
***
Hari paling bahagia bagi kedua belah pihak akhirnya terselanggara... Setelah ratusan undangan tersebar ke penjuru kota. Pernikahan pun semakin hangat oleh kedatangan para kerabat dekat, para klien bisnis dan orang-orang penting lainnya.
Altar pernikahan yang megah di sebuah hotel telah tertata dengan sangat indah mungkin... Bunga cantik dan lampu gemerlap mungil mengiasi setiap ruangan yang ada. Pelaminan mewah dengan singgah sana berkonsep ala timur tengah adalah hasil pendekor wedding organizer ternama di kota tersebut. Kursi-kursi putih dengan meja bulat berselimut taplak meja exsotis makin membuat siapapun iri... Pernikahan Gabvin dan Elizha akan jadi pernikahan termegah di hotel tersebut. Gabvin sengaja menyewa hotel tersebut untuk membuat Elizha terkesima dan mengingat masa indah di hari pernikahannya.
"Oh... Ini sangat indah... Apakah pernikahanku nantinya akan seperti ini?" Tanya Rio menatap sang ayah. Ia amat terharu kala adiknya mulai tumbuh dewasa dan membina rumah tangga, sebab kelak yang akan melindunginya bukanlah Rio lagi... Melainkan ada suami siaga yang begitu menyayangi dan mencintai Elizha.
"Jika kamu ingin pernikahan mu seindah ini... Bekerja keraslah dan buat calon istrimu bahagia"Tegas sang ayah...
"Tentu.. Terimakasih ayah...' Rio amat terharu hari ini.
***
"Wah nona! Anda sangat cantik... Meski kami hanya sedikit memoleh nya..." Sanjung para perias.
"Oh benarkah? Terimakasih..." Balas Elizha masih menatap dirinya di cermin besar itu.
__ADS_1
"Apakah anda gugup?" Tanya salah satu perias itu.
"Mmh... Aku sangat gugup sampai-sampai wajahku terasa sangat panas sekali" Jelas Elizha masih menatap dirinya di cermin itu.
"Anda jangan khawatir... Anda akan terlihat berbeda di pelaminan. Dan orang-orang di sekitar anda akan pangling ketika anda memasuki Altar pernikahan" Jelas para perias itu.
"Kalian benar. Aku hanya perlu tenang" Elizha mulai meyakinkan dirinya untuk tak malu atau gugup di depan Gabvin.
"Cobalah anda berdiri" Pinta salah satu perias itu.
Elizha lekas menurut dan mulai berdiri sesuai yang di anjurka oleh para perias itu.
Bagai mana tidak, Saat ini Elizha terlihat menawan ketika mengenakan gaun putih yang berkilau. Gaun tersebut menjuntai ke laintai dan di biarkan tergerai. Rambut Elizha yang di tata rapi dan di biarkan tergerai, para prias hanya mencurly bawah rambut Elizha lalu membiarkannya tergerai di tambah lagi, para perias itu mem beri satu mahkota kecil di pucuk kepala Elizha dan membuatnya tampil seperti seorang bidadari yang baru saja keluar dari surga.
Tok! Tok!
Pintu di ketuk, Salah satu perias datang dan membukanya "Ya ada apa?" Tanya perias itu.
__ADS_1
"Aku kakak mempelai, dan aku akan menjemput adikku ke pelaminan... Sebab penghulu sudah ada datang" Jelas Rio menanti adiknya dan beberapa kali mengintip ke dalam.
"Oh baiklah... Nona Serly! Pendamping pengantin sudah datang... Katanya penghulu sudah ada di pelaminan" Jelas salah satu perias itu
Akhirnya Elizha di bawa keluar dari ruang hias... Ia melangkah pelan ke arah Rio dan menyapa nya "Kakak..." Ucap Elizha menatap sang kakak. Tapi, kakaknya malah melongo kala menatap Elizha yang tampil dengan dandanan yang amat berbeda dan tak seprti Elizha yang ia kenal "Kakak!" Pekik Elizha lebih keras.
"A-Ehh... Adikku? Kau adalah adikku?" Tanya Rio terkesima hingga tak bisa mencercepkan netranya.
"Ia lah ini aku! Masa kakak lupa... teganya" Gumam Elizha mengkrucutkan bibirnya dan mendelik "Oh ia. Aku hapal suaramu... Hanya suaramu yang mirip dengan Elizha saja..."Ucap Rio masih tak percaya jika dia adalah adiknya.
"Uh! Perias! apakah aku terlihat buruk? Kenapa bisa-bisanya kakakku tak mengenaliku" Sedih Elizha mendelik ke arah para perias. Dan perias itu malah tersenyum pada Elizha "Hmmm..." Mereka mengembangkan pipi mereka.
"Bukan Zha. Kamu cantik sekali... Kakak pangling! Sampai-sampai tak mengenalmu. Malah rasanya saat ini kakak sedang berhadapan dengan seorang bidadari... Yang baru saja turun dari langit" Jelas Rio masih terpesona.
"Jangan gombal kak! Ingat lah aku ini adik perempuanmu..." Jelas Elizha menentang sang kakak.
"Ia. Aku tahu kok, Ya udah jangan banyak nyerocos aja... Yuk, ke pelaminan..." Pinta Rio. Elizha mengangguk dan mereka pun melangkah ke pelaminan. Akhirnya Rio pun membawa Elizha ke pelaminan dengan langkah pelan karna pakaian yang Elizha kenakan rasanya terasa ribet dan begitu berat.
__ADS_1
Bersambung...