
Tangan Sofia bergetar saat menuliskan namanya di buku tamu. Ia berusaha menenangkan hatinya. Bukankah Agung berpisah dengannya secara baik-baik? Kisah mereka memang sangat indah. Satu tahun lebih kisah manis mereka. Sofia bahkan sudah mengenal beberapa keluarga Agung.
Acara pernikahan Agung dilaksanakan disebuah hotel berbintang lima.
Gadis yang dijodohkan dengan Agung adalah saudara jauh mamanya Agung yang datang dari pulau Kalimantan.
Banyak tamu yang datang. Beberapa dari maskapai penerbangan tempat Adras bekerja dulu juga ada yang datang. Beberapa pilot, pramugari dan pramugara di maskapai itu juga ada.
Acara baru saja dimulai. Penjemputan tamu mengantarkan Sofia dan Arley ke bagian depan. Sofia sebenarnya tak mau duduk di sana namun Arley meyakinkan dia dengan menggegam tangan gadis itu dengan erat.
Dari atas panggung, Agung melihat kedatangan mantan kekasihnya itu dengan gaun berwarna hijau lumut yang sangat cantik. Kedatangan pasangan itu memang sangat menarik perhatian mereka yang menghadiri pesta karena keluarga besar Agung mengenal siapa Sofia.
Kehadiran Arley yang tampan dengan badan yang tinggi dan atletis, apalagi wajah bulenya yang mirip Chris Evans, sungguh menjadi daya tarik tersendiri.
Hati Agung menjadi cemburu. Ia sungguh tak rela melihat gadis yang masih sangat dicintainya, kini datang ke pestanya dengan seorang lelaki bule yang sangat tampan.
Perempuan yang duduk di samping Agung pun dapat melihat perubahan sikap Agung.
"Ada apa, mas?" tanya perempuan itu yang bernama Dewi.
"Nggak ada apa-apa." ujar Agung dengan sikap dingin.
"Tapi mas terlihat gelisah. Mas nggak sehat?"
"Jangan banyak bicara!" ujar Agung tanpa melepaskan pandangannya pada Sofia yang terlihat sangat cantik malam ini.
Sofia tahu kalau Agung sedang memperhatikannya. Ia berusaha menatap Arley sambil sesekali bercanda dengan cowok bule itu. Tangan Arley sesekali menyingkirkan anak rambut Sofia dan gadis itu akhirnya tersipu malu.
Acara pun dimulai. Sofia berusaha menahan sakit di hatinya saat melihat Agung dan istrinya nampak begitu serasi dengan gaun pengantin adat Jawa.
Akhirnya mereka pun tiba di penghujung acara. Sambil menggandeng tangan Arley, keduanya menaiki panggung untuk bersalaman dengan keluarga dan pengantin.
Mamanya Agung saat melihat Sofia nampak sedikit ada rasa tak enak di wajahnya. "Tante ....!" Sofia meraih tangan mamanya Agung dan mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.
"Nak....!" mamanya Agung hanya menepuk pundak Sofia. Ia kemudian menatap Arley. Ia pun tersenyum pada cowok bule itu.
"Kak, selamat ya...." ujar Sofia saat berhadapan dengan Agung. Cowok itu menatap Sofia dengan wajah yang sedih. Matanya bahkan berkaca-kaca.
Agung tak dapat bicara. Ia hanya menggenggam tangan Sofia dan sepertinya enggan untuk melepaskannya.
"Sayang, ayo....!" Arley memeluk pinggang Sofia dan membuat tangan Agung yang masih memegang tangan Sofia langsung terlepas. Sofia kemudian menjabat tangan istri Agung. Perempuan itu terlihat cemburu karena ia kini menyadari bahwa inilah mantan pacarnya Agung yang sangat cantik itu.
Akhirnya mereka pun keluar dari hotel itu. Saat keduanya sudah masuk ke dalam mobil, Sofia hanya diam saja. Ia tak bicara bahkan saat mobil Arley meninggalkan parkiran hotel.
"Sof, tadi kamu nggak makan. Kita cari makan yuk!" ajak Arley.
"Boleh." jawab Sofia sambil terus memandang di luar jendela mobil.
Arley membelokkan mobilnya ke salah satu restoran Korea. Restoran ini memiliki tempat duduk privasi dan makannya sambil duduk di lantai yang dialasi oleh karpet tebal.
"Sof, kamu baik-baik saja?" tanya Arley saat melihat kalau cewek itu dari tadi diam saja.
"Ya." jawab Sofia sambil berusaha tersenyum.
"Menangis saja, Sof. Jangan menahan kesedihan di hatimu."
Tangis Sofia langsung pecah. Ia menangis sangat dalam sambil sesekali meraih tissue untuk menghapus air matanya. Arley yang tadinya duduk di depan Sofia, kini berpindah tempat dan duduk di dekat gadis itu.
__ADS_1
"Aku benci karena ternyata aku masih mencintai kak Agung."
Arley mengusap pundak Sofia. "Tidak mudah memang untuk melupakan kisah cinta yang indah. Namun percayalah, waktu akan menyembuhkan segalanya."
Sofia langsung memeluk Arley dan menumpahkan rasa sedihnya pada cowok itu.
"Arley, kita pura-pura pacaran yuk!"
Arley terkejut mendengar permohonan Sofia.
"Pura-pura?"
"Ya. Pokoknya kita pura-pura pacaran saja supaya aku tak merasa kesepian. Aku nggak boleh sendiri. Nanti kepikiran kak Agung terus. Aku nggak boleh lagi ingat kak Agung karena dia adalah milik orang. Itu dosa namanya."
Arley mengangguk. "Baiklah. Aku akan pura-pura jadi pacar kamu. Apa saja yang harus ku lakukan saat jadi pacar pura-pura mu?"
"Kalau kamu nggak sibuk kerja, sesekali telepon aku, kirim pesan, jemput aku di kampus dan pergi nonton atau sekedar makan. Pokoknya tiap kali ada pengeluaran, aku yang bayar."
Arley tertawa. "Walaupun hanya pacar pura-pura, namun aku nggak mau dibayarin cewek. Harus aku yang bayar."
"Ok, deh. Terserah kamu. Kalau misalkan kamu mau jemput aku, kasih tahu dulu ya supaya aku nggak bawa mobil ke kampus."
"Ok." Arley setuju. Ia senang bisa menghibur Sofia. Walaupun sebenarnya ia harus menyimpan sedikit luka atas apa yang terjadi di masa lalu.
***********
Jelena yang sedang tertidur terbangun saat ia merasakan ada sesuatu yang tajam menusuk pipinya. Ia membuka matanya.
"Mas Adras....!" ia langsung tersenyum dan langsung bangun sambil mengalungkan tangannya di leher sang suami.
"Jam berapa sekarang?" tanya Jelena.
"Jam setengah enam sore."
"Astaga, aku tidurnya sangat lama. Apakah karena tadi bercinta terus sama mas Adras ya?"
Adras terkekeh lalu mencubit hidung istrinya itu. "Kamu kok yang menggoda aku tadi."
"Tanpa aku goda pun, mas juga sudah mau kan?"
"Iya sih. Habis kamu sangat menggoda membuat hatiku tak tahan ingin segera melahap dirimu."
Jelena mengecup bibir suaminya. "Pokoknya sekarang kita berdua saling tergila-gila. Ya perasaannya, hasratnya. Pokoknya semuanya deh."
"Benar sayang. Dan itu membuat aku bahagia."
Keduanya kembali berciuman. Sangat lembut dan mesra.
"Sudah ah, mas. Nanti kepingin lagi. Kasihan baby-nya nggak bisa tidur nyenyak karena daddy nya berkunjung terus."
Lalu keduanya tertawa bersama. "Mas, dari mana?"
"Dari lobby. Ada beberapa teman yang akan kembali ke Indonesia. Oh ya, lusa kita akan berangkat ke Davao Filipina. Kita akan menginap di salah satu resort yang baru saja buka. Aku sudah memesan tempatnya. Tempat yang sangat romantis dan tak terlalu ramai."
"Benarkah? Wah, aku sudah tak sabar untuk pergi, mas."
"Besok, aku sudah buat janji dengan salah satu dokter kandungan terbaik di Singapura ini. Aku ingin dia memeriksa lagi kandunganmu dan memastikan bahwa kamu aman untuk melakukan perjalanan."
__ADS_1
Jelena mengangguk. Ia memeluk Adras dan menyadarkan kepalanya di dada bidang sang suami.
*********
Dokter Angelina Lun adalah dokter ahli kandungan terkenal. Ia berusia sekitar 40 tahun dan terlihat sangat cantik.
"Selamat ya kapten Adras. Kamu sekali lagi menyelamatkan banyak nyawa." puji sang dokter saat ia akhirnya mengenal siapa Adras.
"Terima kasih, dok. Semuanya karena campur tangan Tuhan."
Dokter Angelina tersenyum. Ia menatap Jelena. "Istri anda sangat cantik."
Jelena tersipu.
"Saya memang bangga memilikinya, dok." puji Adras.
"Terlihat sekali kalau kapten Adras sangat mencintai istrinya. Mari nyonya, silahkan berbaring di sini."
Alat USG yang ada di ruangan dokter ini sangat canggih. Ia kemudian memberikan gel di atas perut Jelena lalu mulai mengarahkan alat USG itu.
"Nyonya, sepertinya anda hamil anak kembar." kata dokter.
"Kembar?" Adras dan Jelena saling berpandangan. "Astaga, dok. Kami akan memiliki dua anak sekaligus?"
Jelena tak dapat menahan rasa harunya.
"Bukan dua." kata dokter Angelina.
"Lho, kata dokter kembar." Adras jadi bingung.
"Iya. Tapi bukan kembar 2 melainkan kembar 3."
"Oh my God! Oh my God!" Adras rasanya tak percaya.
"Tuh, ada 3 titik di layar. Usia kandungannya yang memasuki minggu ke-10, sudah cukup jelas untuk menunjukan bahwa kehamilan ini memang adalah kembar 3."
Jelena tak bisa menahan rasa harunya. "Dok, apakah tidak berbahaya mengandung 3 bayi?"
Dokter menggeleng. "Tidak. Asalkan kita merawatnya dengan baik. Rajin kontrol, minum vitamin dan makan makanan yang terbaik untuk ibu hamil akan membuatnya semuanya berjalan dengan baik dan lancar."
"Dok, kami berencana mau liburan. Apakah boleh?" tanya Adras.
" Boleh. Nyonya Permana tak merasakan mual dan muntah. Dan juga mengalami susah tidur. Hanya saja jangan terlalu capek ya?"
"Paling juga di kamar terus, dok." ujar Adras membuat Jelena melotot ke arahnya.
Dokter tertawa. "Bercinta boleh. Asal jangan terlalu sering ya? 2 hari sekali saja. Jangan main setiap hari."
Jelena menatap Adras. Apakah mereka berdua bisa tahan 2 hari sekali? Tadi saja sebelum ke dokter mereka sempat main sekali. Jadi sebenarnya jika dihitung dari pagi, mereka sudah 4 kali bercinta.
Ha...ha....dasar ya yang bucin dan sedang bergairah.
************
Mendekati bab akhir guys...
semoga suka ya
__ADS_1