ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Acara lamaran


__ADS_3

***


Elizha datang bersama ayah dan kakaknya, mereka mulai menghampiri satu meja yang telah tersedia. Gabvin menyambut Elizha dan mengantarkannya ke hadapan sang ayah "Ayah... Ini dia calon menantumu" Jelas Gabvin membuat Elizha tersipu.


"Selamat siang tuan... Apa kabar?" Sapa Elizha. Ayah Gabvin mendonggakan wajahnya ke arah Elizha dan begitu terpana kala menatap Elizha yang cantik "Kamu terlihat begitu muda nak....berapa usiamu?" Tanya Sang Calon ayah mertua "Sembilan belas" jawab Kelvin jutek, ia menjawab meski ayahnya saat itu bertanya pada Elizha.


"Kamu kenal gadis ini Vin?' Tanya sang ayah menegur Kelvin.


Kelvin lekas menatap Elizha yang saat itu mengenakan gaun indah berwarna Pic, ia menatap Elizha dari atas hingga bawah "Tentu saja, karan dia..." Saat Kelvin hendak menyelesaikan kalimatnya, Gabvin lekas memotongnya "Karna dia adalah teman baik Kelvin saat di sekolah. Benarkan Dek," tanya Gabvin dengan tatapan tajam seakan hendak membunuh Kelvin "A-ah... Bukan begitu" Kelvi mengelak sebab bukan itu kata yang ingin ia sampaikan.


"Ayo duduk..." Elizha duduk di sebelah Gabvin, Lalu ayah Elizha dan Rio duduk saling berhadapan dengan ayah Gabvin dan Kelvin.


"Apakah anda ayah dari nona yang cantik ini?" Tanya Ayah Gabvin tuan Wilson.


"Oh ia. Perkenalakan, saya adalah Dian Diandartara... Dia adalah putriku satu satunya dan yang duduk di sebelah saya adalah anak laki-laki saya... Senang bertemu dengan anda" Ucap ayah Elizha terasa kaku.


"Oh begitu ya. Perkenalkan aku adalah Devis Wilson, ayah dari Gabvin sang putra sulung juga Kelvin si putra bungsu... Senang juga bertemu dengan anda tuan Dian" mereka terlihat begitu dekat dan mereka saling berjabat tangan satu sama lain.


"Mari... Kita pesan makanan" pinta Ayah Gabvin Tuan Devis.


"Ya... Sebaiknya kita makan dulu" mereka memesan makanan lalu makan siang bersama terlebih dahulu. Kelvin tampak bete hingga napsu makannya hilang, kala menatap Elizha dan Gabvin yang terlihat begitu harmonis dan romantis.

__ADS_1


"Sayang... Biarkan aku menepis remah makanan di bibirmu" Gabvin pun mulai meraih tisue dan menepis sisa makanan di bawah bibir Elizha "Oh... Aku sangat memalukan... Terimakasih" balas Elizha menunduk.


"Pakaian yang kamu pakai sangat idel dengan mu... Kamu sangat cantik" goda Gabvin makin membuat Kelvin meledak.


"Huh... Aku juga akan segera cari pacar yang lebih cantik dari calon kakak iparku!" umpat Kelvin membuang wajahnya dari pemandangan yang begitu harmonis hingga menusuk matanya mentah mentah.


Makan siang selesai... Mereka melanjutkan pembahasan tentang kedekatan Elizha dan Gabvin "Begini tuan Dian... Saya meminta anda untuk datang kemari adalah karna...anakku dan anakmu sudah terlalu lama dekat dan saling kenal... " jelas tuan Devis memulai pemabahsannya.


"Bagai mena menurut anda?" tanya Tuan Dian.


"Ya... Apakah anda merasa bahwa mereka sangat serasi?" Balik tanya ayah Gabvin berbisik.


"Tepat... Lagi pula anakku Gabvin sudah sangat dewasa dan mapan dalam segala hal. Jadi, apakah anda tidak keberatan dan merestui hubungan Gabvin dengan anak perempuan anda?" tanya Tuan Devis. Tuan Dian pun mengangguk senang "Ya tentu saja. Saya sangat setuju, nak Gabvin sangat baik dan penuh tanggung jawab... Saya akan sangat bahagia kala tuan Devis mau menerima anak saya yang kekanak-kanakan itu menjadi calon menatu di kluarga Wilson..." Jelas Tuan Dian.


"Jika anda sudah setuju... Mari kita tentukan tanggal yang baik untuk acara pernikahan Anak kita" pinta tuan Devis.


"Kalau saya terserah anda saja... Saya akan siapkan segala keperluan pernikahan setelah anda menentukan waktu dan tanggalnya" imbuh tuan Dian.


"Begitu ya, Baiklah... Sudah di tentukan, acaranya akan di selenggarakan satu bulan lagi..." Jelas Tuan Devis dan Tuan Dian mereka sudah sepakat.


"Satu bulan lagi?" Pekik Gabvin menyela dan mulai melotot ke arah ayahnya.

__ADS_1


Ayah Elizha dan ayahnya mulai menoleh ke arah Gabvin "Kenapa nak? Apakah kamu punya pendapat lain?" Tanya Ayah Gabvin.


"Itu terlalu lama, aku ingin menikahi Elizha minggu depan" Jelas Gabvin tergesa-gesa. Dua pria paruh baya itu pun melongo di buatnya "Apa??? Minggu depan?" Tanya Ayah Elizha dan Ayah Gabvin berbarengan.


"Gabvin! Apakah tanggal itu tidak terlalu awal dan mendadak? Ini pernikahan lho bukan acara sembarangan... Kita kan harus persiapan dulu sebelum acara sakral itu di selenggarakan... Itu terlalu mendadak" elak Elizha kurang puas.


"Kenapa sayang... Aku sudah tak sabar dan ingin segera meminangmu..."jelas Gabvin mulai menggoda Elizha kembali. Elizha jadi mati gaya gara gara sikap manja Gabvin...


"Bagai mana menurut anda tuan Devis?" Tanya ayah Elizha bingung.


"Mau bagai mana lagi, jika anak- anak kita sudah tak sabaran, sebaiknya kita tentukan tanggal paling baik di minggu-minggu ini" Jelas Tuan Devis.


"Benar... Silahkan anda yang tentukan tuan Devis" pinta ayah Elizha.


Akhirnya dengan mufakat dari dua belah pihak, tanggal pernikahan Elizha telah di tentukan... Tanggal yang paling baik di bulan tersebut adalah Tanggal dua puluh dua, bulan dua yaitu februari di tahun itu... Elizha akan menikah di tanggal itu dengan pria yang ia cintai yaitu Gabvin. Gabvin menatap Elizha dalam-dalam, ada sesuatu yang mengganggu di benaknya, makanya setelah Gabvin melihat potret Margaret bersama suaminya, Gabvin mulai terambisi untuk segera memiliki Elizha sepenuhnya.


Aku tak ingin berlama-lama lagi, apa lagi... Pria serakah itu berada begitu dekat dengan mu sayang. Aku tak mau, dia datang ke dalam ke hidupanmu lagi. Lalu mengambilmu dariku... dengan paksa hingga membuatku tak berdaya... Bathin Gabvin menggumam.


Saat tiba waktu pernikahan tiba, Elizha barulah Elizha bisa bertemu lagi dengan Gabvin. Namun setelah pulang dari restorant itu, Elizha harus menuruti saran ayahnya untuk tak keluar rumah sebelum haru H. Jadi mungkin istilah yang tepat untuk saat ini adalah Elizha sedang di pingit terlebih dahulu dan Gabvin tidak di ijinkan berkunjung. Mungkin mereka akan saling bercengkrama via telpon atau apk lainnya yang memudahkan mereka saling melepas rindu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2