ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS

ISTRI UNTUK PAMAN ADRAS
Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Selena Permana, wanita cantik blesteran Indonesia-Amerika. Kecantikannya dan pesonanya tak juga menghilang walaupun ia sudah menikah dan memiliki 2 anak.


Suaminya bernama Leonard Sinaga, pria asal Medan. Mereka ketemu di sebuah acara, Leonard langsung tergila-gila pada Selena dan segera mengajak gadis itu menikah di hari pertama mereka pacaran. Selena pun begitu terpesona pada pribadi dan ketampanan Leonard. Mereka menikah 3 bulan setelah bertemu dan 1 tahun kemudian anak pertama mereka lahir. Sofia Sinaga.


2 tahun kemudian, adik Sofia lahir dan dinamakan Santi. Selena merasa hidupnya sempurna. Ia menjadi wanita karir dan membangun usahanya bersama sang suami. Sampai akhirnya, di suatu sore, datang seorang perempuan yang mengaku hamil anak Leonard. Selena sock berat demikian juga dengan Leonard. Ia tak menyangka kisah satu malam dengan seorang pramugari saat mereka mabuk membuahkan hasil. Selena hancur dan merasa dikhianati sang suami. Perempuan itu hanya ingin tanggungjawab dari Leonard tanpa bermaksud merusak hubungan Leonard dengan sang istri. Namun Selena terlanjur terluka. Ia menjauhkan diri dari sang suami dan hubungan mereka menjadi hambar. Anak yang dilahirkan oleh sang pramugari itu ternyata meninggal. Leonard berusaha membangun kembali hubungan rumah tangganya yang retak namun Selina seperti belum bisa memaafkan kesalahan sang suami walaupun itu kisah satu malam saja.


Saat itulah Selena kenalan dengan seorang pengusaha muda saat mereka menjalin kerja sama dalam suatu proyek. Pengusaha muda tampan yang usianya 8 tahun lebih muda dari Selena namun pria itu langsung menunjukan rasa ketertarikannya pada Selena dipertemuan pertama mereka. Ia bahkan tak peduli dengan status Selena yang adalah seorang istri dengan dua anak. Ia terus menunjukan perhatian, cinta kasih bahkan tak pernah menyerah sekalipun Selena berulang kali menolaknya. Nama pria tampan itu adalah Arkley Davidson. Pria bule itu memiliki seorang adik yang usianya 10 tahun lebih muda dari Arkley namanya Arley. Sekalipun terpaut usia 10 tahun namun banyak orang yang menyangka kalau Arley dan Arkley adalah saudara kembar karena wajah mereka yang sangat mirip. Arley sangat menyayangi kakaknya dan ia tahu tentang wanita yang membuat kakaknya enggan kembali ke Amerika.


Kehadiran Arkley disaat Selena sedang patah hati dengan suaminya membuat Selena akhirnya luluh juga dengan semua perhatian Arkley. Selena jatuh dalam pesona bule berondong yang sangat romantis itu. Mereka pun menjalin hubungan terlarang.


Leonard akhirnya mengetahui hubungan itu. Mereka bertengkar hebat dan Leonard mengancam akan bercerai dan mendapatkan hak asuh kedua anaknya karena ia memiliki bukti perselingkuhan Selena. Perempuan itu akhirnya memutuskan hubungannya dengan Arkley. Tentu aja Arkley tak setuju. Ia sungguh sudah mencintai Selena dan ingin menikah dengan perempuan itu. Namun Selena tak ingin berpisah dengan anak-anaknya. Ia pun kembali ke pelukan Leonard. Arkley patah hati bahkan kehilangan semangat untuk hidup. Ia meminta agar boleh berjumpa dengan Selena satu kali saja. Kebetulan, Selena, Leonard dan kedua orang tuanya sedang ada di suatu acara di sebuah hotel pinggir kota. Selena pun setuju untuk ketemu di sana.


Arkley meminta adiknya Arley untuk mengambil gambar pertemuan mereka itu. Arkley memeluk dan mencium Selena sebagai tanda perpisahan tanpa Selena tahu kalau ada seseorang yang mengabadikan semuanya itu. Lalu sesuai instruksi Arkley, Arley langsung mengirim semua gambar dan video pertemuan itu kepada Leonard.


Pertengkaran hebat pun terjadi. Sekalipun Selena mengatakan bahwa itu hanyalah sebuah perpisahan namun Leonard tak terima. Mereka pulang dan sepanjang perjalanan mereka bertengkar disaksikan oleh kedua orang tua Selena. Mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah truk besar. Yang lain meninggal di tempat sedangkan mama Adras sempat sadar selama 3 hari. Ia menceritakan semua yang terjadi pada Adras namun karena lukanya yang sangat parah di kepalanya, ia pun meninggal.


"Kakakku sangat menyesali semuanya. Ia menangis selama bertahun-tahun karena merasa kalau dialah penyebab kecelakaan itu. Aku pun juga menyesal, karena akulah yang mengirim foto dan video itu. Cinta kakakku yang begitu besar pada mamamu, membuat ia berpikiran egois dan ingin memisahkan mereka. Sampai saat ini, setiap hari peringatan kematian nyonya Selena, ia selalu datang ke makamnya untuk membawakan bunga mawar putih dan selalu berdoa di sana sambil menangis."


Sofia terkejut. "Jadi bunga mawar putih yang selalu ada di makam mamaku, itu dari Arkley?"


Arley mengangguk.


"Sof, kakakku memang pernah selingkuh dengan mamamu. Keadaan lah yang membuat mereka seperti itu. Namun di ujung perpisahan mereka, mamamu mengatakan bahwa ia ingin bertobat dan kembali ke jalan yang benar karena ia sangat menyayangi kamu dan Santi. Aku harap, kamu tak membenci mamamu."


Sofia tak tahu harus bicara apa. Kemarin pamannya menceritakan hal yang sma dari versi yang berbeda. Menurut pamannya, Arley lah selingkuhan mamanya itu. Mungkin karena wajah mereka yang sama sampai Adras mengira kalau itu adalah Arley.


"Di mana kakak mu sekarang?"


"Ada di Amerika. Usianya sudah 36 tahun namun dia tak mau menikah. Ia menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan akan datang ke Indonesia setahun sekali, yaitu di hari peringatan kematian mamamu. Hal inilah yang sebenarnya ingin ku ceritakan padamu. Aku ke Amerika juga menceritakan pada kakakku kalau aku jatuh cinta pada anak Selena. Dia hanya tersenyum dan meminta aku untuk jujur tentang masa lalu mamamu dan kakakku."


Sofia bingung. Tak tahu harus bicara apa. "Aku mau pulang!"kata Sofia sambil berdiri. Mereka ada di apartemen Arley saat ini.


"Bagaimana dengan hubungan kita?"


Sofia menatap Arley. "Kita berteman saja, ya?"


"Apakah kau tak ada rasa untukku?"


"Hubungan kita akan menjadi duri di tengah keluarga kita. Pamanku akan selalu mengingat kakakmu dan kakakmu akan selalu mengenang mamaku ketika melihat aku. Karena banyak juga yang bilang kalau aku sangat mirip dengan mamaku." Sofia meraih tas punggungnya dan memakainya. "Terima kasih sudah menjadi pacar pura-pura ku." lalu ia langsung pergi dan berlari meninggalkan apartemen Arley.

__ADS_1


Saat di dalam lift, tangis Sofia langsung pecah. Ia buru-buru menghapus air matanya saat melihat lift berhenti, tandanya akan ada orang lain yang masuk.


Namun, saat pintu lift terbuka, Sofia kaget saat melihat Agung masuk dengan pakaian serba hitam. Wajah cowok itu terlihat kurus dan nampak ia bersedih. Agung terkejut juga saat melihat Sofia.


"Sofia? Kamu? Kamu menangis? Ada apa?" Agung secara refleks langsung memegang lengan Sofia.


"Kak....., jangan kayak gini." Sofia mengingatkan status Agung sebagai suami orang.


"Maaf. Aku tetap peduli denganmu, Sof."


"Aku baik-baik saja, kak."


Agung mengangguk.


"Kakak baik-baik saja kan? Kakak terlihat kurus."


"Ibuku baru saja meninggal."


Sofia terkejut. "Turut berdukacita kak. Kapan meninggalnya?"


"Dua hari yang lalu. Terima kasih."


"Iya."


"Istri kakak di mana?"


"Ada di rumah orang tuanya."


Pintu lift terbuka.


"Kamu mau kemana? Bawa mobil? Kalau nggak, bareng sama aku saja." Agung menawarkan.


"Aku....." Kalimat Sofia terhenti saat melihat Arley yang keluar dari lift yang lain. Sepertinya Arley mengejar dia.


"Sofia...!" Arley mendekati mereka.


Sofia langsung memegang tangan Agung. "Yuk kak, kita pergi!"


Langkah Arley terhenti. Itu Agung kan, mantan pacarnya Sofia?

__ADS_1


**********


Adras mencium ketiga buah hatinya. Ia akan kembali terbang hari ini setelah mendapatkan 0ff selama 4 hari.


"Papa pergi dulu ya sayang. Jangan rewel sama mama. Kalau kontrak papa sudah selesai, papa janji nggak akan pergi meninggalkan kalian lagi." ujar Adras. Jujur saja, ia sekarang selalu merasa rindu ingin pulang rumah karena anak-anaknya ini.


"Jaga kesehatan dan selalu behati-hati ya, sayang." Jelena mencium tangan suaminya. Setelah itu mereka berpelukan dan berciuman sangat lama.


"Jadi pingin narik kamu lagi ke ranjang." bisik Adras saat ciumannya berakhir.


"Sayang, kamu kok genit banget sih? Apa semalam masih kurang? Aku masih susah jalan nih."


Adras tertawa. Ia mencium dahi Jelena lalu mendorong kereta bayinya ke luar kamar. Nampak Sofia sedang duduk sambil melamun di ruang tengah.


"Sofia....!" Panggil Adras.


"Uncle? Mau terbang lagi ya?"


Adras mengangguk. "Semua keputusan uncle serahkan padamu. Kamu tahu mana ang terbaik."


Semalam Sofia sudah menceritakan bahwa yang pernah bersama mamanya adalah kakaknya Arley yang memang wajahnya mirip sekali dengan Arley.


"Aku baik-baik saja, uncle. Tenang saja. Oh ya, si Anto kemana? Kok aku nggak lihat dia sejak kemarin?" tanya Sofia mengalihkan topik pembicaraan.


"Anto berhenti. Katanya dia sudah bekerja menjadi bodyguard." ujar Adras.


"Bodyguardnya siapa?"


"Marlisa." ujar Adras membuat Sofia langsung tertawa.


"kayaknya mereka ada affair deh."


"Biar saja. Itu bukan urusan kita." Adras pun segera pergi. Sofia menatap Jelena yang mengantarkan pamannya. Ia senang melihat pamannya mendapatkan istri sebaik Jelena.


Lalu, bagaimana dengan aku? Kapan aku mendapatkan pasangan seperti yang lain? Batin Sofia lalu menatap ketiga sepupunya. "Apakah kakak harus menunggu kalian besar dan mencarikan jodoh untuk kakak?" lalu ia mencium ketiganya dengan gemas.


*************


Sofia tetap sama Arley atau balik sama Agung?

__ADS_1


Berikan pendapatmu ya guys....


__ADS_2