
Gabvin masih memeluk Elizha dengan eratnya dan begitu hangat "Gabvin..." Ucap Elizha di antara pelukan hangat.
"Ngh" Lenguh Gabvin menyimak kalimat apa yang akan di lontarkan Elizha.
"Apakah Ayah dan kakakku menelponmu?" Tanya Elizha sedikit Gelisah.
"Ya. Mereka menghubungiku sebanyak dua puluh tiga kali... Sejak tadi siang" Jelas Gabvin membuat Elizha kaget "Dua puluh tiga kali? Bagai mana bisa tak terdengar olehmu?" Elizha lekas menatap Gabvin meski terasa pegal karna Gabvin memeluknya dari belakang.
"Jangan marah..." Gumam Gabvin menggoda.
"Ehmm tidak, aku hanya kaget saja..." Jawab Elizha kembali menudukan wajahnya.
"Mmh benarkah? Syukurlah jika kamu tidak marah... Aku selalu takut menyinggung perasaanmu sayang..." Imbuh Gabvin masih mendekap Elizha.
"Apakah ayah ku tahu jika aku sudah melahirkan?" Tanya Elizha.
"Sepertinya belum..." Singkat Gabvin.
"Lho kok bisa? Apakah kamu tidak memberi tahu ayahku?" Tanya Elizha sedikit kaget karna Gabvin terlalu cuek.
"Karna ayahmu sangat khawatir, jadi... Ia bicara dengan nada yang cepat dan lekas menutup ponselnya" Ujar Gabvin menjelaskan panjang lebar pada wanita yang ia cintai itu.
"Oh. Begitu ya...?" Elizha mulai merasa lebih baik.
"Sudah terlalu malam... Apakah kamu masih ingin menatap bayimu?" Tanya Gabvin khawatir.
__ADS_1
"Aku lelah, rasanya aku ingin tidur..." Ucap Elizha. Gabvin tersenyum dan lekas mendorong kursi rodanya menuju ke kamar bersalin "Oh ia, gaun mu terlumuri darah sayang... Apakah kamu tidak ingin menghubungi sahabatmu untuk memberi tahukan ke tidak hadiranmu di pesta pernikahannya tadi siang?" Tanya Gabvin mengingatkan ke lupaan Elizha.
"Ah ia... Margaret pasti marah padaku" Pekik Elizha menepuk kepalanya yang sungguh lupa. Apa boleh buat, sedari tadi siang ia hanya fokus pada rasa sakit dan juga keadaan anak anaknya.
"Jangan takut... Hubungi saja dia sekarang. Kamu akan baik-baik saja, setalah itu baru kamu boleh tidur nyenyak" Jelas Gabvin menyugesti Elizha.
"Kamu memang pria tulus yang paling bisa di andalkan di dunia ini" Goda Elizha.
"Jangan berlebihan... Aku hanya manusia biasa, hanya saja aku sedang jatuh cinta untuk saat ini..." Goda Gabvin seraya menghentikan langkahnya dan mulai menyerahkan ponselnya.
"Lho kok... Emang ada nomor Margaret ya di ponselmu?" Tanya Elizha mendonggakan wajahnya ke arah Gabvin.
"Ada dong sayang, kan waktu itu kamu sendiri yang memasukkannya ke dalam kontak ponselku" Ujar Gabvin.
"Hallo mar? Apa kabar?" Tanya Elizha.
"Hallo siapa ini ya...?" tanya Margaret.
"Ini aku Elizha..." Balas Elizha.
"Oh Elizha! Kamu nggak datang ke pesta pernikahanku? Teganya..." Umpat Margaret merajuk.
"Maafkan aku Margaret, aku sungguh ingin datang tapi..." Elizha sungkan untuk mengatakanya, sebab ia belum menikah dan sudah melahirkan.
"Tapi apa? Kamu tega pada sahabatmu sendiri" Margaret berspekulasi demikian.
__ADS_1
"Sebenarnya aku ingin datang, tapi aku malah melahirkan dan saat ini aku masih di rumah sakit" Jelas Elizha.
"Benarkah? Kamu melahirkan?" Margaret sangat kaget tapi ia juga ikut bahagia.
"Ya. Jadi maafkan aku ya... Aku tak bisa hadir di acara paling bahagia dalam hidupmu..." Ucap Elizha meminta nya dengan tulus.
"Tak apa, aku juga ikut bahagia atas kelahiran anakmu. Oh ia, anak mu laki- laki atau perempuan?" tanya Margaret penasaran.
"Keduanya..." Jawab Elizha singkat.
"Apa!!! Maksudmu kembar?" Margaret terpekik karna tak percaya.
"Mmh... Aku pun tak percaya tapi itulah yang terjadi" Jelas Elizha.
"Kamu sungguh beruntung" seru Margaret ke girangan.
"Kalian pasti lelah. Selamat beristirahat ya..." Ucap Elizha.
"Ya. Makasih, aku ingin datang menengokmu, tapi... Besok kami akan melakukan perjalanan ke swizz, kami akan bula madu di sana" Jelas Margaret.
"Begitu ya... Kalau begitu selamat...' Jelas Elizha. Akhirnya, percakapan mereka berakhir dan mereka saling mendoakan satu sama lain. Gabvin yang melihat kelelahan di mata Elizha pun mulai membawanya ke kamarnya dan membiarkan nya beristirat. Ia pun lekas memilih matras kosong dan merebahkan tubuhnya di ruangan yang sama dengan Elizha.
Apa boleh buat, Gabvin pun sama sama kelelahan...
Bersambung...
__ADS_1