
Santi pura-pura nyengir kayak kuda untuk menenangkan hatinya sebelum bicara.
"Uncle, jangan galak gitu dong. Aku tuh kebiasaan karena kuliah di kedokteran, apapun itu akhirnya pasti rumah sakit. Kami tuh hanya ingin punya waktu khusus dengan aunty. Soalnya selama ini aunty kan sibuk di kantor. Kebetulan ini hari Sabtu. Jadi pingin melakukan apapun juga yang berhubungan dengan perempuan. Sekalian mencoba mobil baru aunty." Kata Santi sambil berusaha tak menatap mata Adras karena ia tahu pamannya bisa menganalisa apakah Santi bohong atau tidak .
"Kalian....."
"Ok. Ayo kita pergi!" Ujar Jelena, menyela kalimat Adras. Jelena memang ingin menjauh dari Adras karena ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Ia bagaikan perempuan yang maniak berhubungan intim sehingga dengan tak tahu malunya ia selalu menggoda Adras.
"Asyik....!" Sofia dan Santi bersorak gembira.
Adras merasa ada yang aneh dengan kedua ponakannya. Mereka memang selama ini dekat dengan Jelena. Namun mereka tak pernah menganggu privasi Adras. Bukankah mereka ingin Adras dekat dengan Jelena? Mengapa sekarang kesannya ingin menjauhkannya?
Akhirnya mereka berempat keluar dari hotel. Adras membawa mobil Sofia sedangkan tiga perempuan itu naik mobil Jelena.
Setelah tiba di rumah, Adras meminta Sule menurunkan kopernya dan segera masuk ke ruangan kerjanya di mana kontrol CCTV ada di sana.
Perubahan sikap Jelena padanya membuat Adras senang sekaligus juga bingung. Apalagi dengan gairah yang dimiliki oleh istrinya itu.
Tak ada yang aneh dengan rekaman CCTV. Nampak Jelena beraktifitas seperti biasa. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lain.
Apakah Jelena diberikan obat oleh Santi? Tapi mereka nggak mungkin melakukannya tanpa ijin dariku.
Adras menjadi pusing sendiri. Ia pun segera ke kolam renang. Rasanya berenang akan membuat tubuhnya menjadi bugar setelah tenaganya terkuras habis karena bercinta dengan Jelena sejak kemarin sampai tadi siang.
Adras membuka kaos dan celana jeans yang dikenakannya, lalu ia segera terjun ke dalam kolam dengan menggunakan celana boxer. Namun saat ia berenang menuju ke sisi kolam yang lain, Adras terkejut karena ia bersentuhan dengan sesuatu.
"Marlisa?"
"Adras?"
"Ngapain kamu di sini?"
"Ya berenang."
"Oh....." Adras pun melanjutkan acara berenangnya. Ia ingin kembali bugar. Bercinta memang dikatakan sebagai salah satu olahraga namun Adras merasa perlu untuk lebih bugar lagi. Karena sebagai seorang pilot, ia memang harus selalu sehat agar bisa menerbangkan pesawat dengan baik.
Marlisa sudah naik ke tepi kolam. Ia menggunakan bikini yang sangat seksi. Tubuhnya yang tinggi semampai dan warna kulit yang putih pucat, memang sangat menggoda mata lelaki yang melihatnya. Apalagi dengan bikini itu, bagian sensitif di tubuh Marlisa nampak mencolok. Perempuan itu duduk di kursi kolam sambil berselojor kaki. Ia menggunakan kacamata hitamnya dan merasa senang karena bisa bersama dengan Adras di kolam ini.
Tak lama kemudian, Adras pun naik ke tepi kolam. Ia meraih handuk yang tersedia di sana lalu mulai mengeringkan tubuhnya.
Marlisa melihat ada tanda merah di dada dan leher Adras. Ia memang mendengar kalau Adras dan Jelena menginap di hotel semalam. Namun, dimana Jelena?
Beberapa kali Marlisa berfantasi dapat menyentuh tubuh ponakan suaminya itu. Ia sudah menggoda Adras dengan penampilannya yang super seksi. Namun Adras tampaknya tak bergeming.
"Adras, ayo minum jus orange!" ajak Marlisa.
Adras duduk di samping mereka. Kursi keduanya hanya dibatasi oleh sebuah meja kecil yang memang sudah tersedia minuman dan kue di sana.
__ADS_1
"Mana Jelena?" tanya Marlisa.
"Ke salon bersama Sofia dan Santi."
"Oh...."
Adras meneguk jus itu sampai setengah. "Aku mau ke dalam dulu ya?" pamitnya lalu membungkus tubuhnya dengan handuk dan segera masuk.
Marlisa menatap kepergiannya dengan kesal. "Apa aku kurang menarik di matanya? Haruskah aku menjebak Adras seperti juga aku menjebak Jeff?"
Sesampai di kamar, Adras segera mandi lagi dan kemudian ia memeriksa jadwal penerbangan. Ia berharap besok pagi, Anita tak ada lagi dalam kru penerbangannya.
Adras terus berpikir tentang apa yang ia dan Jelena lakukan dari kemarin sore sampai siang ini. Adras suka Jelena yang seperti ini. Sisi liarnya membuat Adras melayang. Adras mengakui kalau ia memang sungguh-sungguh mencintai Jelena. Hatinya sudah terikat pada perempuan itu dan Adras juga menyukai tubuh Jelena. Aku berharap agar kamu hamil lagi, Na. Aku sudah kepingin jadi bapak.
Tak lama kemudian, Adras pun tertidur .
***********
Jelena, Sofia dan Santi tiba di rumah saat jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Adras sudah dua kali menelepon mereka dan meminta agar mereka segera pulang.
Saat Jelena memasuki ruang tamu, dilihatnya Adras sedang duduk bersama dengan paman Jeff.
"Selamat malam!" ujar Jelena.
Adras menatap istrinya. Ada yang baru dengan penampilan Jelena. Rambutnya yang hitam sebahu itu, kini sudah berganti menjadi warna coklat dan nampak bergelombang. Adras sempat pangling saat melihat istrinya itu.
Marlisa yang baru datang dari dapur membawakan kopi untuk Jeff dan Adras nampak kurang suka suaminya memuji Jelena.
"Aku ke kamar dulu ya, capek banget." pamit Jelena. Ia segera melangkah ke kamar sambil membawa beberapa paper bag hasil belanjaannya hari ini.
Jelena juga tak perlu mandi karena tadi di spa, ia sudah mandi. Ia pun segera meletakan belanjaannya di dekat lemari pakaian lalu mengambil gaun tidur dan memakainya. Setelah itu Jelena ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan gosok gigi.
Ketika ia keluar dari kamar mandi, Adras sudah masuk ke kamar. Saat Jelena dan Adras saling berpandangan, entah mengapa Jelena merasa salah tingkah.
"Kalian kemana saja hari ini?" tanya Adras berusaha menciptakan komunikasi diantara mereka berdua.
"Ke salon dan ke mall." jawab Jelena lalu mengoles handbody di tangan dan kakinya.
Adras tersenyum. "Kamu kelihatan semakin cantik dengan gaya rambut seperti itu. Aku jadi cemburu. Pasti akan banyak pria yang memandang mu dengan kagum."
"Kru penerbangan mu banyak yang lebih cantik."
Adras tersenyum. "Namun tak ada yang semenarik dirimu."
"Jangan merayu!" Jelena berdiri. Ia sudah selesai dengan ritual malam sebelum tidur. Saat ia berjalan menuju ke tempat tidurnya, Adras menghadang langkahnya.
"Ada apa?" tanya Jelena.
__ADS_1
"Aku suka caramu menjemput aku dengan gairah yang besar seperti itu."
Jelena menelan salivanya. "Aku ngantuk."
"Eh, tunggu!" Adras menahan tangan Jelena. "Kenapa menghindar?"
"Bukan menghindar. Aku beneran ngantuk. Capek."
Adras melingkarkan tangan kanannya di pinggang Jelena. Lalu tangan kirinya mengusap perut Jelena. "Aku berharap, semoga dari sekian ronde yang kita lewati saat bercinta sejak kemarin sampai tadi siang, akan ada yang tumbuh di sini. Aku ingin segera menjadi bapak."
"Eh, selamat malam." Jelena melepaskan tangan Adras yang melingkar di pinggangnya lalu segera naik ke atas tempat tidur. Jelena meraih selimut tebal lalu menutupnya sampai ke batas lehernya, setelah itu ia menekan tombol lampu yang ada di sampingnya.
Adras tersenyum melihat istrinya yang seakan menghindar darinya. Apakah mungkin saat bercinta kemarin, Jelena ada dalam pengaruh obat?
Tak mau dibuat pusing dengan perubahan sikap Jelena, Adras memilih untuk tidur karena besok ia harus berangkat pagi-pagi ke bandara. Ia baik ke atas ranjang dan memeluk Jelena dari belakang.
"I love you, baby." bisik Adras lalu memejamkan matanya.
***********
Sofia membuka pintu kamarnya dalam keadaan mengantuk.
"Aunty Nana, ada apa?" tanya Sofia.
"Maaf menganggu kamu di pagi ini. Ada pembalut nggak?"
"Pembalut?"
"Iya. Aku baru saja mendapatkan haid dan belum membeli pembalut."
Sofia nampak kecewa. "Ada. Sebentar ya." Ia mengambil stok pembalutnya dari dalam laci wastafel lalu memberikannya pada Jelena. Setelah itu Sofia langsung ke kamar Santi dan membangunkan adiknya itu.
"Santi, aunty Jelena mendapatkan tamu bulanannya. Duh, usaha kita sia-sia dong."
"Ya sudah kita berikan lagi obatnya."
"Kira-kira uncle curiga nggak ya?"
"Nggak. Paling juga uncle kesenangan saat aunty Nana bersikap agresif lagi."
Kedua kakak beradik itu berbicara tanpa mereka tahu ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka.
**********
Bagaimana kisah selanjutnya?
Pasti banyak pembaca yang kecewa karena Jelena datang bulan kan?
__ADS_1
Tenang saja guys, masih banyak cara dari Sofia dan Santi.