ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Bertentangan


__ADS_3

***


Usai menjalani usg... Gabvin mengajak Elizha ke sebuah mol terkenal di daerah tersebut "Nah. Kita sampai... Ayo" Pinta Gabvin.


Elizha mulai keluar mobil Gabvi setelah Gabvin membukan pintu tersebut.


"I-ini... Bukankah ini adalah pusat perbelanjaan?" Tanya Elizha.


"Ya. Untuk menghilangkan strest nampaknya, kamu musti belanja sepuasmu..." Jelas Gabvin.


"Padahal ini sama sekali tak perlu..." Balas Elizha.


"Anggap saja ini sebuah teraktiranku untukmu. Untuk merayakan kesehatan bayi di kandunganmu..."Ujar Gabvin bangga.


"Hemmm... Padahal itu seharusnya tak perlu. Lagi pula, bayi di kandunganku ini bukanlah milikmu" Jawab Elizha ketus.


"Memang sih. Tapi, mungkin karna ikatanku kuat dengan Gery. Makanya aku merasa, sebantar lagi akan punya keponakan yang imut..." Tambah Gabvin memecah suasana kakunya.


"Baiklah... Jangan salahkan aku jika dompetmu jebol..." Ujar Elizha terkekeh.


"Dengan senang hati tuan putri" Gabvin malah mempersilahkan Elizha masuk Front mol tersebut.

__ADS_1


Gabvin dan Elizha melangkah bersama, mungkin... Pakaian yang mereka kenakan terlalu mencolok hingga membuat para pengunjung lain terkesima.


"Kita mulai dari mana dulu?" Tanya Elizha.


"Terserah tuan putri... Ingin yang mana saja boleh" Jelas Gabvin.


"Bersiaplah..." Tawa jahat Elizha.


Elizha tampak bersenang-senang bersama Gabvin. Mereka memilih masuk toko perlengkapan bayi. Elizha memilih pakaian anak perempuan dan segala macam maiannya. Sedangkan Gabvin sibuk memilih roda bayi dan pakaian juga mainan anak laki-laki. Sudah pasti itu akan jadi pertentangan antara Gabvin dan Elizha.


"Aku selesai..." Ujar Gabvin mendorong belanjaannya di depan Elizha dan menyerahkannya ke kasir. Elizha tercengang menatap barang-barang serba biru dan isinya mobil-mobilan semua "Lho... Katanya kamu nggak punya pacar. Tapi kok malah belanja perlengkapan bayi sih..." tanya Elizha polos.


"Eh... Hehehehe... Aku memang tak punya pacar. Tapi, ini semua aku beli untuk bayi mu..." jelas Gabvin malu-malu.


"Tuan... Semuanya 13 juta limaratus ribu" Barang sudah di kemas kasir.


"Lho. Salaah ya...?" Tanya Gabvin.


"Tentu saja. Jika kamu memilih perabotan laki-laki... Tentu saja itu salah..." Jelas Elizha jutek.


"Hmmm. Tapi aku lebih memilih anak laki-laki sih. Biar bisa di ajak main, dan kamu akan jadi yang paling cantik di istana ku..." Jelas Gabvin ke ceplosan.

__ADS_1


"Di... Istana mu?" Tanya Elizha heran.


Gabvin mulai menoleh "Eh... Ada apa? Apa aku salah bicara ya?" Tanya Gabvin panik dan lekas membayar tagihan belanjaanya. Belanjaan Gabvin lekas di kemas dan Gabvin pun mulai panik "Eh. Aku ke toilet sebentar ya..." Ucapnya terburu-buru.


"Apa yang tadi dia bicarakan? Apakah... Dia bilang paling cantik di istana nya?" Tanya Elizha bingung.


"Nona... Silahkan bayar belanjaan anda, semuanya 7juta dua ratus ribu" Pinta kasir.


"Satukan tagihannya dengan pria yang tadi..." Jelas Elizha.


"Silahkan masukkan pinnya" Jelas kasir. Elizha kebingungan karna ia tak bisa membayar tagiahannya. Sedangkan Gabvin, ia belum kembali.


"Bagai mana ini?" Bathin Elizha menggumam.


"Biar aku yang bayar..." Suara berat itu tiba-tiba muncul dan membuat Elizha panik.


Pria itu lekas berdiri di samping Elizha dan menyerahkan Debitnya ke kasir "Silahkan nomber pinnya tuan" Pinta kasir.


Elizha tiba-tiba gemetaran dan siap melarikan diri. Ia amat takut pada pria yang saat itu berdiri di sampinya.


Elizha mundur dan siap kabur, tapi tangan Elizha di tahan pria itu. Hingga Elizha makin panik dan berharap Gabvin akan segera datang dan menyelamatkannya dari pria tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2