
***
Ciiitt!! Rio lekas memarkirkan mobilnya dengan cekatan dan rapih, Rio pun keluar dari mobil tersebut dan membukakan pintu mobil itu untuk Gabvin, sesegera mungkin ia masuk ke rumah sakit untuk menuju ke bagian Admin. "Tuan, saya akan tanyakan kamar nona Angel ke bagian admin" Imbuh Rio berlari tergesa-gesa.
"Ya. Lekaslah dan bergegaslah" Ujar Gabvin, Rio pun mempercepat langkahnya dengan berlari. Padahal sudah ada pemberitahuan, bahwa di larang berlarian di area tersebut.
Gabvin menunggu Rio, dan beberapa menit kemudian... Rio datang dengan informasi yang ia dapat "Kamar inap nomber 203 bagian vip lantai satu. Di sanalah nona Angel di rawat" Jelas Rio. Gabvin mulai berlari ke arah yang di sebutkan Rio.
Setelah cukup lama mencari, akhirnya Gabvin pun menemukan ruangan tersebut "Ini dia?!" pekik Gabvin. Ia lekas membuka pintu kamar tersebut dan benar saja, Di sana Angel sedang menangis sesegukan. lalu beberapa dokter dan suster mulai berhamburan dari ruangan tersebut "Astaga... ini sangat berbahaya, sebaiknya kita siapkan beberapa pengawal untuk berjaga-jaga di depan kamar nona muda" Ujar para dokter yang berusaha merawat Angel dengan baik.
"Tunggu dok. Kami adalah teman-teman pasien, bolehkan kami masuk dan menengok sebentar?" Tanya Gabvin bersikeras.
"Tapi, tampaknya kondisi pasien sedang tidak sehat untuk saat ini" Jelas sang dokter.
"Tapi, kami sangat khawatir pada keadaan teman kami. Barusan kami mendapatkan kabar buruk... bahwa barusan ada gerombolan orang yang telah mengacak-acak ruangan tersebut, kami hanya ingin memastikan nya saja. Apakah teman kami baik-baik saja" Jelas Gabvin mencoba meyakinkannya para dokter.
__ADS_1
"Bagai mana ini dokter?" Tanya Suster.
"Baiklah... jika kalian sungguh ingin menengok pasien. tapi pastikan kalian tidak membuat kegaduhan dan mengganggu para pasien lainnya... " pinta sang dokter. Akhirnya, Gabvin, dan Rio pun mulai masuk ke kamar Angel. Sedangkan para dokter mulai berhamburan pergi.
"Angel... apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Gabvin di kejauhan. Angel mulai bangun dari rebahannya dan mulai mencari "Gabvin kamu kah itu?" Sahut Angel mulai duduk.
"Angel!" Gabvin tersentak melihat keadaan Angel yang buruk "Gabvin!" Angel memeluk Gabvin, Gabvin pun mulai mencoba menenangkan wanita tersebut.
"Tenanglah... Jangan menangis. Kamu aman sekarang" Jelas Gabvin meyakinkan Angel.
"Gabvin aku sangat takut sekali..." Renges Angel mengeratkan pelukannya.
"Maafkan aku... Seharusnya aku yang di tarik oleh para mafia itu..." Jelas Angel.
Gabvin mengerutkan dahinya "Apa maksudmu?" Tanya Gabvin menekan Angel yang belum bisa bicara dengan jelas.
__ADS_1
"Gery telah menggadaikan ku pada seorang bos untuk mendanai perusahaanya sebesar 1triliun... Tapi, Anak buahnya menolakku karna aku terlihat sangat buruk. Jadi... Elizha lah yang harus jadi korbanya..." Jelas Angel seraya menangis sesegukan.
"Apa katamu! Gery!! Dia sudah keterlaluan!" Teriak Gabvin mengepalkan tangannya erat-erat menahan emosinya.
Rio pun berfikir demikian "Sial! Dimana pria itu! Akan ku bunuh dia sekarang??!!!" Teriak Rio mencari sekeliling.
Angel menunduk malu "Sebenarnya... Gery tadi pingsan, lalu para medis datang dan membalut lukanya. Beberapa mafia tadi sibuk mengahajarnya hingga babak belur dan tak berdaya. Setelah ia sadar, ia mulai kalang kabut dan lekas mencari jejak Elizha... Gabvin apakah kamu tahu? Seperti apa hubungan Elizha dan Gery? Kenapa, Gery selalu mencemaskannya dan tak pernah menoleh ke arahku?" Tanya Angel penuh harapan. Ia berharap jika Gabvin mau menjelaskan secara detail tentang hubungan di antara mereka.
"Aku akan menjelaskannya nanti. Makanya kamu harus cepat sembuh" Pinta Gabvin. Angel pun mulai mengangguk.
"Tuan. Sebaiknya kita lekas mencari adikku. Jika kita tidak cepat, semuanya akan menjadi terlambat..." Jelas Rio meminta pengertian Gabvin.
"Baiklah... Ayo..." Gabvin mulai mempercepat langkahnya.
Angel menunduk sedih, ia sangat malu atas kelakuan Gery yang sangat membuatnya kaget. Tak pernah Ia lihat Gery yang segila itu sebelumnya, Gabvin pun menoleh sebelum ia pergi "Angel... Tetaplah semangat dan tunggu aku kembali. Nanti aku pasti akan menepati janjiku untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi..." Jelas Gabvin. Angel yang tadinya sedikit layu... Akhirnya mulai menampakan sebuah senyuman "Baik. Aku pecaya padamu Gabvin.. Berjuanglah!" Pekik Angel kembali bersemangat.
__ADS_1
Gabvin tersenyum dan mulai kembali berlari ke arah di mana Gps itu membawa mereka pergi.
Bersambung...