ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Panik


__ADS_3

***


Elizha membulatkan kedua bola matanya kala bertatapan dengan Derik yang saat itu mengendong salah satu Baby Twis nya "Akh!"


Seketika botol susu yang ia gengam untuk Baby Twis pun terjatuh ke lantai dan menggelinding ke arah Derik. Derik Meraihnya dan menatap seseorang di depannya yang adalah Elizha "Elizha!" Seru Margaret menghampiri Elizha lalu memeluknya tiba tiba.


"Ouh Sayang. Aku merindukanmu... Maaf jika aku tak datang saat kelahiran Baby twismu ya... Karna aku sedang melaksanakan resepsi pernikahan ku dengan Derik suamiku... Oh ia kenalkan dia suami tercintaku" Cerocos Margaret seraya mengulurkan tangannya ke arah Derik.


"D-Derik?" Tunjuk Eliza menatap Margaret penuh ketidak percayaan "Ia. Dia adalah Derik... Suamiku tercinta, dan aku pun sedang mengandung anaknya... Coba elus perutku. Masih kecil sih" Sambung Margaret meraih tangan Elizha lalu menempelkannya di perutnya yang masih rata itu.


"Kamu ha-mil..." Elizha sungguh tak habis pikiran dan kepalanya mulai blank. Wajah Derik yang serupa dengan mantan suaminya membuatnya jadi trauma.


"Elizha ayo kita kenalan dulu... Kamu kan teman terbaikku. Jadi karna itu kamu harus berkenalan dengan suamiku" pinta Margaret. Di saat bersamaan, Gabvin muncul dan menghampiri Baby Twis lalu menggendongnya "Maaf ya tuan Derik, ini saat nya Baby Twis minum susu... Dan ganti popok. Anda tidak keberatan kan jika baby Twis aku gendong" Ujar Gabvin. Derik hanya bisa mengangguk dan tak memberikan respon lain.


Gabvin mulai melangkah menjauhi Derik dan menarik tangan Elizha "Maaf ada hal yang ingin saya bicarakan dengan istri saya" pinta Gabvin. Akhirnya Margaret mengangguk "Ah... Ia, silahkan... Maaf karna menggendong salah satu baby twis tanpa izin..." Margaret sungguh tak nyaman karna telah menggendong baby Elizha tanpa izin.


"Margaret aku izin masuk ke dalam dulu sebentar ya. Nanti aku kembali ke mari kok..." Ujar Elizha.


"Tak perlu sungkan, kami berkunjung agak lama kok... Jadi santai saja"


"Ya baiklah... Tunggu ya" Elizha masuk bersama Gabvin.


BLAM!


"Sayang... Kamu baik baik sajakan? Apakah kamu pusing kok kamu diam terus" Tanya Margaret khawatir pada suaminya.


"...Aku sedikit mual... Dan pening" balas Derik memegang kepalanya.


"Apakah kamu sudah meminum obat?" Tanya Margaret menepuk punggung suaminya.


"...Sepertinya aku lupa. Karna terburu buru, aku jadi tak ingat untuk meminum obatku" Derik masih memegang kepalanya dan terus saja meriang, peluh nya mulai membasahi jidak pria itu.

__ADS_1


"Kamu pasti kambuh. Aku ambil air minum dulu, lain kali kamu jangan lupa minum obat ya" cerocos Margaret sangat panik.


***


Dapur...


"Ah maaf!" Pekik Margaret masuk area dapur tanpa aba aba hingga Rio dan Angel terperanjat kaget. Habis mereka sedang bermesraan di dapur saat beres memasak dan menyajikan hidangan jamuan untuk Margaret.


"Margaret ada apa? Kenapa kamu panik?" tanya Rio.


"Aku minta air, suamiku kambuh"


"Kambuh?" Rio lekas membawa gelas dan mengisi nya dengan air.


"Ini... Cepat berikan pada suamimu" pinta Rio menyerahkan gelas itu.


"...Terimakasih" Balas Margaret seraya berlari ke arah di mana Derik berada.


BLUGHH! Suara jatuh yang cukup keras, Suara itu membuat Gabvin dan Elizha yang tengah bicara serius pun keluar untuk menghampiri suara tersebut.


"Aku akan panggiilkan ambulans" Ucap Elizha seraya mulai menelpon nomor dalurat.


"Cepatlah sayang" Ujar Gabvin.


Margaret tiba di sana dan lekas menjerit "Aahh! Sayang?" lalu menghampiri suaminya dengan segelas air.


"Sayang mana obatmu?" tanya Margaret panik.


"Kenapa dia? Apakah dia sakit" Tanya Gabvin pada Margaret.


"...Dia selalu gugup hingga seperti ini. Mana obat suamiku? Sayang di mana kamu menaruh obatmu?" tanya Margaret kian panik.

__ADS_1


"Aagghh! Sakit!'Teriak Derik memegangi kepalanya dan tengkurab di lantai.


"Sayang! Ku mohon... Minumlah obatmu agar kamu bisa kembali lebih baik" tangisan Margaret pecah.


Suasana di rumah Diandartara jadi ricuh seketika itu, Margaret juga belum menemukan obat yang biasa Derik minum "Margaret, sebentar lagi ambulans akan datang" Ucap Elizha.


"...Tak usah. Suamiku tak memerlukan dokter, dia cukup meminum obatnya saja"


"Tapi..."


Rio dan Angel juga di buat tercengang "Zha, ada apa ini? Kenapa dengan pria ini?" tanya Rio menunjuk.


"Entahlah..." Balas Elizha.


"Ketemu!" Pekik Margaret mencengkram botol obat di tangannya.


Ia mulai membuka tutup botol itu, namun karna Derik terus bergelinjat ke kanan dan ke kiri. Akhirnya, obat yang Margaret gengam pun mulai jatuh hingga berserakan di lantai.


"Ah sayang... Apa yang kamu lakukan?" Pekik Margaret sedikut marah dan campur aduk.


"Sakit!" Ringis Derik terus memegang kepalanya.


"Air tolong ambilkan air. Suamiku perlu meminum obatnya' Margaret meminta Gabvin memberikan gelas di sampungnya.


"Ini..." Margaret mencoba memberi minum Derik dengan tambah sebutir obat yang biasa Derik minun.


Angel membantu Margaret membereskan obat yang berserakan, ia meraih nya satu persatu "Obat apa ini? Ini seperti obat penghilang rasa sakit...?" Bisik Angel.


Aku rasanya pernah melihat obat ini bathin Angel menggumam.


Belum sempat Derik meminum obatnya, Ambulans datang dan masuk rumah Elizha "Di mana pasien gawat daluratnya?" tanya petugas.

__ADS_1


"Di dalam" Ujar Rio.


Akhirnya, Derik di bawa ke rumah sakit... Elizha khawatir. Hingga mengikuti petugas bersama Gabvin, Rio angel dan Margaret.


__ADS_2