ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Penyesalan yang terlambat


__ADS_3

***


Satu minggu telah berlalu, Gery telah sadar dari traumannya... Ia lebih bayak diam dan merenung. Ada beberapa hal yang tak pernah ia sadari, terutama wanita yang begitu perhatian padanya "Sayang. Ayo makanlah... Kamu jadi kurus karna jarang sekali makan" pinta Margaret.


"Sayang jangan buat aku cemas dong. Ayo makan" pinta Margaret.


Kemudian, pintu kamar Derik/Gery pun terbuka seseorang mulai masuk "Selamat pagi. Margaret..." Itu adalah Angel.


Margaret menoleh ke arah Angel yang datang brsama Gery "Ah. Angel... Kamu sudah datang?" tanya Margaret senang.


Mendengar nama Angel di sahut Margaret, Gery mulai menoleh ke arah tersebut "..." Ia terdegug beberapa detik kala menatap Angel yang datang bersama Rio mantan pengawal Gery.


Gluk! Gery menahan salivanya sendiri.


Apakah Margaret dan Angel teman baik? Kenapa aku bisa tidak tahu tentang Hal ini. Bathin Gery menggumam.


"Aaakkhh!" Pekik Gery meremas kepalanya kasar "Sayang! Kamu kenapa?" tanya Margaret memeluk Gery.


"Sakit... Sakit sekali" Serangnya. Rio pun menghampiri Gery dan berusaha menenangkannya "Mana obatnya? Dia pasti sedang kambuh lagi" Ujar Rio.


"...Sayang. Minum dulu ini. Agar kamu lebih baikan" Pinta Margaret memberikan dua butir obat resep dokter yang merawatnya.


"Lekas minum" Rio memberikan segelas air untuk di minum Derik.


"...Sakit sekali. Rasanya, seakan terbentur sesuatu" Erang Gery.


"Mungkin itu adalah pengaruh obat dari dokter, mungkin juga... Trauma akibat benturan itu membaik. Jangan jangan ingatan Gery mulai kembali?" Tanya Rio menatap Gery intrents.


"Apakah itu mungkin?" Angel mulai menatap sinis.

__ADS_1


"...Apakah itu baik atau malah buruk untukku?" Cemas Margaret seraya mengusap perutnya dan sedikit sedih.


"...Jangan sedih Margaret. Gery pasti akan bertanggung jawab' Ujar Angel memeluk Margaret.


"Terimakasih Angel"


Derik mulai perlahan menenang, ia menghelan napas nya perlahan, lalu menatap Rio sayu "Apakah ingatanmu sudah kembali?" tanya Rio.


"Sedikit... Aku ingat padamu Rio"


"Heh. Benarkah? Aku sangat terkejut... Ku pikir kau sudah tewas karna beberapa bulan ini kita tak pernah berjumpa" Gumam Rio.


"...Apakah aku se brengsek itu hingga kau menyumpahiku tiada? Tega sekali" balas Gery menutup matanya seraya tertawa gila.


"Sayang. Apakah benar ingatanmu telah kembali?" Sedih Margaret.


Gery menoleh ke arah Margaret "Sayang? Hehe... Aku sungguh brengsek... Kenapa banyak sekali orang di sekelilingku yang ku hianati. Aku meresa malu... Diriku memang lah seorang pecundang!" Gery menepuk wajahnya dengan telapak tangan kanannya dan menyembunyikan tangisannya.


"...Aku ini pria brengsek"


"Gery. Tolong ceraikan Angel... Aku harus mendapatkan status yang jelas tentang calon istriku" pinta Rio. Gery mulai membuka telapak tangannya dan menatap Rio.


"...Aku ingin membuatnya bahagia. Jadi tolong ceraikan Angel" sambung Rio.


"Apakah kalian sepasang kekasih?" Tanya Gery.


"Ya. Jadi tolong bantu lepaskan dia... Aku ingin membuatnya bahagia. Mulai sekarang, jalani hidupmu dengan baik bersama istri barumu. Jaga dia jangan sampai di terluka... Jangan sakiti orang orang yang mencintaimu... Perbaiki lah sikapmu mulai hari ini" Panjang Lebar Rio menjelaskan tentang tarap hidup Gery yang kurang sempurna di masa lalu.


"...Maafkan aku Angel. Aku tidak pernah membuat mu bahagia" Sesal Gery.

__ADS_1


"Aku sudah memaafkan mu Gery. Sebelum hari ini tiba pun aku selalu memaafkan segala kesalahanmu"


"Aku sungguh menyesal... Rio benar, aku tidak mau selamanya menjadi pecundang. Saat aku tidak ada di samping kalian... Mungkin saja banyak hal yang sudah terjadi... Hingga aku benar benar harus menerimanya. Meski menyakitkan" Keluh Gery berwajah murung saat itu.


"...Masa depanmu adalah Margaret. Buatlah dia bahagia..." Pinta Angel.


"...Margaret?"


Gery menoleh ke sampingnya dan menatap wanita dengan wajah cantik namun ia sangat menyedihkan. Ia menangis tanpa henti setelah Gery mengakui segala hal yang tak pernah Margaret tahu.


"Dia adalah istriku..." Bisik Gery seraya tersenyum. Gery lekas mengelus rambut Margaret dan membesarkan hatinya "Jangan menangis. Aku janji... Aku tak akan pernah menyakitimu mulai saat ini. Kemarilah, dan peluk aku" pinta Gery seraya menarik tubuh Margaret untuk datang ke pelukannya.


Margaret sangat bahagia "Terimakasih sayang. Aku sangat mencintaimu" Ungkap Margaret dengan tulus.


"Aku juga akan berusaha menyayangimu sepenuh hatiku... Jadi jangan ragukan aku" Pinta Gery.


Rio dan Angel sangat senang dengan kemajuan sikap Gery yang sedikit lebih baik. Rio juga mulai menarik angel lalu memeluknya "Sekarang. Kita bisa melangkah menuju pelaminan yang kita impikan" Ucap Rio mencium pucuk kepala Angel.


"Aku bahagia Rio... Terimaksih" Balas Angel mengecup pipi Rio mesra.


"Kalian sangat cocok" ujar Gery.


"Kami memang pasangan yang ideal. Ya sudah... Kami tak ingin menggangu keromantisan kalian. Jadi aku akan pergi bersama calon istriku untuk menyiapkan pesta pernikahan. Meski kami harus menunggu tiga bulan lagi..."


"Ah... Romantisnya. Kata kata yang manis Sayang" Angel gelepek gelepek mendengar ungkapan Rio yang selalu membuatnya melayang.


"Dah... Sampai jumpa. Lekas sembuh Ya Gery"


"Hati hati. Terimaksih atas doanya"

__ADS_1


Angel dan Rio mulai keluar dari ruangan tersebut. Dan meski Gery berkata demikian, hatinya tetap merasa penasaran... Ia sedang berangan angan tentang satu wanita lagi. Ia sangat penasaran pada keadaan Elizha saat ini, bahkan saat ia pergi... Ketika itu Elizha sedang mengandung anaknya.


Apa yang terjadi pada wanita itu sekarang. Apakah dia baik baik saja? Apakah dia sudah melahirkan anakku? Jangan jangan dia sudah menikah lagi? Tapi dengan siapa? Siapa pria yang beruntung mendapatkan hati wanita itu... Kenapa aku tidak bisa melupakan hal apa yang telah ku lakukan padanya saat terakhir kali pertemuan kami. Aku sungguh menyesal... Maafkan aku Elizha. Aku tak pernah menjadi pria baik untukmu. Bahkan noda yang ku torehkan tak akan terhapus dengan mudah. Dan kamu pasti tak akan pernah memaafkan ku. Bathin Gery menggumam.


__ADS_2