ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Gabvin mulai menyerah


__ADS_3

***


Hari pertama, setelah Gabvin pergi dengan pandangan sayu dan berkaca-kaca...


Sore hari di kantor Gery. Elizha keluar untuk bersiap pulang ke apartement sang kakak BLAM! Ia menutup pintu kantor Gery dan menguncinya. Saat ia menoleh ke arah sebaliknya, ia malah bertemu dengan Sarah dan Angel "Elizha... Apa yang sedang kamu lakukan di sini?" tanya Angel seraya memegang pergelangan tangan Elizha.


"Eh. Nona Angel... Bagai mana kabar anda?" Tanya Elizha mengalihkan pembicaraan. Sarah sinis padanya dan malah membentak "Jawab saja pertanyaan dari Angel. Kenapa kau ada di sini...?" Bentak Sarah mempersulit Elizha.


"Emmm... Itu, karna Sarah cuti beberapa hari lagi. Jadi, saya yang bertugas membantu pekerjaan pak presdir..." Jelas Elizha dengan suara sedikit bergetar.


"Oh begitu...' Angel memberinya pengertian.


"Bohong! Jangan-jangan kamu ingin menggoda pak presdir kan?" Tanya Sarah menusuk hati Elizha.


Sial, wanita ini sungguh ingin mati apa? Ingin sekali ku robek mulutnya.


"Ehehehhe... Mana mungkin, mana berani saya menggoda presdir... Saya juga punya pasangan sendiri... Kalau begitu saya permisi" Elizha lekas mundur beberapa langkah ke belakang.


"Hentikan Sarah, Elizha mana mungkin melakukan itu, Lagipula... Dia sedang mengandung anak Gabvin. Kamu ini keterlaluan!" Angel sedikit marah.


"Oh ia Elizha. Kemana suamiku pergi, akhir akhir ini ia tak mengabariku dan ponselnya selalu sibuk..." Jelas Angel.


Elizha mencari alasan "Oh... Hehehe, itu... Tuan Gery pasti sibuk membahas proyek minyak yang sangat penting sekarang. Jadi mungkin ia sedikit sibuk..." Jelas Elizha.

__ADS_1


Hehehe, sejak kami sepakat... Gery jarang bicara padaku dan cenderung pendiam. Akupun tak tahu apa yang sedang ia pikirkan saat itu. Bathin Elizha menggumam.


"Kemana perginya Gery. Hampir tiga hari ini ia sedikit menjauh dariku..." Gumam Angel dengan nanar penuh kesedihan juga kekecewaan.


"Jangan sedih, sebaiknya kita pulang..."Pinta Sarah ia mulai menenangkan Angel. Sarah sedikit mendelik ke arah Elizha Calon istri Gabvin? Huh yang benar saja... Dari wajahnya saja sudah sangat jauh. Mana mungkin ia tipenya. Sangat menyebalkan. Tapi, apa boleh buat... Aku tak mau membuat Angel kecewa dengan kelakukan ku. Aku bisa saja membunuhnya tanpa menyentuhnya. Biarkan saja tuhan yang mengurusnya. Tapi, aku berharap dia mati saat persalinannya nanti. Bathin Sarah mengguman kesal. Ia menatap dengan tatapan tak suka setelah itu membuang wajahnya jauh-jauh.


"Huh. Selamat ya! Sebentar lagi kamu akan menjadi nyonya Gabvin!" Jelas Sarah. Elizha yang masih diam itu mulai bergeming "Nyonya Gabvin. Cih, apa maksudnya itu..." Bisik Elizha. Elizha mulai membalikan badannya dan ia kaget, rupanya sedari tadi Gabvin berdiri di belakang Elizha. Lantas saja Sarah tak melakukan hal buruk padanya.


"Aakh! Ka-kau! Astaga... Mengangetkan saja! Kau pikir kau sedang berusaha membunuhku?" gumam Elizha menekan dadanya yang sungguh berdebar kencang.


"Aku tak bermaksud melakukannya... Maaf jika kamu kaget, aku hanya perlu masuk ke ruangan itu..." Jelas Gabvin.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Elizha.


"Tidak ada... Kamu hanya perlu membukakan pintu itu" Pinta Gabvin.


"Aku heran, sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan?' Tanya Elizha penasaran. Ia mendekati Gabvin dan menatap tangannya, rupanya Gabvin meletakan selebar kertas bermap putih terlihat seperti sepucuk surat.


"Apa itu? Apakah itu surat cinta? Atau surat tantangan.. Atau surat kuasa?" Tanya Elizha bersikeras dengan menebaknya berkali-kali.


Gabvin menoleh ke arah Elizha "Kenapa kamu sungguh ingin tahu? Apakah kamu khawatir padaku... karna kamu mulai menyukaiku?" Balik Tanya Gabvin pada Elizha. Elizha malah tercengang "Eeehh.. Apa maksudmu. Aku tak perduli... Tapi, dari tampangmu kamu sangat terlihat buruk..." Ujar Elizha.


"Tapi aku cukup tampan bukan?" gumam Gabvin menggoda Elizha.

__ADS_1


"Ug... Dasar... Mana mungkin, itu hanya pandangan mu saja. Dasar narsis" Elizha membuang wajahnya dan menggumam tak karuan.


"Pertanyaan ku hanya sekecil itu. Tapi, kenapa kamu menjawabnya dengan panjang lebar. Wajahmu memerah, jika tidak salah... Aku akan berusaha menyakinkan mu bahwa aku akan segera masuk sebagai kriteria pria idaman mu..." Jelas Gabvin seraya menyentil jidak wanita itu "Tak!" Setelah itu, ia pergi tanpa menoleh ke arah Elizha.


"Aw sakit. Ughh! Sial... Pria macam apa dia. Tiba-tiba garang, lalu perhatian, dan sekarang sok menyembunyikan sesuatu... Apa maksudnya itu" Gumam Bathin Elizha tak karuan, tangannya mengelus jidaknya yang terasa sakit itu.


"Uug sial. Akan ku pukul nanti saat kita bertemu lagi" Umpatnya kesal.


Kemudian perhatiannya mulai teralih oleh sepucuk surat di meja Gery. Tangan Elizha sungguh tak bisa diam dan sungguh penasaran "Apa yang dia tulis?" Tanya Elizha.


Akhirnya, ia pun lancang dan mulai membuka segel kertas tersebut. Ia pun membacanya dengan seksama. Rupanya itu adalah surat pengunduran diri.


"Gabvin mengundurkan diri dari perusahaan yang telah ia perjuangkan bersama Gery?" Bathin Elizha menggumam tak percaya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi padanya...?" Bathin Elizha.


Elizha kembali mengemas surat tersebut dan meletakannya di meja Gery. Tampaknya, Gabvin lebih memilih meninggalkan sahabat yang paling ia kagumi itu. Sahabat yang dulu nya selalu bersinar itu tiba-tiba redup dengan segala keserakahannya. Gabvin tak ingin terus terlibat dengan segala cara kotornya dalam bertindak. Apa lagi, ia tak ingin mengulang kejadian yang sama. Bahwa berpura-pura menjadi pemilik wanita yang ia inginkan itu sangatlah menyakitkan.


Elizha tak tahu jika dirinya menjadi sebab perpecahan antara dua sahabat baik itu. Dan kini Gabvin kembali membawa pasukannya, ia memutuskan untuk kembali menjadi dewan utama di perusahaan milik ayahnya. Ia ingin mengalahkan perusahaan Gery secepat mungkin...


Perusahaan yang kini ia pegang merupakan perusahaan nomber dua setelah perusahaan yang Gery kelola. Ia ingin membuat sahabatnya sadar, jika uang bukanlah segalanya... Ia ingin Gery sadar jika tak punya apa-apa di dunia ini bukanlah hal yang buruk... Ia ingin sahabatnya sadar dan kembali menjadi Gery jenius yang penuh rasa wibawa.


Ia ingin mengembalikan Gery sepernuhnya menjadi pria baik yang bertanggung jawab. Karna kini, Gery yang ia lihat saat ini adalah seorang monster dengan hasrat duniawi yang pekat. Bahkan Gabvin tak kenal pada Gery yang saat ini.

__ADS_1


Namun, terlepas dari itu.. hal tersebut tak cukup baik baginya. Satu alasan yang mampu membuatnya berdiri tanpa di atur oleh ayahnya... Adalah berpura-pura memiliki pasangan hidup.


BERSAMBUNG...


__ADS_2