
***
Elizha berdiri di depan para penghulu dan beberapa Saksi, lalu Gery pun mendonggakan kepalanya dan menatap Elizha. Lalu seketika ia terkesima dan pangling padanya. Gery seakan tak mengenal sosok itu sebelumnya, sebab hari ini Elizha terlihat sangat cantik dan berbeda sekali.
Elizha masih berdiri mematung bersama beberapa pengiringnya. Gery tak berkomentar apa pun, hanya saja ia tak bisa berkedip saat ini. Karna ia amat terpersona oleh sosok wanita yang saat ini ia sia-siakan itu.
Astaga, apakah dia wanita yang ku temui malam itu? Bathin Gery menggumam.
Sedangkan dalam hati Elizha Lihatlah ini, semua karna hasil perbuatanmu... kamu bahagia kan jika aku menderita seperti ini? bahkan tatapan yang kau lontarkan padaku adalah sebuah tatapan puasmu bukan? gumam Bathin Elizha.
"Silahkan duduk di sebelah mempelai pria anda nona" jelas penghulu. Elizha lekas melangkah pelan ke arah di mana Gery terduduk.
"Nah. Bisa kita mulai acaranya?" tanya penghulu. Kedua mempelai pun mengangguk...
__ADS_1
"Bismilah hirahman nirahim... kita mulai acaranya..." sambut penghulu.
Acara pun mulai di gelar, Gery menjabat tangan penghulu tersebut dan mulai terjadilah sebuah Ijab kobul di masion tersebut. Sebuah kalimat Syah pun mulai di seru para saksi. Meski saat itu Elizha di dampingi oleh wali hakim dan bukan ayah syahnya Elizha.
Usai pengsahan tersebut, Elizha lekas mencium punggung tangan Gery dan Gery lekas mencium pucuk kepala Elizha. Saat ini, mereka terlihat sangat serasi... meski kebenaran dalam pernikahan itu adalah sebuah ke bohongan dan tidaklah sah secara hukum.
"Terimakasih nak Gery, kalau begitu kami pamit undur diri..." Ucap penghulu tersebut. Gery mengangguk diam dan mempersilahkan penghulu juga beberapa saksi pulang. Mereka pulang di antar oleh para pengawal pribadi Gery.
Ruangan pun mulai Hening, tinggalah Gery dan Elizha di ruangan ijab kobul itu. Gery masih menatap Elizha dalam-dalam dan Elizha malah berkomentar "Kenapa? Apakah riasan ini jelek?" tanya nya. Gery tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Lalu... Tatapanmu seperti sedang mengolok-olok ku" gumam Elizha marah, ia bahkan membuang wajahnya karna sebal pada ulah Gery yang tak berkomentar apapun terkait riasannya itu.
"Berisik! Tapi aku ini bukan pelacur yang kau di cumbu di mana saja! Dasar bodoh!" Tambah Elizha menekan suaranya.
"Heh. Kalau begitu..." Gery mendekati Elizha dan merangkup tubuh Elizha, lalu menggendongnya "Hey! Apaan sih! Lepaskan!" teriak Elizha memukul-mukul dada Gery.
__ADS_1
"Akan ku lepaskan setelah aku puas berbulan madu..." Jelas Gery di iringi tawa genit yang tak di sukai Elizha.
"Genit! Lepaskan aku! Dasar cabul!" Teriak Elizha berontak. Tapi... tetap saja, Elizha di boyong paksa oleh pria itu hingga maeuk ke kamar pribadi Gery.
Teriakan Elizha bahkan sampai hingga keluar ruangan itu, dan di saat bersamaan Gabvin datang membawa sebuah kado pernikahan untuk Gery. Namun sesaat, ketika melihat bayangan sahabatnya itu pergi bersama mempelai pengantin miliknya, hati Gabvin sedikit kecewa. Dan ia sedikit gemas... Bahkan ia menjatuhkan kado yang ia bawa untuk sahabatnya itu.
"Lepaskan!' Teriak Elizha mengiang di kupingnya.
"Tidak-tidak, aku akan membuatmu lelah semalaman..." balas Gery.
"Malam masih lama tahu! Sekarang lepaskan!" Teriak Elizha lagi.
"Jangan teriak di sini... Aku akan suka jika kamu teriak di ruangan ku... Jika saat itu tiba. Aku akan sangat senang mendengarmu berteriak atau memohon ampun" Tambah Gery. Suara mereka pun perlahan menghilang seiring hentakan kaki yang makin jauh. Gabvin yang masih berdiri di ruang ijab kobul pun mulai merasa sedikit lemas. Ia pun putuskan untuk duduk di sopa yang telah tersedia.
__ADS_1
Ia mulai duduk dan menyender di sofa itu, tangan kanannya sedikit gemetar dan mulai menepuk jidaknya sendiri "Apa-apaan ini. Kenapa, tiba-tiba aku jadi kesal dan sedikit marah pada Gery. Jelas-jelas aku senang jika Bos menikahinya... tapi, kenpa ada rasa marah di hatiku ini. Sial! Ada apa denganku... tidak mungkin, ada sebuah perasaan terlarang dalam hatiku kan?" Bathin Gabvin berkecamuk, ia amat bingung pada perasaannya sendiri... Gabvin jangan sampai kamu jatuh cinta pada Elizha, secara dia adalah istri siri sahabatmu sendiri... Jangan sampai kamu terjabak dalam sebuah kesalahan yang menyebabkan perselisihan. Persahabatan ini lebih berharga dari nyawaku sendiri. Germuruh Bathin Gabvin menolak sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa ia amat menyukai wanita yang telah berbadan dua itu.
Bersambung...