ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Kecaman


__ADS_3

Keluarga Diandartara...


"Hiks... " Tangisan beriringingan terdengar dan sangat mengganggu pendengaran.


"Sudahlah... Kalian tak malu apa? Sudah dewasa masih menangis dengan berguling-guling seperti itu" Ujar ayah Elizha.


"Ayah tak tahu jika kami di permalukan...' Tangis Syakila membalas cemoohan sang ayah.


"Kalian yang salah. Untung saja kluarga Wilsin tidak membawa kasus kalian ke pihak yang berwajib" jelas sang ayah.


"Ayah... Jangan terus menyalahkan kami, lagi pula... Yasmin tidak salah, ia hanya ingin menikah dengan Gabvin makanya dia berpura-pura hamil agar pertunangan mereka tidak di batalkan..." Jelas sang ibu.


"Kamu selalu memanjakan anak-anakmu. Makanya mereka tumbuh dengan tidak baik dan sangat manja juga tidak dewasa..."Jelas ayah Elizha.


"Ah sudah pergi sana ayah. Jangan urusi kami... Perkataan mu sungguh tidak membantu dan malah terdengar sangat kejam sekali..." Teriak Yasmin.


"Baiklah... Kalau begitu, silahkan lanjutkan drama kalian. Ayah ingin pergi keluar" jelas sang ayah.


Nampaknya... Semua luka yang Elizha alami akan segera sembuh sedikit demi sedikit.. Lagi pula, ayah Elizha sudah mendukung hubungan Elizha dan Gabvin. Entah mereka akan terus berpura-pura atau kah mereka akan di pertemukan lagi sesuai harapan sang ayah.


FLASBACK...


Setelah pulang dari kantor Gery, Gabvin lekas pulang ke kediaman Wilson. Meski dirinya sedikit canggung dan enggan, tapi... Ia mulai bertekad Jika aku terus bersama Gery, aku tak akan pernah desawa dan terus mengelak. Bathin Gabvin.


"Tuan besar, tuan muda datang berkunjung..." Jelas kepala pelayan.


"Mo... Suruh dia masuk ke ruang tengah" Jelas tuan Wilson.


"Baik... Tuan, sulahkan masuk ke ruang tengah" Ucap Kepala pelayan bernama Moo.

__ADS_1


"Baiklah..." Gabvin mulai masuk ke ruangan tersebut. Namun netranya teralihkan oleh tamu yang datang ke kediaman tersebut. Sebenarnya, Gabvin sangat malu bertemu ayahnya saat itu, tapi.. Ketika melihat tamu tak di undang itu, hati Gabvin mulai teralihkan.


"Itu dia... Yang di bicarakan telah tiba. Gabvin mendekatlah kemari" Pinta sang Ayah. Pandangan Gabvin sungguh terusik oleh ke datangan Yasmin berserta ibu dan adik perempuannya.


"Kamu masih kenal pada gadis ini?" Tanya Ayah Gabvin pada Yasmin. Gabvin mengangguk "Ya. Dia adalah mantan kekasihku saat kami masih kuliah..." jelas Gabvin. Yasmin tampak malu-malu, itu semua terlihat dari wajahnya yang memerah.


"Mereka kemari karna ada hal penting yang harus ayah ketahui..." Jelas sang ayah.


"Apa yang ingin kalian sampaikan pada ayahku?" tanya Gabvin menatap tajam ke arah Yasmin.


"A- Aku... Aku ingin, aku ingin kamu menikahiku!" Jelas Yasmin lantang. Ayah Gabvin sedikit tercengang "Apakah kamu yakin?" Tanya Ayah Gabvin ke arah Gabvin. Gabvin hanya bisa terdiam lalu menyungingkan bibirnya "Aku ingin kamu tidak membatalkan pertunangan kita..." Tambah Yasmin berusaha meyakinkan ayah Gabvin.


"Ayolah Yasmin. Jangan mencari alasan di depan ayahku, hubungan kita sudah berakhir beberapa bulan yang lalu..." Jelas Gabvin.


"Tapi aku belum memutuskan menerima atau tidak keputusan yang telah kamu buat itu!" Bentak Yasmin.


Ayah Gabvin mulai menjadi pelurus masalah tersebut "Bagai mana Gabvin. Kamu mau menikahi gadis ini?" tanya Ayah Gabvin.


"Tidak boleh! Lagi pula... Aku sedang hamil!" Bentak Yasmin. Ibu dan adiknya mulai menoleh ke arah Yasmin "Ya-yasmin... Apa yang kamu katakan?" Tanya sang ibu lemas.


"Kakak... Apa yang terjadi? Benarkah kakak sedang... Hamil?" tanya Syakila sedikit syok. Ayah Gabvin pun ikut terdiam dan terlihat lemas.


Sedang Gabvin menatap Yasmin dengan tatapan tajam "Kau yakin? Jika saat ini kamy sedang hamil?" tanya Gabvin memulai sebuah pertanyaan.


"Ya.. Aku sedang mengandung anakmu" Jelas Yasmin.


"Memang berapa bulan bayi di kandungamu mulai terdeteksi?" Tanya Gabvin.


"Baru mau menginjak usia delapan minggu..." jelas Yasmin.

__ADS_1


Ibu Yasmin sangat kecewa "Yasmin. Kenapa kamu sampai mencoreng nama ibu nak! Kenapa kamu malah hamil di luar nikah?!" Bentak sang ibu.


"Kalau begitu... Lakukan tes D.N.A sekarang jika kamu benar-benar hamil..." Jelas Gabvin. Tiba-tiba wajah Yasmin jadi panik.


"Aku tidak mau..." Bentaknya berikeras menolak.


"Nona. Kami akan bertanggung jawab. Kamu tidak bisa bilang bahwa kamu sedang hamil...Tanpa sebuah bukti..." Jelas ayah Gabvin.


"Tapi. Tidak seharunya kita melakukannya sekarang... Tunggu hingga anak ini lahir" Jelas Yasmin. Ayahnya terkekeh "Jangan khawatir nona, alat rumah sakit sangat lah moderen. Dari plasenta bayi saja, tak akan menyakiti mu dan anakmu..." Jelas Ayah Gabvin.


"Lakukanlah sekarang... Aku tak akan menunggu, Jika kau tak yakin. Sebaiknya hentikan sandiwaramu ini..." Jelas Gabvin mantap.


"Tuan Gabvin. Apa yang anda katakan! Dia sedang mengandung anakmu. Teganya kamu melecehkan anakku di depan ayahmu!" Bentak sang ibu.


"Anda sebaiknya tanyakan pada anak anda, berapa banyak pria yang telah menidurinya setiap malam!" Gabvin berdiri dan menantang ibu Yasmin.


"Tuan Gabvin! Cukup! Kenapa kamu merendahkan anakku seperti itu! Aku datang kemari hanya untuk meminta keadailan. Kenapa kamu malah memojokan anakku seperti ini. Aku sungguh sangat kecewa hiks..." tangis ibu Yasmin. Sedangkn Yasmin tak bicara sepatah katapun.


"Nak. Jangan bicara sembarangan, jika kamu sungguh yakin anak di kandunganmu bukanlah anakmu, kenapa kamu malah membuka aib wanita yang dulunya adalah kekasihmu... Ayah tak pernah mengajarimu hal hal yang seperti ini" Jelas sang Ayah menenangkan anaknya yang saat itu di balut kebencian.


"Aku bukan ayah biologisnya. Secuilpun aku belum pernah menyentuhnya... Prinsifku, takan pernah mengotori calon istriku sebelum aku meminangnya di altar pernikahan... Dan aku tak pernah melanggar apa yang jadi prinsifku..." Jelas Gabvin lantang.


"Begitu ya... " Yasmin terkekeh.


"Lalu... Jika kamu tak pernah melakukannya pada ku? Bagai mana adik tiriku bisa hamil oleh mu!!" Teriak Yasmin menggila.


Ayah Gabvin makin kecewa pada anaknya.


Apa yang akan terjadi selanjutnya... Yuk simak, dah nyampe klimask dan akan segera tamat...

__ADS_1


Tetep Stay ya para pembaca budiman terimakasih atas dukungan kalian. Autor sangat bersemangat!!


Bersambunv...


__ADS_2