ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Janji Gabvin


__ADS_3

***


"Zha kamu lapar?" Tanya Gabvin.


"Ia. Tapi... Aku tak mau meninggalkan ayahku sendirian" balas Elizha.


"Mmh... Apakah kamu ingin aku membelikan sesuatu untukmu?" Tanya Gabvin.


"Tentu saja, apa yang tidak untukmu" Jelas Gabvin. Ia lekas berdiri dan mulai melangkah menuju ke arah pintu keluar.


Elizha berfikir, saat ia bermimpi buruk tadi... Penyebabnya adalah karna trauma pada rumah sakit. Jadi ia putuskan untuk pergi mengikuti Gabvin "Tunggu Gabvin aku ikut" Pekik Elizha.


"Lho, katanya tadi nggak mau ikut" Gabvin jadi keheranan pada wanita tersebut.


"Itu... Aku berubah pikiran, aku ingin memilih makanan yang aku suka" Balas Elizha.


"Baiklah... Tapi, cuci muka dulu... Aku akan tunggu di depan apoteker itu" Jelas Gabvin. Elizha mengangguk dan lekas menuju toilet terdekat.


Akhirnya aku jadi sibuk sendiri... Dan berkasku di meja kerja terbengkalai... Semoga besok aku bisa kembali menyelesaikan tugasku. Bathin Gabvin menggumam.


Gabvin masih menunggu Elizha, dan suara ponsel pun mulai berdering Trrrrttt... "Astaga... Siapa lagi ini?" Tanya nya seraya merogoh ponsel di jasnya.

__ADS_1


Pip! Ketika layar di sentuh, Gabvin sedikit tersentak "Angel?" Tanya Gabvin.


"Astaga, aku lupa jika aku ada janji denganya" Bathin Gabvin menggumam.


"Halo..." Gabvin menyapa Angel di balik telpon.


"Gabvin. Bagai mana kabarmu? Apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Angel terlihat khawtir.


"Ya. Kami baik-baik saja. Maaf karna telah membuatmu cemas" Balas Gabvin tak enak hati pada Angel.


"Oh. Begitu ya syukurlah..." Angel terdengar senang.


"Aku pun mulai membaik... Hanya saja penyakitku agak susah di obati..." Jawab Angel merendah.


"Jangan begitu. Semangatlah untuk hidup... Jangan mudah menyerah" Ujar Gabvin mulai menyemangati Angel.


"Makasih Gabvin. Oh ia.. Elizha apa kabarnya?" Tanya Angel ia pun terdengar cemas.


"Elizha juga sehat, tampaknya karna kejadian itu... Elizha jadi trauma pada bau rumah sakit. Hingga ia sering bermimpi buruk akhir-akhir ini" Jelas Gabvin.


"Kasihan Elizha... Dia pasti tak bisa melupakan kejadian itu begitu saja" Angel menghelan napas penatnya.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin menyampaikan salam pada Elizha?" Tanya Gabvin.


"Ya. Tolong sampaikan padanya bahwa aku menyayanginya. Maaf karna ia jadi menderita gara-gara aku... Tolong sampaikan padanya Gabvin" Pinta Angel.


"Tentu, aku pasti akan sampaikan hal ini padanya" Jelas Gabvin.


"Syukurlah..." Angel hendak menutup telponnya tapi, Gabvin mulai membahas tentang Gery "Oh ia. Angel, apakah Gery sudah pulang ke rumah?" Tanya Gabvin penasaran.


"Eehhhhmmm.. Gery ya? Sejak saat Elizha di culik tuan Arga, Gery sama sekali tak pernah muncul... Bahkan, perusahaan ayahku pun jadi hancur dan tak ada yang mengurus. Sarah sibuk sendirian karna kursi Ceo dan menegernya kosong. Dan imbasnya... Perusahaan ku jadi tak karuan" Jelas Angel.


"Begitu ya? Sayang sekali..." Gabvin menghelan napas lemas.


"Gabvin tolong jangan lupa pada janjimu..." Jelas Angel.


Gabvin mulai diam karna ia belum bisa menepati janji itu "Baiklah, jika ada waktu... Mari kita bicara" Ucap Gabvin.


"Baiklah... Aku tunggu" Angel mulai menutup ponselnya dan Gabvinpun lekas memasukan ponselnya ke dalam jas tersebut.


"Gabvin..." Ucap Elizha, Gabvin berbalik dan "Zha... Ayo..." Gabvin menyambut Elizha dan mereka pun mulai berjalan bersama menuju tukang bubur yang biasa mangkal di depan rumah sakit.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2