ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Pernikahan Hangat 2


__ADS_3

***


Elizha melangkah ke altar pernikahan di dampingi Rio sang kakak terbaik Elizha. Suara sepatu hak tinggi yang di kenakan Elizha menghentak lantai perlahan menuju Ke pelaminan, Suara nyaring itu berhasil mengalihkan pandangan para tamu dan seluruh pasang mata tertuju pada Elizha yang cantik. Para tamu terkesima kala pengantin perempuan memasuki Altar pernikahannya.


Tak ada satu pun yang mencercapkan mata mereka saat itu, Elizha dengan tatanannya membuat seluruh tamu begitu mengangguminya.


Begitupun Gabvin, ia tak luput dari Elizha, netranya tak bisa berkedip meski sesaat kala Elizha datang mendekat ke arahnya "Gabvin... Maaf menunggu lama?" Imbuh Elizha seraya sungkan.


Gabvin masih menatap calon istrinya itu dan belum bergeming "Sa-sayang..." Gabvin berdiri ke hadapan Elizha dan Rio mulai mengalihkan tangan Elizha yang sedari tadi melingkar di sikut Rio itu ke sikut Gabvin.


"Gabvin! Ada apa?" tanya Elizha masih melotot ke arah Gabvin. Elizha heran kala dua mata Gabvin mengering saat menatap Elizha.


"A-aku... Aku baik-baik saja..." Ucap Gabvin tegas seraya membuang wajahnya malu.


Mereka mulai duduk di pelaminan, kemudian penghulu juga saksi dan wali mulai menghampiri mempelai. Gabvin tampak tegang kala Ayah Elizha menjabat tangannya hingga keringat dingin pun mulai bercucuran.


"Aku sudah menghapal naskah nya... " bisiknya pada dirinya sendiri.


Namun, karan ini pertama kalinya untuk Gabvin, ia terus mengulang akad nikah sebanyak sepuluh kali. Hingga para penghulu dan para tamu tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


Nampaknya mengucapkan ijab kobul itu tak semudah yang di bayangkan. Dan saat ke sebelas kali Gabvin mencobanya... Akhirnya ia pun berhasil berucap kalimat sakral pernikahan tersebut demikian lah...


"Saya terima nikah dan kawinnya Elizha Diandartara binti Diangantara dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas sebesar 1500 kg di bayar tunai!' Jelas Gabvin dengan peluh yang bercucuran tiada henti. Elizha hanya bisa menghempas tetesan keringat Gabvin dengan selebar tisue, Elizha pun cukup khawatir pada ke siapan pria itu, hingga ia harus menahan tawanya kala Gabvin berulang kali melakukan ke salahan.


"Bagai mana para saksi? Sah?" tanya Penghulu.


"Ya. Sah... " pekik para saksi seraya tertawa.


Akhirnya, Elizha resmi jadi istri Gabvin dan ia sangat senang kala jadi wanita yang sesungguhnya dengan status yang jelas adanya.


Elizha mulai meraih tangan Gabvin lalu mengecup punggung tangan pria tampan itu Cup! Elizha menatap Gabvin dan tersenyum "Aku sudah halal untukmu" ucap Elizha begitu manis. Gabvin menatap Elizha dan meraih punggung Elizha lalu mengecup kening Elizha lembut.


CUUP!


"Aahh... Nanti jika kamu sudah sembuh ya..." jawab Rio sedikit kaku kala Angel menempel terus padanya. Soalnya Rio tak terbiasa di sentuh oleh wanita.


Usai Ijab kobul...


Acara sambutan untuk para tamu yang datang berlangsung hingga sore hari. Mereka berpotret bersama dan saling menyapa.

__ADS_1


Ribuan kado sudah menumpuk di belakang pelaminan hingga membuat Rio bingung harus menaruhnya di mana lagi. Tak terasa Sore mulai tiba menyapa dengan sebuah suasana yang terasa gelap, nampaknya Margaret tak datang ke pesta tersebut hingga akhir pesta "Apakah sahabatmu datang?" Tanya Gabvin. Elizha menggelengkan kepalanya. Ia terlihat sangat kecewa.


"Mungkin dia masih berbulan madu di luar negri..." Jelas Gabvin.


"Mungkin..." elizha sedih... Mungkin perasaan itulah yang Margaret rasakan kala Elizha tak datang ke pesta pernikahannya saat ia melahirkan.


Hingga malam datang dan pesta pernikahan pun berakhir... Malam ini akan jadi malam terpanjang dan berkesan untuk Elizha dan Gabvin. Meski Elizha sering melakukannya dengan mantan suaminya, tapi itu semua karna sebuah paksaan dan bukan datang dari hatinya. Namun kini, ketika ia berada di sisi Gabvin, entah kenapa jantungnya tepacu kencang hingga wajah Elizha merah merona karna malu.


Begitupun Gabvin, Gabvin sangat kikuk saat menghadapi Elizha di kamar pengantin mereka nanti...


Gabvin masih mengendong Elizha ke kamar pengantin di hotel tersebut. Suasana kamar amatlah sangat romantis. Ranjang yang hendak di tiduri pasangan pengantin muda itu di hias dengan ribuan kelopak bunga berbentuk hati. Perlahan Elizha di rebahkan di matras empuk itu, pandangan mereka berpaut satu sama lain...


"Apakah kamu gugup?" tanya Gabvin.


"Tidak... Aku hanya khawatir padamu... Apakah kamu pun gugup?" tanya Elizha berbalik, Elizha bertanya demikian karna Gabvin terlihat pucat. Elizha sangat Khawatir melihat wajah Gabvin yang tampak kakku seakan takut.


"Aku... Aku tidak tahu pasti tapi aku sangat bingung..." Balas Gabvin terbata-bata.


Rupanya Gabvin amat canggung jika harus melakukan ini dan itu. Karna ia tak paham harus memulai dari mana...

__ADS_1


Selamat berjuang Gabvin


Bersambung...


__ADS_2