ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Klarifikasi


__ADS_3

***


Sesampainya di kediaman Ayah Gabvin...


Elizha di sambut hangat oleh ayah dan Mantan kekasih Elizha "Selamat datang" ucap keduanya.


"Wah. Cucuk grenpad akhirnya datang" Rangkul ayah Gabvin.


Kelvin menghampiri "Wah. Mereka sungguh mungil sekali..." Kelvin menatap bayi di gendongan Gabvin.


"Imut ya?" tanya Gabvin.


"Mereka lucu. Aku boleh memintanya satu?" tanya Kelvin.


"Jangan... Nanti ibunya marah" tolak Gabvin.


"Elizha. Kamu kenapa? Kok sembab?" tanya Kelvin.


"Jangan ganggu istriku. Dia adalah istriku kamu harus ingat jangan sampai lupa lagi"


"Ia ia. Aku tahu... Lagi pula aku juga mau mengenalkan calon istriku" Ujar Kelvin.


"Bagus kalau kau sudah punya pasangan" Gabvin tersenyum senang.


"Sayang keluarlah" Pinta Kelvin.


Seseorang pun mulai keluar, Gabvin dan Elizha pun terbelalak "Sarah?"


Rupanya calon istri Kelvin adalah Sarah. Dan usia Kelvin dengan Sarah sangat lah jauh yakin Sarah 24tahun sdangkan Kelvin baru mau menginjak 20 tahun.


"Kenapa? Apakah kalian mengenal calon istriku ini?" Kelvin tak percaya jika dia ternyata tak membuat Elizha atau Gabvin terkejut.


"Tentu saja. Dulu kami memang satu tempat kerja" jawab Gabvin.


Sarah malu pada Elizha "Elizha. Apa kabar?"


"Baik" Jawab Elizha singkat.


"Aku ingin minta maaf padamu tentang perlakuan burukku di waktu yang lalu. Ku mohon maafkan aku ya" pinta Sarah.


"Tidak masalah Sarah. Lagi pula aku tak pernah benci pada mu kok..."

__ADS_1


"Begitu ya. Terimakasih Elizha... Karna kamu telah memaafkanku dan tak menyimpan dendam padaku. Kamu memang wanita yang baik" ujar Sarah.


"kakak. Kami akan menikah satu minggu lagi..."


"Benarkah? Kenapa mendadak?" gabvin sedikit syok.


"...Karna, aku sedang mengandung anak Kelvin" ucap Sarah malu malu.


"Begitu yah. selamat ya Sarah. Kamu sebentar lagi akan menjadi ibu"


"Ya Elizha. Aku sudah tak sabar ingin segera menyambutnya" Balas Sarah.


Mereka mengobrol santai dan penuh ke bahagiaan hingga akhirnya mereka pun pamit pulang. Elizha mulai melupakan apa yang Gery tanyakan padanya sewaktu di swalayan tadi.


"Hallo..." Gabvin mengangkat telponnya...


"Ya. Oh baiklah kami akan segera ke sana"


'Sayang siapa?" tanya Elizha.


"Ini Rio. Gery ada di rumah dan ingin bicara dengan kita" ujar Gabvin.


"Bicara? Tapi untuk apa? Tak ada hal yang harus kita bahas lagi" Elizha mengelak.


Akhirnya mau tak mau Elizha harus menghadapinya. Ia sungguh takut menatap mata Gery. Trauma mendalam akibat perlakukan Gery semasa dulu membuat Elizha pobia padanya.


***


Kediaman Diandartara...


"Ada apa? Apa yang membawamu kemari?" tanya Elizha pada Gery. Di sana ada Margaret yang sedang memangis sesegukan.


"Maafkan aku Elizha! Aku sungguh tidak tahu jika Gery adalah mantan suamimu" Tangis Margaret terdengar mengiris hatinya.


"Jangan menangis Margaret ini bukan salahmu. Semua itu adalah masalalu" Elizah lekas merangkul Margaret dan menenangkannya.


"Suamiku sudah menceritakan sgalanya. Ternyata kamar yang kamu singgahi dulu adalah kamar suamiku? Maafkan aku Elizha aku tak bermaksud merebutnya darimu" Margaret masih menangis.


"Sudah Margaret jangan menangis lagi. Biarkan semuanya berlalu... Lagi pula aku sudah punya suami" ujar Elizha.


"Gabvin. Maafkan aku karna selalu merepotkanmu" Ucap Gery mulai menyerah.

__ADS_1


"Tak apa. Berkat kamu aku jadi kenal pada Elizha"


"Aku sungguh pria brengsek... Kamu memang pantas mendapatkan istri sepertinya..." Ujar Gery.


"Lantas apa yang membawamu kemari?" Gabvin dingin menyingkapi keadaan ini.


"Aku hanya ingin tahu saja tentang anak yang kalian gendong?"


"Setelah tahu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Gabvin enggan membahas.


"Aku tak akan lakukan apapun. Jika mereka memang anakku... Aku akan meminta izin sesekali untuk menengok mereka. Aku ingin mengendongnya dan ikut melihat mereka hingga meraka tumbuh dewas"


"...Anak ini adalah anak di luar nikah. Jika Annisa tumbuh lalu mendapatkan jodoh dan menikah. Kamu tak berhak menjadi wali anakmu. Sebab... Segala hisab anak di kuar nikah, akan di tanggung oleh ibunya. Jadi... Kamu hanya bisa menatap mereka di kejauhan. Mulai saat ini dan seterusnya Algazalli dan Anissa adalah tanggung jawabku" Ujar Gabvin menjelskan panjang Lebar.


Gery paham dan mereka pun menyerah, Elizha senang karna Gery tak bersi keras untuk mendapatkan hak asuhnya. Dan pada akhirnya keresahan Elizha pun sirna...


Gabvin dan Elizha jadi pasangan yang paling bahagian di dunia...


Satu minggu berlalu, Kelvin menikah dengan Sarah, Bahkan anak yang Sarah kandung berjenis kelamin laki laki. Sarah akan jadi wanita paling cantik dalam bahtera rumah tanganya....Kelvin kini benar benar mencintai Sarah istrinya dan sudah melupakan sosok Elizha selama lamanya. Begitu pun Gery...


***


Tiga bulan kemudian, Rio dan Angel menikah... Gery bahkan ikut hadir dalam pernikahan mereka bersama istri terakhirnya yang bernama Margaret. Rio dan Angel menjadi pasangan sehati, bahkan Rio menerima Angel apa adanya ia memaklumi segala ke kurangan wanita itu. Meski Angel tak akan bisa memberikannya seorang anak. Tapi, Rio sangat bahagia bisa menikahi wanita yang paling ia cintai.


***


"Sayang kamu sakit?" Gabvin panik kala Elizha mengurung diri di kamar mandi.


"Nggak... Aku baik baik saja" Elizha lekas keluar dari kamar mandi seraya mengumpatkan kedua tangannya di belakang punggungnya.


"Syukurlah jika kamu nggak apa apa... Aku khawatir" Gabvin lekas memeluk istrinya.


Elizha pun mulai mengeluarkan satu tangan kanannya "Sayang. Selamat ya" Elizha menyerhkan sebuah test pack yang bergambarkan dua garis merah pekat.


"Kamu hamil?" tanya Gabvin membelalakan matanya. Elizha mengangguk dan Gabvin pun lekas meraih tubuh istrinya dan mengecupi setiap lekuk tubuh istrinya.


"Terimakasih sayang kamu membuatku bahagia!"


Gabvin sungguh beruntung, ia jadi pria paling sempurana di dunia.


"Aku mencintaimu..."

__ADS_1


Mereka berciuman dengan tetesan basah mengalir di pelipis mereka. Mereka sungguh menangis bahagia. Tamat...


__ADS_2