
Adras sudah mendapatkan informasi dari polisi bahwa beberapa CCTV yang ada di sekitar lokasi kecelakaan tidak menangkap ada sesuatu yang aneh. Jadi kemungkinan Jelena sudah turun sebelum kecelakaan itu terjadi dan tasnya ketinggalan dalam bis.
Namun hari ini, saat Adras akan menuju ke bandara, ia mendapatkan telepon dari Sofia yang membuat buku kuduknya berdiri. Benarkah itu Jelena? Makanya Adras menelepon pihak maskapai untuk meminta ijin tak terbang dan untungnya ada pilot yang bisa menggantinya. Ia segera mengalihkan arah mobilnya menuju ke kampus.
Kini mereka pun sedang berada di ruang kantor administrasi.
"Kami tidak tahu kalau mahasiswa bernama Jelena Dewinta Sari itu sudah menikah. Ia tak pernah mengganti identitasnya. 2 bulan yang lalu ia memang mengikuti ujian sebagaimana hasil laporan yang ada. Dan ia lulus sebagai mahasiswa terbaik di angkatannya. Dari data yang saya lihat, dia memang di wisuda hari ini."
"Bolehkah kami melihat rekaman CCTV auditorium?" tanya Adras.
"Perlu ijin dari kepolisian, pak."
Besoknya, dengan bantuan letnan Ginting, mereka pun mendapatkan ijin melihat CCTV tempat pelaksanaan wisuda. Saat nama Jelena Dewinta Sari disebutkan, nampak seorang perempuan berdiri menggunakan jubah hitam seperti peserta yang lain. Rambutnya disanggul. Sayangnya, jarak CCTV ke bagian panggung agak jauh sehingga, walaupun diperbesar tak terlalu kentara siapa yang berdiri, apalagi ia membelakangi kamera.
"Aku yakin itu Jelena. Tapi mengapa ia tak mau bertemu dengan kita?" tanya Adras dengan hati yang terasa perih.
"Berikan saja foto istri anda, nanti saya akan meminta detektif Kennard untuk mencarinya."
"Baiklah. Tolong cari istriku. Namun jangan sampai heboh. Aku juga tak ingin dia tahu kalau aku sedang mencarinya. Berapapun biayanya, aku pasti akan membayarnya."
Letnan Ginting tersenyum. "Anakku, dan detektif Kennard, adalah salah satu penumpang yang ada dalam pesawat yang kapten selamatkan saat mendarat di jalan raya itu. Aku yakin, ia sangat senang melakukan ini."
"Terima kasih." Adras merasa lega. Harapannya untuk segera menemukan Jelena membuat dirinya menjadi bersemangat.
*********
2 minggu setelah itu.....
Adras selalu menunggu dengan tak sabar kabar dari detektif Kennard. Ia begitu ingin tahu bagaimana kabar pencarian istrinya.
Seperti malam ini, Adras duduk di balkon kamarnya sambil sesekali menatap ponselnya yang terletak di atas meja. Ia berharap kalau detektif Kennard akan menghubunginya. 2 jam yang lalu, Adras baru saja tiba dari penerbangannya dengan rute Jakarta-Sidney, Sidney-singapura-Jakarta. Semalam Adras menginap di sana dan besok, adalah hari off nya.
Sekarang malam minggu. Sofia sedang pergi nonton dengan Agung sementara Santi sedang jalan dengan teman-temanya. Adras tak mau lagi kaku dengan aturan yang sangat ketat pada kedua ponakannya itu.
Dan ponsel Adras pun berbunyi. Ia bertambah senang karena itu adalah panggilan dari detektif Kennard.
__ADS_1
"Selamat malam, kapten."
"Selamat malam juga."
"Saya sudah mendapatkan informasi tentang keadaan istri
kapten. Sekarang saya ada di depan rumah anda."
"Silahkan masuk. Saya segera turun." Adras bersemangat mendapatkan berita itu. Ia pun bergegas turun ke bawah.
"Bagaimana?" tanya Adras tak sabar.
"Nyonya Jelena memang masih hidup. Dia tinggal di salah satu tempat kost di pinggir kota. Namun dari informasi yang saya dapatkan, sudah seminggu ini ia tak ada karena sedang berobat ke luar negeri. Dan saya sudah mendapatkan data, kalau memang pada hari Senin yang lalu Jelena Dewinta Sari, berangkat ke Singapura dengan seseorang yang bernama Tan Jun Seo."
Adras terkejut. "Siapa Tan Jun Seo?"
"Pemilik cafe tempat nyonya Jelena pernah bekerja."
"Si Jun?" Adras langsung terbakar cemburu. Memang beberapa kali ia memperhatikan bagaimana cara si Jun itu menatap Jelena. Sebagai lelaki Adras tahu kalau Jun terlihat mengagumi Jelena.
"Nyonya Jelena sudah 1 bulan berada di tempat kost itu."
"Saya kurang tahu juga, Kapten. Namun saya menemukan fakta dari rekaman CCTV di tempat kost, kalau nona Jelena tidak hamil."
Adras sangat terpukul mengetahui hal tersebut. "Apakah..., dia sudah melahirkan? Tapi kalau mau dihitung usia kandungannya dengan waktu kecelakaan sampai sekarang, seharusnya kandungan Jelena baru memasuki bulan ke-8."
"Tidak dapatkah kau selidiki sedang apa mereka di sana?"
"Saya sudah mendapatkan kabar kalau nona Jelena terdaftar sebagai pasien di salah satu rumah sakit di sana."
"Dia sakit?"
"Mungkin."
"Ayo kita ke Singapura. Besok aku off. Aku akan ijin pada pihak maskapai selama beberapa hari."
__ADS_1
Kennard mengangguk.
*********
Keesokan harinya, di salah satu rumah sakit yang ternama di Singapura.
Kennard langsung menanyakan pasien yang bernama Jelena Dewinta Sari. Namun ternyata pasien yang ada justru bernama Jelena Permana. Namun sayangnya, Jelena sudah keluar rumah sakit sejak kemarin.
Saat Adras bertanya tentang sakit apa yang diderita Jelena, pihak rumah sakit tak mau memberitahukan karena itu memang adalah rahasia pasien yang harus mereka jaga.
Kennard pun memakai segala keahliannya dan akhirnya mendapatkan bocoran kalau Jelena menjalani pengobatan dada sebelah kirinya yang sakit karena benturan dan beberapa tukang rusuknya pernah patah.
"Berarti Jelena mengalami kecelakaan. Tapi bagaimana ia bisa selamat? Apakah Jun yang menyelamatkannya?" tanya Adras.
Akhirnya, mereka pun kembali ke Jakarta saat itu juga. Adras tak mau membuang waktu, ia langsung menuju ke tempat kost Jelena namun kata penghuni kost yang lain kalau Jelena sedang bekerja. Adras bergegas ke cafenya Jun. Namun Cafe itu sudah tutup. Pada hal ini baru jam 9 malam. Akhirnya Adras memutuskan untuk kembali ke tempat kost Jelena. Ia menunggu dengan sabar, sampai akhirnya ia melihat seorang perempuan turun dari sebuah angkot. Perempuan yang berambut sebahu, menggunakan seragam salah satu minimarket.
"Nana......!" panggil Adras sambil menahan sejuta rindu dalam hatinya.
Langkah perempuan itu terhenti. Ia berbalik dan menoleh ke arah Adras.
**********
Jun melihat Jelena yang naik ke atas bis. Ia ada keperluan yang akan dibicarakan dengan Jelena. Makanya ia mengejar bis itu sambil mencoba menghubungi nomor Jelena. Namun Jelena tak mengangkatnya.
"Sopir bis yang ugal-ugalan." ujar Jun kurang suka saat melihat bis melaju dengan kencang.
Di dalam bis, Jelena yang merasakan ponselnya berbunyi segera mengeluarkan hp nya itu dari tasnya. Ia melihat ada panggilan dari Jun. Namun, baru saja ia akan menghubungi Jun balik, ia melihat ada sebuah pesan yang masuk. Jelena terkejut melihat sebuah video dan foto dikirimkan kepadanya. Hatinya langsung hancur. Ia memasukan kembali ponselnya ke dalam tas. Jelena ingin turun dari bis karena ia merasa sopirnya kurang baik mengendarai bis ini.
"Berhenti, pak. Saya mau turun!" teriak Jelena. Ia memang sudah merasa tak enak. Karena bis tak mau berhenti, Jelena pun berdiri. Ia berteriak sekali lagi. "Berhenti pak sopir!" teriaknya lebih kencang.
Sang sopir melihat Jelena dari kaca spion yang ada. Ia pun mencoba menginjak rem saat dilihatnya Jelena sudah berdiri di dekat pintu bis yang memang terbuka. Jelena nekat berdiri untuk segera turun tanpa menyadari bahwa tasnya ketinggalan.
Merasa bis sudah agak memelankan jalannya, Jelena pun bersiap turun. Namun ia terkejut sebuah tabrakan keras terjadi pada bis itu. Jelena terlempar keluar. Namun bis terus berputar-putar beberapa kali dan akhirnya terbakar dan menimbulkan kepanikan orang-orang yang ada di sana.
**********
__ADS_1
Selamat malam
maaf ya telat up...