
***
Gabvin tertidur dengan pulas, lalu kluarga Elizha datang disaat mereka sedang pulas "Rio. Mereka di sana..." tunjuk Ayah Elizha.
"Kita terlambat ayah... mereka sudah tidur" Ucap Rio menyerah. Dokter datang dan ayah Elizha mulai bertanya ke arahnya 'Dokter... Bagai mana ke adaan putriku?"Tanya Ayah Elizha.
"Oh. Apakah anda berdua adalah kluarga pasien?" tanya sang dokter.
"Ya. Kami adalah keluraganya... Bagai mana ke adaan anakku?" tanya Ayah Elizha kian panik.
"Anak anda berjuang dengan baik..." Balas dokter di iringi senyuman.
"Apakah pendarahannya berhenti? Lalu bagai mana dengan bayinya?' Tanya Ayah Elizha panik.
"Pendarahan? Oh... Nona Elizha bukan pendarahan, tapi kemarin nona Elizha mendapatkan sebuah kontraksi dan telah melahirkan" jelas sang dokter. Sontak Ayah dan Rio terbelalak "Apa! Elizha melahirkan?" tanya Rio bersamaan.
"Benar? Apakah anda ingin melihat bayi nona Elizha?" tanya sang dokter. Mereka pun mengangguk...
Dokter pun membawa kedua pria itu ke ruangan khusu para bayi. Dokter mulai menunjuk dua tabung di dalam ruangan tersebut "Ini adalah bayi nona Elizha..." tunjuk sang dokter.
"Ayah! Elizha melahirkan bayi perempuan! Oh lucunya..." Ungkap Rio terkesima.
"Maaf tuan, tapi dua bayi ini adalah milik nona Elizha..." jelas Dokter. Betapa kagetnya Rio kala mendengar ke benaran tentang dua bayi tersebut.
"Apa! Kedua bayi ini adalah milik Elizha?!" Pekik sang ayah.
"Belarti Elizha melahirkan bayi kembar?" Tanya Rio kaget.
"Ya... Nona Elizha melahirkan bayi perempuan dan laki-laki..." Jelas dokter.
"Lalu siapa yang memberkan nama ini?" tanya Ayah Elizha.
"Yang memberikan nama anak anak tersebut adalah tuan Gabvin..." jelas dokter. Dokter pun mulai pamit setelah menjelaskan hal hal tersebut.
Sementara Rio dan Ayahnya saling menatap dan kembali melihat dua tabung bayi tersebut "Annisa? Algozali? Dari mana pria itu punya nama se bagus ini ya... ?" tanya sang ayah tak percaya.
Ayah dan Rio mulai merencanakan sesuatu "Ayah. Sebaiknya kita pulang dan tunggu mereka kembali... Aku ingin menyiapkan sebuah pesta penyambutan untuk Elizha..." jelas Rio.
"Benar juga. Mereka pasti kembali besok pagi..." balas sang ayah. Akhirnya, ayah dan anak itu pun pulang untuk menyiapkan pesta seperti yang di harapkan Rio.
__ADS_1
***
Pagi pun tiba. Elizha masih tidur, tapi Gabvin sudah bangun sedari subuh dan mulai mengemasi pakian Elizha. Dokter sudah mempersilahkan Elizha untuk pulang.
"Mngh..." lenguh Elizha.
"Sayang... Kamu sudah bangun ya?" tanya Gabvin menyapa Elizha yang baru membuka matanya.
"Gabvin... kamu sedang apa?" tanya Elizha mulai duduk.
"Oh. Ini, aku sedang mengemas pakaianmu..." jelas Gabvin menatap Elizha dan tersenyum.
"Mengemas?' Bisik Elizha.
"Tentu saja... Memangnya kamu tak rindu pada rumahmu?" Tanya Gabvin menghampiri Elizha.
"Oh ia. Apakah dokter yang mengijinkan kita pulang?" tanya Elizha.
"Tentu... Jadi bersihkan dirimu dan mulai berkemas..." pinta Gabvin.
"... Lalu putra dan putriku, bagai mana dengan mereka?" Tanya Elizha menatap Gabvin.
"Sayang... Jangan khawatir... Mereka akan baik-baik saja..." Jelas Gabvin menepis pikiran kotor Elizha..
"Ah tidak-tidak... Baiklah aku akan turun..." Elizha mulai menyerah dari godaan pesona Gabvin dan segala gombalannya yang bisa membuat Elizha meleleh...
***
Akhirnya... Gabvin dan Elizha pun pulang ke rumah. Suasana rumah amat sepi saat itu...
"Kemana Ayah dan Gabvin?" tanya Elizha...
"Jangan-jangan mereka tersesat dan belum kembali" jelas Gabvin.
"Bagai mana ini? Bagai mana jika mereka tak menemukan kita dan malah berputar-putar mencari rumah sakit?" tanya Elizha panik.
"Sepertinya tidak. Oh ia... Lagi pula aku memberikannya alamat yang tepat. Mana mungkin bisa tersesat" Gabvin dan Elizha mulai membuka tirai dan menyalakan Ac.
Namun saat stop kontak di tekan "plap!"
__ADS_1
Betapa kagetnya Elizha kala dapati Ayah, Rio juga Angel ada di kediamannya...
"Aahhh! Kalian kenapa ada di sini? Mengagetkan saja!" Pekik Elizha refleks.
Sedangkan Gabvin hanya bisa menepuk kepalanya sendiri "Kalian dasar..." Umpat Gabvin. Ia sedikit heran pada Angel yang tiba-tiba ada di kediaman Elizha.
"Angel... Kau di sini?' Tanya Gabvin heran.
"Ya. Aku sudah baikan sekarang berkat dukungan dari Rio..." Jelas Angel.
"Kakak? Apa maksudmu Angel?" Tanya Elizha heran.
"Sebenarnya... Aku dan Rio sedang dalam masa kencan..." jelas Angel.
"Apa!" Pekik Elizha dan Gabvin. Elizha dan Gabvin saling bertatapan dengan mulut melongo.
"Apa yang terjadi?" bisik Elizha pada Gabvin.
"Entahlah sayang, apakah mereka sedang pacaran sekarang?" tanya Gabvin pada Elizha.
"Bukankah Angel masih berstatus istrinya Gery?" tanya Elizha pada Gabvin.
"Aku pun tak tahu sayang... Bagai mana ini?" Tanya Gabvin pada Elizha.
Mereka tampak konyo ketika saling bertanya dan tak menemukan jawabannya...
"Elizha kamu tenang saja... Aku dan Rio... Masih dalam masa percobaan" Jelas Angel. Sedangkan Rio hanya bisa diam dengan wajah yang merona merah.
"Ini aneh. Sejak kapan kakak menyukai Angel..." tanya Elizha.
"Elizha... Sebenarnya di masa lalu, Rio adalah pria yang menyelamatkanku saat para perampok hendak merampok mobilku. Rio datang bersama kompolotannya dan ..." Angel tak lanjutkan perkataannya.
"Dan... Kami mulai bertemu di rumah sakit saat tuan Gabvin mencarimu saat penculikan..." jelas Rio membenarkan kisah yang Angel alami bersama Rio.
"Oh begitu... Jangan-jangan kakak sudah mulai suka sejak beberapa tahun yang lalu pada Angel" Tanya Elizha.
"Wah wah rasanya nanti... Rumahku akan ramai oleh tawa para bayi... Aku sudah tua rupanya. Hahahahahah" Ayah Elizha sangat bahagia dengan keadaan saat ini. Anak-anaknya tumbuh dewasa dan menghasilkan keturunan yang unggul.
"Tentu... Jangan bicara lagi. Ayo makan masakan ku..." pinta Rio sengaja menghentikan introgasi yang di lakukan Elizha.
__ADS_1
Mereka pun makan dengan lahap... Angel dan Elizha adalah sama-sama mantan istri Gery. Jika nantinya Rio dan Angel menikah... Elizha dan Angel akan menjadi saudara...
Bersambung...