada apa?" tanya Agung yang datang hari ini untuk menjemputnya.


Wajah Sofia menjadi pucat. "Itu ....itu.....nama aunty Nana. Ta....tapi, bagaimana bisa?"


"Sayang, bisa saja nama Jelena bukan hanya satu di jurusan itu. Lagi pula semenjak menikah dengan kapten, nama aunty Nana kan sudah berubah menjadi Jelena Permana? Aku pernah lihat di tanda pengenalnya."


"Nggak. Nama aunty Nana unik. Aku tak pernah mendengar ada gadis yang bernama sama seperti dia."


"Lalu?"


"Aku akan telepon uncle." ujar Jelena dan langsung mengeluarkan ponselnya.


**********

__ADS_1


Siapakah itu? Benarkah Jelena Permana?


Komen nya di nanti ya....


__ADS_2