
"I love You sayang..." kecupan selamat pagi dari suaminya yang romantis itu berhasil membangunkan Elizha dari lelapnya.
"Ahh... Sejak kapan kamu bangun?" Elizha lekas membelalakan matanya dan menatap Gabvin penuh gugup.
"Aku tidak bisa tidur semalaman. Jadi, aku menatap wajahmu hingga saat kamu bangun..." Jelas Gabvin bicara demikian seraya ia duduk di karpet dan memandang Elizha yang masih terbering di ranjang.
"Ah. Oh... Ya ampun, kenapa kamu bodoh sekali. Nanti, kalau kamu sakit gimana?" tanya Elizha panik. Ia lekas bangun dan duduk di depan suaminya. Gabvin lekas bangun dan mulai duduk di sisi ranjang.
"Aku jadi bodoh... Gara-gara rasa cintaku yang dalam ini. I love you honey..." Ucap Gabvin lagi ke Elizha. Perasaan Elizha tak bisa di jelaskan oleh kata-kata, hatinya sangat senang ketika ada seseorang yang menghargainya.
"Aku malu..." Elizha mengumpat di balik kesepuluh jemarinya.
Gabvin mulai meraih tangan Elizha dan perlahan menurunkannya lembut "Kamu... Cantik kalau lagi malu" ucap Gabvin makin membuat Elizha tak karuan. Ia lekas bangun dan segera pergi ke kamar mandi "A-aku akan ke kamar kecil sebentar!" Pekik nya seraya berjalan cepat hingga menutup pintu itu keras.
__ADS_1
Blam!
"Hmm... Sungguh wanita pemalu, tapi... Elizha memang sangat cantik jika pipinya merona begitu. Aku jadi makin mencintainya" Gumam Gabvin terkekeh kala ia puas menggoda istrinya seperti itu.
Elizha masih menyender di daun pintu, ia mengumpat dari tatapan Gabvin dengan cepat. Sementara, jantungnya tak mau berhenti berdegup kencang seakan hendak melompat.
"Astaga, ada apa denganku... Aku memang suka dan tergoda oleh Gabvin. Tapi, ini kan bukan waktunya... Oh... Apa yang aku pikirkan. Aku sungguh mesum" Gumam Elizha. Mau bagai mana lagi, Gabvin adalah pria yang baik dan ganteng sih... Lantas saja, Elizha tergoda oleh wajahnya juga gombalan pria yang kini berstatus suaminya itu.
***
"Bagai mana? Apakah kamu ingin menjenguk si kembar?" tanya Gabvin.
"Memang boleh ya?" tanya Elizha.
__ADS_1
"Tentu saja, siapa yang melarangmu menemui malaikat kecil yang imut itu?" Tanya Gabvin menggoda Elizha lagi dengan senyumannya yang manis itu.
"Aku pikir, bayiku akan menganggu masa masa pengantin baru kita. Tapi jika kamu tak keberatan, mari kita pergi..." Jawab Elizha antusias.
"Ya. Tatap mereka se puasmu, karna kita akan berbulan madu ke luar kota..." Jelas Gabvin. Sontak, Elizha terbelalak "Benarkah?" tanya Elizha menatap kegirangan.
"Ya. Aku belum pastikan sih... Apakah kamu suka atau tidak, kita akan ke Bali..." Jawab Gabvin memantapkan usulannya.
"Bali! Wah... Artinya kita akan menghabiskan malam di pantai... Oh senangnya. Sudah lama sekali aku tidak pernah melihat laut... Pasti akan sangat menyenangkan sekali" Pekik Elizha senang. Ia memeluk Gabvin dengan reflekasnya karna terlalu bahagia.
"Apapun yang membuatmu senang... Maka aku akan melakukannya dengan baik dan semampuku" Ucap Gabvin sedikit membisik.
Sebenarnya, bukan hanya ingin ke bali untuk bulan madu dan bersenang-senang. Namun, karna Gabvin menerima pesan dari Margaret, bahwa ia akan pulang besok dan mengunjungi Elizha. Gabvin tak mau memperkenalkan suami margaret dengan istrinya. Oleh sebab itu, Gabvin bersikeras mengajak istrinya honey moon ke luar kota untuk menghindari hal tersebut.
__ADS_1
Mau bagai mana pun juga, Gabvin akan sangat cemburu jika Elizha bertemu lagi dengan pria itu.
Maka sudah di putuskan, Elizha akan berangkat setelah menjenguk si kembar...