ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Terasa bahagia


__ADS_3

***


Setelah mengisi perut lalu belanja, dan Elizha mulai kembali lagi ke rumah sakit tempat di mana Ayahnya di rawat.


"Zha... Dari dari mana saja kamu?" Tanya Rio cemas.


"Aku belanja kebutuhan jaga ayah...kakak lapar? Aku buatkan mie instant ya?" Tanya Elizha.


"Tidak, aku barusan dari kamar ayah... Katanya dia akan segera sembuh..." Jelas Rio.


"Benarkah? Siapa yang bilang?" Tanya Elizha.


"Dokter yang merawatnya, besok dia akan segera pulang" jelas Rio.


"Oh syukurlah" Ucap Elizha.


"Oh ia di mana Gabvin?" Tanya Rio menelisik sekeliling.


"Eehhh... Katanya dia akan pergi menjenguk Angel di rumah sakit. Ia sangat khawatir pada wanita tersebut" Jelas Elizha.


"Oh wanita yang di rumah sakit itu ya? Apakah benar dia adalah istri sah Gery?" Tanya Rio menatap Elizha dengan nanar yang tak biasa.


"Ya. Dia adalah istri sah Gery. Dan rasanya aku harus meminta maaf padanya karna telah berani menjadi istri sirih Angel di belakangnya" Jelas Elizha menunduk.


"Sebaiknya jangan. Aku tak sudi kamu bertemu dengan wanita itu dan Gery nantinya akan menangkapmu lalu mempermainkan mu lagi..."Rio marah ketika tahu hal yang menyangkut masalah Elizha yang begitu rumit.


"Kakak. Jangan khawatir... Aku tak akan mau di permainkan lagi oleh Gery. Aku hanya akan fokus pada ke bahagiaan ku sendiri mulai saat ini" jelas Elizha mengembangkan pipinya.


"Syukurlah... jika kamu baik-baik saja... Aku sangat senang" Jelas Rio menepuk pundak Elizha.


Saat kakak beradik itu tengah asyik bercerita, dokter menyahut "Nona Elizha. Bisakah anda masuk?" Pinta sang dokter.

__ADS_1


Elizha menoleh "Ya aku akan segera ke sana" jelas Elizha "Kak, aku pergi dulu ya..." ucap Elizha meminta izin "Ya. Pergilah... Aku akan menunggumu di sini" Jawab Rio seraya mengangguk.


"Aku pergi..." Elizha melangkah menghampiri dokter "Ya dokter, apakah anda memanggilku?" tanya Elizha menatap sayu sang dokter.


"Ya. Pasien ingin bicara dengan anda" Jelas sang dokter.


"Ayah..." Elizha masuk dan menghampiri ayahnya.


"Elizha... Sayang, kamu sehat kan?" Tanya Ayah Elizha meraih tangan sang anak "Ayah. Kenapa kamu bisa begini..." Tanya Elizha membalas raulan tangan ayahnya.


"Ayah minta maaf nak... Tak seharusnya ayah mengusirmu dari rumah kita" Pinta sang ayah memeluk putrinya.


"Tidak ayah. Ini bukan salah ayah, ini semua adalah salahku, jika aku tak mempermalukan mu... Mungkin kamu tak akan seperti ini" ucap Elizha mendekap sang ayah.


"Maaf karna sudah membuatmu khawatir" Tambah sang ayah.


"Ayah... Jangan banyak berfikir, ayah hanya perlu pulih dari penyakit ayah..." Ujar Elizha.


Elizha hanya bisa terdiam "Ayah akan segera sembuh, ayah ingin segera sehat dan hadir di antara pernikahan kalian dan menjadi walimu nak" Jelas sang ayah berharap. Melihat senyuman mengembang di pipi ayahnya. Elizha jadi begitu tak ingin membuatnya kecewa.


"Ayah... Jangan terlalu di pikirkan. Sebaiknya untuk saat ini ayah fokus saja pada kesehatan ayah. Aku ingin ayah sehat dan panjang umur..." jelas Elizha kembali memeluk ayahnya


"Aku paling menyanyangimu..." Jelas Elizha memeluk erat ayahnya.


"Ayah juga paling menyayangimu..."Balas sang ayah kembali memeluk Elizha.


"Sayang. Apakah ibu dan kakak juga adikmu datang ke mari?" Tanya sang ayah menatap Elizha, dari sorotnya saja Elizha paham jika ayahnya berharap kedatangan mereka.


"Jangan cemas yah. Kita tak perlu memaksa mereka untuk datang, lagipula ada aku di sini. Anak semata wayangmu" jelas Elizha.


"Mereka sungguh keterlaluan..." umpat Ayah Elizha.

__ADS_1


"Untuk apa ayah memikirkan mereka bertiga jika di hati mereka tak ada rasa cemas pada ayah sedikitpun" Jelas Elizha membuat sang ayah sadar.


"Kamu benar..." Ayahnya tampak kecewa.


"Yah. Apakah ayah sudah bertemu dengan Kak Rio?" tanya Elizha menatap ayahnya dengan senyuman manisnya.


"Rio? Rio anak angkat ku?" tanya Ayahnya kaget.


"Ya. Kak Rio sangat khawatir pada ayah hingga ia menunggu dan menginap di rumah sakit ini" jelas Eliza.


"Benarkah? Syukurlah... Jika dia baik-baik saja..." Ayah Elizha sangat senang kala mendengar penjelasan Elizha. Dokter mulai menyeru Rio dan Rio pun masuk.


Betapa bahagianya satu kluarga yang mulai bersama itu. Keakraban saat ini membuat Elizha lupa pada keputusan ayahnya yang di masa lalu telah mengusirnya dan membuat Elizha di lecehkan beberapa kali oleh Gery.


"Ayah... Lekas sembuh! Kita akan menjadi kluarga paling bahagia saat Elizha menikah nanti" Jelas Rio.


"Benar. Aku sungguh menantikannya..." Ayah Elizha sangat senang. Sesaat Elizha mulai sedikit kehilangan saat Gabvin tak berada di sampingnya untuk saat ini.


Karna terbiasa bersama dengannya. Hatiku jadi terasa hampa saat dia tak ada di sampingku... Apakah aku mulai terbiasa ya? Padahal Gabvin hanya pergi beberapa menit yang lalu... Tapi rasanya, kenapa begitu lama sekali. Sungguh meresahkan saat perasaan ini merajai hatiku. Bathin Elizha menggumam.


Gabvin akan segera kembali setelah janji atara Angel dan dirinya terpenuhi. Gabvin terpaksa membeberkan tentang pernikahan Elizha dan Gery yang terjadi sebelum pernikahan resmi Angel di gelar.


Tampaknya Angel sangat depresi ketika tahu, jika dirinya adalah seoarang pelakor. Ia menangis sejadi-jadinya di kamar pasien tersebut. Gabvin tak bisa lakukan apapun selain memeluknya dan menenangkannya.


Angel bilang, ia ingin segara keluar dari rumah sakit dan meminta maaf pada Elizha. Ia bahkan akan menyayangi anak yang akan di lahirkannya kelak.


Kini, kebahagiaan yang paling di impikan Elizha nampaknya akan segera terwujud. Perlahan, trauma atas pelecehan Gery hilang sedikit demi sedikit.


Semangat Elizha!


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2