
***
Lama Elizha menangis di pelukan Gabvin. Saat ini, tak ada yang mau menyandarkan bahu atau pun dada mereka selain pelukan hangat dari Gabvin.
"Semua akan baik-baik saja. Jangan khawatir..." Ucap Gabvin membesarkan hati Elizha.
Saat semuanya sudah menenang, barulah Elizha keluar dari pelukan Gabvin "Maaf karna selalu membuatmu cemas" Ucap Elizha menatap Gabvin sayu. Gabvin tersenyum "Tidak masalah selama kamu meresa nyaman. Jadi jangan sungkan..." Jelas Gabvin. Elizha mulai tersenyum pahit "Kamu sungguh menyebalkan... Ku harap tak ada hal yang lebih buruk menimpaku lebih dari ini" Pintanya dalam seutas doa.
"Jika masalahmu terlalu berat, menangis lah sebentar, maka semuanya akan terasa lebih ringan" Imbuh Gabvin seraya menghempas bulir basah yang terus terjun tiada hanti itu. Elizha lekas menangkap tangan Gabvin dan menurunkannya di tempat semestinya.
"Haaah... Aku lapar" Ucapnya mengalihkan topik pembicaraanya karna merasa malu.
"Apakah karna menangis tadi, wajahmu jadi memerah. Apakah karna kamu demam?" tanya Gabvin menekan jidak Elizha dengan telapak tangannya secara langsung.
Elizha membelalak dan lekas membuang wajahnya "Ah tidak. Aku baik-baik saja..." ucapnya panik.
"Tapi... Kurasa kamu tak demam... Suhu tubuhmu sama hangat seprti suhu tubuhku" Ujar Gabvin di iringi godaan tepat sasaran, ia terkekeh ketika Elizha mulai tak berdaya.
"Uuh menyabalkan! Lekas buka pintu mobil agar aku bisa masuk" pinta Elizha sedikit salah tingkah.
"Baiklah... Ayo..." Balas Gabvin. Ketika keduanya berbalik. Seseorang berdiri tepat di hadapan mereka dan menyaksikan ke romantisan yang ada kala semua itu bermula. Hingga langkah Gabvin dan Elizha tersentak seketika itu.
"Rupanya... Wanita itu adalah kamu..." Wanita itu mulai berkata hal yang demikian adanya.
"Ka-kakak" bisik Elizha membelalakan matanya.
"Yasmin..." Pekik Gabvin.
"Wah- wah ada apa ini... Bukannya dulu kamu sangat membanggakan Kelvin. Kenapa sekarang kapalmu malah berlabuh di arah yang salah Elizha..." Perkatan pedas itu memang tampak biasa bagi Elizha yang hanya adik tirinya.
Gabvin cukup marah "Apa maksudmu Yasmin..." Tanya Gabvin berusaha menenangkan sebuah ketengangan.
"Heh. Seadainya kamu tahu, jika sebenarnya dia adalah mantan kekasih adikmu. Akankah kamu merasa jijik sekarang padanya?' Tanya Yasmin lantang menantang keteguhan hati Gabvin.
Gabvin malah tersenyum dan menarik bahu Elizha lebih erat hingga posisi Elizha lebih dekat dengannya dan mendekapnya erat meski Elizha sedikit meronta "Apaan sih... Lepaskan. Kamu akan memperburuk keadaan" Bisik Elizha memperingatkan Gabvin agar tak semberono dalam bertingkah.
"Lalu kenapa? Aku tak pernah jijik padanya meski dia bukan wanita baik-baik sekali pun...Jadi jangan menguji ketulusanku hanya dengan sebuah masalalu yang sungguh tak jelas statusnya" Imbuh Gabvin mengungkap isi hatinya.
__ADS_1
Elizha malah makin terganggu dengan ungakpan Gabvin yang makin mendesaknya dalam sebuah permasalahan baru "Jangan seret aku... Kumohon" bisiknya lagi.
Yasmin tercengang "Apa??? Kalian!!! Apakah maksudmu istri itu adalah wanita ini?" tanya Yasmin menunjuk Elizha kasar.
Plak! Gabvin menepis tangan Yasmin "Bicara lah yang sopan padanya. Karna dia adalah wanita pilihan terakhirku" Bentak Gabvin dengan penuh emosi.
"Benarkah... Elizha! Kakak sungguh kecewa padamu! Lihat saja... Aku akan melapor pada papa dan mama! Taganya kamu menghancurkan hubungan kami" Balas Yasmin melangkah mundur dan kemudian lari seperti bayi.
"Kakak!" pekik Elizha berusaha mengejar. Tapi Gabvin masih mendekapnya erat "Diamlah. Jangan terbawa suasana" jelasnya. Elizha marah dan malah menginjak kaki Gabvin brutal.
JRAK!!!
"Aaahhhh..." Teriaknya meraih kakinya.
"Aku akan mengejar kakakku!" Ucap Elizha.
Saat Elizha berusaha berlari, sebuah mobil berhanti tepat di depan Elizha "Eh... Menghalangi saja" Dengus kesal Elizha.
Namun, ke dua pintu depan dan belakang mobil itu malah terbuka, juga beberapa orang berjas hitam mulai keluar dari mobil tersebut.
"Aah... Tunggu. Siapa kalian?" Tanya Elizha kaget.
"A-apa maksud kalian..."
Lalu beberapa pria itu menarik paksa Elizha dan memasukannya ke mobil. Gabvin kaget dan mulai teriak "ELIZHAA!!" sembari berlari ke arah Elizha.
"GABVIN tolong aku!" Teriak kan Elizha melenting di udara dengan suara cempring melenting.
Mobil menutup pintu dan mulai tancap gas. Langkah Gabvin telat beberapa cm lagi.
"Sial!!" pekiknya. Di saat itu pula, Kelvin berlari ke arah Gabvin "Apa yang kau lakukan kakak! Cepat kejar!" ujar Kelvin menunjuk mobilnya.
"Ah. Kau benar! Ayo! Sebelum terlambat!" Balas Gabvin.
Kelvin dan Gabvin pun berlari ke arah di mana mobilnya di parkirkan.
"Kelvin!!" Teriak seorang wanita yang rupanya kekasih selingan Kelvin.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Tambahnya lagi. Kelvin naik dan mengendalikan kemudi "Pulanglah duluan! Aku masih ada urusan!" pintanya.
"Jahat..." Wanita itu menjingkrak dengan kemarahannya.
Mobil yang di tumpangi Kelvin dan Gabvin pun mulai tancap gas menembus jalanan yang cukup ramai.
"Uughh... Menyebalkan!" bentak Wanita tersebut.
Wanita itu pun mulai melangkah ke arah parkiran. Dan rupanya, di sana Yasmin masih berdiri tak bergeming. Yasmin menyungingkan bibirnya kala Elizha di tangkap seseorang.
"Heh... Apa selama Ayah mengusir Elizha. Elizha masuk dunia hitam ya? Ironis sekali" Yasmin terkekeh.
Tinnn! Klakson mobil lain menbuyarkan lamunan Yasmin.
Yasmin tersentak kaget "Astaga! Apa-apaan kau Syakila!" Marah Yasmin.
"Mau sampai kapan kakak berdiri saja di sana. Ayo masuk" Pinta Syakila.
Yasmin adalah kakak tiri Elizha, sedangkan Syakila adalah adik tiri Elizha. Usianya selisih dua minggu dan lebih dulu Elizha.
"Sshhh! Dasar brandal..." Dengus kesal yasmin pada Syakila.
"Cepatlah, jangan mengoceh... Aku ingin pergi ke bar malam ini. Jadi aku tak mau terlambat" Jelas Syakila.
"Sial. Kau tak akan melakukannya malam ini" Imbuh Yasmin seraya lekas masuk mobil dan mulai mengoceh.
"Dasar bebal. Uruslah urusanmu sendiri... Kenapa mengganggu kegidupanku. Menyebalkan" Gumam Syakla dengan nada tak sopan.
"Jangan bertingkah. Kita harus pulang dulu... Ada hal yang akan ku sampaikan pada Ayah dan ibu" Jelas Yasmin.
"Tumben... Apa yang membawamu ke arah seserius itu?" tanya Syakila menyindir sang kakak.
"Akan ada kejutan malam ini. Dan Ayah ibu kita harus tahu..." Jelas Yasmin mulai menyingkap senyum jahatnya.
"Jika ini pertunjukan menarik. Maka, mari kita bersenang-senang dan menikmati hasilnya..." jelas Syakila terkekeh.
Mereka mulai menuju arah di mana masalah baru akan timbul...
__ADS_1
BRUUUMMM!!!
Bersambung...