
Assalamualaikum para leaders budiman.
Maaf bukan maksud autor mau php. Tapi, untuk sementara, autor ingin menyampaikan bahwa novel Istri yang terbuang akan segera updeta di akhir pekan. Karna kesibukan Autir di dunia nyata maaf sekali lagi... Karna Autor kurang konsisten... Tapi, ternyata ada karya lain yang update...
Jika berkenan... Mari mampir...
Terimakasih atas waktu para leader yang masih meu membaca karya receh perdana autor yang jelek ini... Mohon tunggu hingga bab berikutnya update..
Hatur nuhun..
***
Pagi itu, semuanya terasa gelap di mata Yudistira kecil "Tolong..." Desisnya menekan nomber darurat di ponsel sang ayah. Tangannya yang gemetaran itu berusaha keras untuk tetap sadar.
Rupanya saat itu, ayahnya yang terlilit hutang, memutuskan untuk bunuh duri. Dengan membawa serta istri dan ketiga anak mereka... Setelah Gas beracun di pecahkan, mereka yang masih tertidur pun langsung kehilangan kesadaran mereka...
Ayah, ibu dan dua adik kembar Yudistira telah terkapar dan sudah tak bernyawa. Sedangkan Yudistira yang hendak pergi kesekolah langsung terjatuh dengan posisi tengkurab. Ia merasa sesak napas akibat Gas beracun yang di paparkan sang ayah. Saat berusaha melakukan bunuh diri masal pada seluruh keluarganya. Namun saat itu Yudistira mampu berusaha berjuang dari maut.
__ADS_1
Setelah pramedis dan pemadam kebakaran datang...
Tempat tersebut segera di efakuasi, Yudistira dan keluarganya di bawa ke rumah sakit. Namun nahas, tak ada satupun yang selamat dari maut tersebut selain Yudistira kecil.
"Aahhh... Ayah! Aaahhh... Ayah! Kenapa kamu membunuh kami!" Tangis Yudistira pecah kala menatap ibunya mulai di tutupi kain putih. Yudistira melihat jelas sebab, ibunya terbaring di brankar sebelah kiri ranjangnya.
Dan saat ia menoleh ke arah kanan Ranjangnya, ia pun melihat dua adik kembarnya yang berumur dua tahun itu pun tewas. Mereka sama-sama di tutupi kain putih... Yudistira mulai tak sadarkan diri lalu pingsan setelah para medis memberinya intubasi.
"Aahhhh... Ayah! Hahahahha ayah!!!" Teriaknya mulai membangunkanya dari sebuah mimpi buruk.
"Ayaah!!" Pekik Yudistira.
Ia membelalakan matanya lebar-lebar kala bangun dari mimpi buruknya, Sesak napas dengan napas terengal dan keringat yang bercucuran. Matanya merah karna terlalu lama menangis.
Mereka sukses di bidang usaha perbankan, namun bisnis bank yang mereka kelola lebih tepat di sebut usaha rentenir internal.
"Heh! heh!... Akan ku buat kalian menderita!" Teriak Yudistira menggebrak ranjangnya dengan penuh Emosi. ia juga mulai menghempas photo kluarga Anggara dan menghancurkannya, Ia bangun dan menginjak-injak photo itu. Setelah photo itu bercecer dilantai, Ia mulai meremas photo yang memampangkan kluarga besar Anggara wijaya, hingga tangannya berdarah karna terkena serpihan beling.
"Anggra... Wijaya! Kalian akan mati di tanganku!" Pekik Yudistira Alfarighi...
__ADS_1
Yudistira Alfarighi pria tampan dengan rahang yang kekar berusia 26 tahun.
Ia adalah seorang pria sukses di usia yang sangat muda. Ia bangkit dari kemiskinan dan lilitan hutang... Setelah ia menciptakan perangkat lunak yang amat sangat berguna untuk kehidupan manusia. Karna IQ 200 yang ia miliki membuatnya sangat menonjol dan amat sukses.
Berawal dari penjualan Cip micro yang bertindak seperti Gps untuk mempermudah para pengusaha di bidang Finance otomotif. Sampai usahanya lebih maju dan kini ia telah memiliki perusahaan yang bergerak di bidang Mobile atau pembuatan ponsel dan elektronik lainnya. Otomotif dan juga perhotelan.
Yudistira kecil yang penuh dengan tangisan kini menjadi pria suskses yang angkuh dan arogan. Tak ada satu wanita pun yang bisa menyentuhnya, juga tak ada seorang wanita pun yang ia inginkan di dunia ini. Ambisi terdalamnya adalah sebuah balas dendam. Ia ingin membuat kluarga Anggara Wijaya sengsara.
***
"Tuan... Keluarga Angara akan melaksanakan sebuah pesta pernikahan" jelas Joe seraya memberikan selebar undangan pernikahan yang memampangkan sebuah photo preweding. Yudistira yang sedang duduk di meja kerja nya pun mulai menoleh seraya meraih undangan tersebut.
"Inikah wanita pilihan Alan?" Tanya Yudistira menyeringai. Alan adalah anak sulung kluarga Anggara Wijaya.
"Ya. Wanita itu adalah anak yatim piatu yang di besarkan di kluarga Anggara Wijaya. Tuan Alan sangat mencintai wanita tersebut" jelas Joe.
Yudistira mulai meremas undangan itu dan di genggamnya erat-erat "Aku ingin. Kalian menculik wanita jelek bercadar itu tepat di hari pernikahannya. Aku akan mengadakan sebuah drama yang cukup membuat mereka malu!" Imbuh Yudistira dengan amarah yang tak terhitung jumlahnya.
"Baik tuan... Kami akan melaksanakannya" Joe mulai pamit dan mulai keluar dari ruangan kerja Yudistira.
__ADS_1
Nampaknya peperangan antara Anggara Wijaya dengan Yudistira akan segera di mulai.
Dan siapa yang akan jadi korban ke bengisan dendam sang saudagar kaya yang berkuasa itu?