ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Baby twis yang menggemaskan


__ADS_3

***


Satu bulan berlalu setelah kejadian Gery pingsan di kediaman Diandartara... Kini, Algazali dan anissa sudah bisa keluar dari inkubator dan sudah bisa di bawa jalan jalan ke luar "Lucunya kamu sayang. Sini ibu peluk... Ummm wangi sekali" Elizha menciumi pipi Anissa begitu lembut dan tersenyum senang.


"Kamu mau mengajak baby tewis kemana sayang" Peluk Gabvin dari belakang.


"Aku ingin mengunjungi papa Wily dan om baby Twis" Ucap Elizha merebahkan Anissa di sloller.


"Om? Maksudmu om Kelvin?" Tampaknya Gabvin tak senang jika Elizha ingin mengenalkan baby twis pada adiknya itu.


"Apa sih sayang. Kamu jangan cemberut begitu dong... Tetap saja, kamu adalah nomber One di hatiku..." Rayu Elizha merangkul pinggang Gabvin dan menatap dengan wajah menggemaskan.


"Kamu memang selalu membuatku meleleh" Gabvin tak tahan melihat wajah Elizha yang begitu menggamaskan. Gabvin pun meraih wajah istrinya dan tak henti menebarkan kecupan hangat di selurub wajah istrinya.


"Aku sangat mencintaimu sayang. Aku sangat mencintaimu" Dekap Gabvin merenggut tubuh istrinya dan memeluknya penuh hangatan.


"Aku juga..." Elizha membalas pelukan Gabvin di hadapan baby Twis...


Rio masuk kamar Baby twis di saat yang tak tepat. Hingga membuatnya malu sendiri "Oh astaga... Aku masuk di waktu yang tak tepat" Bisiknya mulai keluar kembali dari kamar baby twis.


"Baiklah... Adikku sungguh bahagia. Aku tak pernah menyangka jika adikku akan menikah dan memiliki dua baby twis. Baru saja dia sebesar ini... Sekarang dia punya baby sebesar itu" Rio terharu seraya memetakan tangannya. Beberapa kali ia menepis tangisannya tapi tetap saja... Ia sangat terharu pada kebaikan Gabvin lada Elizha.


"Nah... Sekarang kita siap. Ayo baby twis kita pergi" Elizha keluar dari kamar baby twis dan mendorong sloller baby twis "Ah ada uncle Rio. Baby twis ucapkan salam pada uncle Rio" pinta Elizha sedikit menggoda Rio.


"Wah. Keponakan uncle mau kemana ni. Udah ganteng dan cantik... Apakah kalian akan berbelanja?' Tanya Rio.


"Tidak. Kami hanya akan mengunjungi grandpa Wily" balas Elizha.

__ADS_1


"Oh begitu. Sekarang tubuh baby twis agak tinggi ya. Berapa usia kalian sayang?" Rio sedikit mengelus pipi gemoy Annissa.


"Sekarang mereka genap tiga bulan Uncle... Sebentar lagi, Uncle akan ke repotan karna mereka akan sedikit usil nanti..." tawa Elizha.


"Kami berangkat dulu ya..." Gabvin pun keluar dari kamar baby twiss seraya menenteng tas besar yang berisikan keperluan baby twis berupa popok, susu dan pakaian ganti.


"Kalau begitu hati hati di jalan"


"Baiklah. Sampaikan pesanku pada Ayah jika ia pulang nanti" Pinta Elizha.


"Ya tentu nanti akan ku sampaikan pada ayah. Oh Ia, apakah kalian akan menginap di sana?" tanya Rio menghentikan langkah Gabvin dan Elizha.


"Entahlah tergantung situasinya" Bisik Gabvin.


"Ayo mas. Kita pergi..." Elizha menarik tangan Gabvin dan mereka pun menghilang di balik daun pintu yang tertutup.


"Tentu saja sayang. Aku pun demikian... Mereka terlihat seperti malaikat" Balas Gabvin sedikit menoleh ke Elizha dan lekas melajukan kendaraannya.


Mobil mulai keluar dari pagar rumah kediaman Diargantara... Mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman Wilysone.


"Sayang. Kita harus berhenti dulu di toserba ya" pinta Elizha.


"Untuk apa? Repot nanti jika turun senbentar dan kasihan baby twis jika mereka terlalu lama di mobil. Nanti bisa ke panasan" Jelas Gabvin.


"...Kita harus memberi beberapa buah tangan. Masa kita tak membawa apapun?"


"Oh. Begitu... Ya sudah kita berhenti di depan sana" ucap Gabvin mulai menepikan mobilnya mereka pun berhenti pas di depan toserba.

__ADS_1


Sesuai ucapan Gabvin... Elizha kesusahan ketika hendak membawa si kembar keluar dari keranjang baby itu "Biarkan Al aku yang gendong. Kamu gendong Anissa" Imbuh Gabvin.


"Baiklah sayang. Maafkan aku ya"


"Tak masalah... Mereka seringan bulu kok" Gabvin leks menggendong baby Al dan mereka mulai keluar dari mobil kemudian masuk ke toserba itu.


Setelah lama berkeliling akhirnya, mereka pun mendapatkan apa yang Elizha inginkan... "Sayang aku akan pergi membayar belanjaan dulu ya" Elizha menyerahkan belanjaannya ke kasir.


"Aku tunggu di depan ya" pinta Gabvin mulai keluar dari toserba itu.


"Semuanya 1 juta 500 ribu" Ucap Kasir.


"Terimakasih... Saya pakai debit ini saja ya" Elizha menyerahkan debitnya ke arah kasir itu.


"Baiklah... Mohon tunggu" Kasir tersebut mulai mengambil kartu debit tersebut, namun seseorang menggantikan debit itu dengan uang Cash sebanyak 1jta 500 ribu.


"Ah" Pekik Elizha tampak ke heeranan pada tingkah suaminya, Elizha sedikit bicara nyerocos "Sayang. Pakai debit saja biar nggak usah ambil kembalian'' Ucapnya menpis uang Cash dari tangan seseorang.


"Sayang?" seseorang itu berdecap demikian, Elizha yang tak sadar bahwa pria itu bukan suaminya pun mulai menoleh ke arah tersebut. Saat ia menoleh, betapa terkejutnya Dia...


"Hah..."


"Hai. Lama tak jumpa... Kau makin cantik saja" tawa pria berpostur tinggi ramping itu.


Elizha hanya bisa terbelalak menatap pria itu...


Coba tebak siapa yang memberi uang Cash pada Elizha... Novel akan teman 3 episode lagi kadi mohon standbay ya... Dan jangan lupa tinggalkan jejak dan jempol merah untuk autir agar semangat membuat cerita baru ke depannya makasih semua....

__ADS_1


Love for Leader budiman✌❤❤❤


__ADS_2