ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Bulan madu Tuan Gery


__ADS_3

***


"Lepaskan!" ronta Elizha. Tapi Gery masih melanjutkan langkahnya hingga ke kamar miliknya.


Klek! Suara pintu di buka dan suara itu makin membuat Elizha takut saja.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Gerutu Elizha mengoceh tiada henti sepanjang jalan.


"Apa yang akan ku lakukan? Kamu pasti tahu kan?" tanya Gery menatap Elizha dengan tatapan laparnya.


Idddiiiihhh... tatapannya ngeri, bikin bulu kudukku berdiri... Apa yang akan di lakukan si mesum ini padaku Bathin Elizha.


Sampailah kaki jenjang Gery sebuah Matras empuk. Lalu Elizha perlahan di turunkan dengan begitu lembut dari gendongannya dan Elizha pun mulai salah tingkah. Ia duduk sedikit mengingsutkan tubuhnya, sebab ia takut pada Gery yang saat ini ada di depannya itu.


"Sayang... kita mulai dari mana dulu?" Tanya Gery membisiki Elizha mesra, seraya tangannya mulai melonggarkan dari yang membelit lehernya, lalu melucuti satu persatu kancing pakaiannya. Elizha makin merinding, belum pernah ia melihat Gery yang se aneh ini . Jantungnya berdetak sangat kecang seakan mendidih dan ia merasa amat ketakutan saat ini.


"A-aku... aku ingin pipis dulu" Elizha mulai merangkak menjauhi Gery "Tidak, kita bisa pipis di sini saja nanti..." Elak Gery memegangi tangan kanan Eliza lembut.

__ADS_1


Gery mulai menyerangnya pelan, di kecupnya lembut tangan Elizha. Elizha ketakutan, ia melihat kelakuan Gery yang mulai cabul kali ini.


"A-aku... aku lagi datang bulan! Jadi jangan sekarang... lepaskan!" elak Elizha menarik tangannya. Gery pun terkekeh di buatnya, hingga ia berkata "Mana ada, ibu hamil yang dateng bulan... jangan bercanda lagi, aku sudah tak kuat menahannya" jelas Gery menarik Elizha untuk merebahkan tubuhnya pelan.


"Tunggu! aku belum siap..." Bantah Elizha terus meronta. Gery memulai inisiatif penyerangan.


"Kalau begitu pejamkan saja matamu dan nikmati sentuhanku..." Bisiknya mesra di daun telinga Elizha.


WHUUUSSSSHHHH...


Seketika bulu kuduk Elizha terasa merinding... Ia sedikit tak tahan atas perlakuan Gery yang sangat sensitif itu.


"Hentikan..." jerit Elizha. Gery terus saja menggerayangi tubuh mungil Elizha. Perlahan; Gery mengecup leher jenjang wanita cantik itu dan menyematkan sebuah kiss mark di leher putih Elizha.


Elizha merintih "Sssshhh...." Sesaat ia mendesah.


"Hentikan..." Pekik Elizha dengan suara parau.

__ADS_1


"Tidak..." lenguh Gery menyela, seraya memperhatikan exspresi apa yang di perlihatkan Elizha saat ini. Ia pun tersenyum setelah menatap Elizha yang tampak pasrah pada nya. Gery pun mulai meraba perut wanita itu dan mencubitnya pelan. Lalu ia pun mengecup bibir Elizha dan mempermainkannya habis-habisan. Elizha tak kuasa hingga ia beberapa kali mendesah, pakaian Elizha perlahan di buka. Rel sleting pakaian pengantin yang di kenakan wanita itu, mulai berantakan atas ulah Gery. Sebagian tubuh Elizha mulai terbuka, hingga menampakan dua gunung yang indah dan tersembunyi di balik Bra putih yang di kenakan Elizha.


Gery senang seketika itu, Gery pun segera menyentuh dua gumpalan emoy itu dan meremasnya pelan. Elizha merintih hingga ia pun bergelinjat-gelinjat.


"Hentikan!" Elizha mendorong Gery. Tapi Gery masih saja menyerang. Hingga kedua tangan Elizha di tangkap dan di tahan di atas kepala Elizha. Kini Elizha sungguh tak berdaya, tubuhnya mulai di tindih oleh tubuh Gery yang kekar itu.


"Mmmhhh..." Erangnya.


Bagai mana mau berontak, Elizha di buat lemas oleh serangan Gery yang amat berbahaya itu. Kini, sebagian tubuh Elizha nyaris polos tanpa selembar Kain, Hanya selimut kamar tersebutlah yang menjadi penutup gulat pengantin baru itu.


"Cantik..." bisik Gery di sela-sela cumbuannya.


Geri belum puas menggelitiki tubuh Elizha meski saat ini Elizha beberapa kali mengerang.


Bersambung...


Lanjut ke episode berikutnya...

__ADS_1


__ADS_2