
Adras melepaskan pelukannya namun tangannya masih melingkar di pinggang Jelena. "Kamu nggak apa-apa kan?"
Walaupun wajah Jelena masih nampak pucat namun ia mengangguk juga.
"Ini yang kedua kalinya aku hampir ditabrak oleh motor." ujar Jelena.
Adras memegang wajah Jelena. "Ayo duduk di sini." Adras mengajak Jelena duduk di bangku beton yang ada di depan mini market itu. Ia masih menggenggam tangan Jelena dan tak melepaskannya.
"Aku beli air mineral dulu ya? Kamu nggak apa-apa kan ku tinggalkan sendiri?" tanya Adras.
Jelena hanya mengangguk. Ia masih ketakutan dengan apa yang terjadi. Adras berlari ke minimarket dan membelikan 2 botol air mineral. Sedikit berlari ia kembali ke tempat Jelena, lalu memberikan botol air mineral yang sudah diminumnya.
"Minumlah !" ujar Adras.
Jelena meneguknya sampai setengah lalu memberikan kembali pada Adras.
Saat dilihat Adras kalau Jelena masih tegang, ia pun kembali memeluk istrinya itu. Jelena tak menolak. Entah mengapa pelukan Adras membuat Jelena merasa tenang.
"Kamu nggak terluka kan?" tanya Adras sambil mencium puncak kepala Jelena.
"Nggak."
Tak jauh dari situ, ada mobil sedan berwarna hijau yang terparkir. Itu adalah Anita dengan mobil terbarunya yang tidak diketahui oleh Adras. Perempuan itu menatap Adras yang sedang memeluk Jelena dengan lembut dan sesekali mencium puncak kepalanya.
Anita merasakan hatinya terbakar cemburu. Dia ingat bagaimana Adras dulu menenangkannya saat ia baru saja bertengkar dengan Mike. Bagaimana Adras membuatnya merasa tenang dengan memeluknya sepanjang hari.
Aku harus mengambil keputusan tegas agar Adras kembali padaku. Tak ada lelaki lain yang bisa membuatku nyaman. Adras adalah milikku. Hanya milikku. Adras tak boleh jatuh hati pada Jelena. Aku tak akan membiarkannya.
Tak lama kemudian, Anita pun pergi dari sana. Ponselnya berbunyi. Itu adalah panggilan dari kepala bagian kru penerbangan yang akan mengingatkan Anita untuk penerbangannya hari ini.
"Tolong cari orang untuk gantikan aku ya? Aku capek." kata Anita lalu melakukan kendaraannya menuju ke rumahnya.
Rumah Anita dan Mike memang tak memiliki pembantu. Para pembantu akan datang jika ditelepon oleh Mike atau Anita. Itu semua mereka lakukan agar orang tua mereka tak akan mengetahuinya pernikahan mereka yang memang sudah hancur.
Saat Anita membuka pintu utama, ia melirik ke arah kamar Mike yang letaknya memang ada di bawah. Ia tahu Mike ada di sana. Ia melihat kedua mobil Mike terparkir di garasi dan ada sebuah mobil lain berwarna putih.
Anita dengan segera mengetuk pintu kamar suaminya. Mike keluar hanya dengan menggunakan sebuah handuk dan melilit pinggangnya.
"Aku mau bicara!" kata Anita.
"Aku masih sibuk! Bukankah kamu ada jadwal penerbangan?"
Anita mendorong Mike dengan sangat kuat. Ia bermaksud akan mengusir laki-laki yang menjadi teman kencan Mike hari ini. Namun alangkah terkejutnya dia saat melihat kalau yang sedang ada di atas ranjang bukan seorang laki-laki melainkan seorang perempuan. Itu adalah Putri, pramugari yang terkenal menyukai Adras.
"Kurang ajar kau Putri!" Anita melemparkan tas yang dipegangnya ke arah Putri. Perempuan itu bergegas turun dari ranjang dan memakai gaunnya. Anita menyerangnya dengan menarik rambut Putri.
"Anita, lepaskan!" Mike menarik tangan Anita. Namun perempuan itu seperti kesetanan menyerang Putri.
__ADS_1
Dengan bantuan Mike, Putri akhirnya dapat melarikan diri walaupun tanpa menggunakan sepatu.
"Ah....lepaskan aku, Mike! Aku akan menghancurkan pramugari murahan itu!" Anita memberontak dalam dekapan Mike.
"Sudahlah Anita!" Mike dengan kasar mendorong tubuh Anita ke ranjang. Anita menangis dalam kepedihan yang mendalam merasa dikhianati oleh orang kepercayaannya, yaitu Putri.
"Apakah Adam tak cukup melayani napsu gilamu itu? Apakah para pria bule itu tak cukup membuatmu merasa tenang? Kenapa harus Putri?"
"Mengapa harus Putri? Hei Anita, aku juga butuh berhubungan dengan perempuan. Aku membutuhkan sensasi lain. Kamu sendiri, semenjak kita pulang dari Amerika, tak pernah mau lagi aku sentuh. Ya sudah, aku mencari perempuan lain. Kebetulan Putri secara sukarela mau menyerahkan tubuhnya asalkan aku menaikan jabatannya. Aku merasa itu hal yang wajar."
"Kamu sungguh tak bermoral, Mike!"
Mike menatap istrinya dengan tajam. "Kamu pikir, apa yang kamu lakukan dengan Adras selama ini adalah sesuatu yang baik? Predikat pramugari terbaik yang kamu sandang selama 5 tahun ini akan menjadi hilang kalau orang tahu selama 9 tahun ini kamu sudah selingkuh dengan Adras."
"Aku jadi begini juga karena kamu! Karena hasrat gilamu yang ingin bersama laki-laki dan juga perempuan."
Mike melemparkan handuk yang melilit tubuhnya. Ia merangkak naik ke atas ranjang. "A....Apa yang kamu lakukan?" Anita ketakutan melihat Mike yang kini berada di atas tubuh Anita.
"Aku dan Putri tadi belum sempat pada permainan inti. Jadi sebaiknya, kamu yang menggantikan Putri untuk meredam hasrat gilaku ini."
"Lepaskan.....!" Anita menjerit ketakutan saat Mike telah merobek gaun yang dipakainya. Ia hanya bisa menangis dengan hati yang hancur saat Mike melampiaskan seluruh nafsunya pada Anita dengan sangat kasar.
*********
"Adras, aku mau kembali ke cafe. Aku mau istirahat di sana." Ujar Jelena.
"Aku ikut !" ujar Adras tanpa melepaskan tangannya yang memeluk pinggang Jelena.
"Aku kan suamimu, sayang."
"Adras ....!" Jelena menjadi kesal. Ia melepaskan diri dari pelukan Adras. Kakinya dengan cepat melangkah ke arah cafe. Namun ia berhenti saat menyadari kalau Adras mengikutinya.
"Adras, kamu mau apa sih?"
"Jam kerja kamu sudah selesaikan? Aku hanya ingin bersamamu. Aku ingin menemanimu."
"Memangnya kamu tak punya pekerjaan sampai harus mengikuti aku terus?"
"Ya. Aku kan lagi cuti."
Jelena merasa tak enak jika Adras akan mengikutinya masuk ke dalam cafe.
"Buka mobilmu!" ujar Jelena lalu melangkah ke arah mobil Adras yang terparkir tak jauh dari tempat mereka berdiri. Adras pun langsung tersenyum senang. Ia menekan tombol remote sehingga mobilnya itu langsung otomatis terbuka. Jelena masuk ke dalam Lamborgini merah itu dan duduk dengan tenang. Adras pun langsung masuk ke dalam mobil. Saat dilihatnya Jelena tak menggunakan sabuk pengaman, Adras mendekati istrinya itu untuk menarik sabuk pengaman.
"Eh, kamu mau apa?" tanya Jelena sambil menatap Adras dengan tajam.
"Aku hanya ingin memasang seatbelt mu, Na." ujar Adras lalu segera melakukan apa yang ia mau. Jelena menoleh ke arah luar kaca karena tak ingin bertatapan dengan Adras dengan jarak yang sangat dekat. Namun tanpa di duga, Adras justru memanfaatkan hal itu untuk menunduk dan mencium perut Jelena.
__ADS_1
"Anak papa sayang, kita jalan-jalan ya." ujarnya lembut. Jelena tersentak kaget. Namun entah mengapa perasaannya menjadi damai saat Adras mencium perutnya.
"Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan." umpat Jelena membuat Adras terkekeh. Ia merasa senang melihat wajah Jelena yang cemberut.
Mobil pun berjalan meninggalkan kompleks cafe tempat Jelena bekerja.
"Kita mau kemana?" tanya Jelena.
"Kamu inginnya kemana?" Adras balik bertanya.
"Aku lapar. Ingin makan sesuatu yang pedas."
"Ok. Aku tahu tempatnya."
Ternyata mereka mampir di restoran Korea yang menunya ada yang pedas. Jelena sampai menelan salivanya berkali-kali saat mencium aroma dari makanan yang ada di sana.
"Adras, nggak ada sendok ya? Aku nggak bisa menggunakan sumpit." kata Jelena sedikit merengek.
"Di sini nggak ada sendok. Jadi aku akan menyuapi mu."
"Aku nggak mau!" Jelena menggeleng. Ia malu dilihat para pengunjung yang lain.
"Ayo buka mulutnya." Adras menyuapi Jelena. Terpaksa perempuan itu membuka mulutnya. Rasa pedas dan Aroma bumbu lain yang menyatu dalam makan itu membuat Jelena langsung berselera. Akhirnya mereka pun makan bersama dengan Adras yang menyuapi Jelena lalu menyuapi dirinya sendiri.
"Kamu nggak jijik apa, selesai dari mulutku, langsung ke mulutmu."
Adras tersenyum. "Kenapa harus merasa jijik? Kita kan sudah pernah bertukaran Saliva saat berciuman."
"Adras jangan terlalu kencang. Nanti di dengar orang." Wajah Jelena menjadi merah.
"Biar saja mereka dengar. Apa urusannya mereka dengan kita? Ah...buka lagi mulutnya."
Orang-orang yang ada di restoran itu tersenyum melihat kemesraan pasangan itu.
"Suami yang sayang pada istrinya. Sampai makan pun disuapi."
"Lho itukan Adras si pilot yang sedang viral itu. Abadi kan ah..."
"Benar itu kapten Adras. Ternyata di balik sikapnya yang dingin, ia sangat romantis pada istrinya ya?"
Demikianlah orang-orang di restoran itu berkomentar.
**********
Mike melihat postingan tentang Adras yang baru saja di unggah. Ia menatap Anita yang terbaring lemah sambil menangis.
"Kau sudah habis Anita!" ujarnya sedikit mengejek sambil melemparkan handphone pada Anita agar Anita melihat unggahan itu.
__ADS_1
*********
Bagaimana kisah ini berlanjut?