ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Patut di curigai


__ADS_3

Rio perpekik seraya menunjuk Derik sang suami Margaret "Wah. Apakah anda kenal dengan suamiku?" tanya Margaret tampak polos. Margaret sama sekali belum berkenalan dengan Rio tapi ia merasa sudah akrab dengan pria itu.


"Eh..." Perlahan Rio mulai menurunkan tangannya dan mulai mengepalnya erat.


"Tuan, perkenalkan suamiku Derik... Sayang sapa kerabat kita" Ujar Margaret. Derik yang sedari tadi menatap lurus ke Rio pun mulai mengangguk.


"Senang bertemu dengan anda..." Angguk Derik bersama seutas senyuman dinginnya.


Rio mulai terdiam dan tak membalas saapaan pria itu Ini tidak mungkin, pria ini kembali dengan identitas yang berbeda... Apa sebenarnya yang sedang ia rencanakan. Bathin Rio menggumam.


"Rio... Kenapa kamu masih berdiri saja... Sebagai sambutan karna kita kedatangan tamu istimewa. Bagai mana jika kamu memasak menu spesial..." Ujar sang Ayah.


Margaret menolak "Ah tidak-tidak... Kami tak akan lama... Oh ia, Mana Elizha?" tanya Margaret celingukan.


Rio mulai menatap kembali pria bernama Derik. Namun rupanya, Derik tak merespon saat Margaret memanggil nama adiknya Apa ini... Jangan jangan pria itu pura pura lupa ataukah dia benar-benar Amesia. Bathin Rio kembali menggumam.


"Elizha baru saja terbang beberapa jam yang lalu" jelas Ayah Elizha. Ia tak menurunkan atensinya dan terus memperhatikan Derik tanpa jeda.


"Terbang? Kemana? Wah nampaknya kita terlambat sayang" Margeret sangat kecewa.


"Jangan khawatir... Kita bisa berkunjung setelah sahabatmu kembali nanti" Balas Derik sangat menyentuh.

__ADS_1


Itu semua makin membuat Rio curiga dan sangat marah... Ia menikahi tiga wanita sekaligus dan menggantung mereka semua.


"Jangan terburu-buru... Sebaiknya kita makan camilan dahulu" Pinta Ayah Elizha.


"Tapi... Kami hanya sebentar saja dan akan segera pamit..." Jelas Margaret sedikit tak enak hati.


"Oh... Sayang sekali padahal aku sangat senang dengan suamimu. Wajahnya mengingatkanku pada seseorang tapi aku lupa..." jelas Tn Dian.


Rio lekas mendelik "Jelas saja ayah akan serasa ingat sesuatu. Wajah Gery dan anak laki-lakinya sangat mirip bah pinang di belah dua" Gumam Rio dalam hatinya.


"Sudah sudah... Tak baik jika kita kedatangan tamu terhormat dan tidak menyambutnya. Tolong tunggu sesaat... Aku akan buatkan kudapan manis untuk kalian" Rio lekas keluar dari ruangan itu dan lari ke area dapur untuk memasak menu istimewa.


"Jangan khawatir... Pekerjaanku bisa di tunda beberapa saat. Hargailah tuan rumah yang ingin menyambut kita sebagai tamu istimewa mereka..." Jawab Derik begitu penuh sopan santun.


"Bagitu ya..." Margeret tersipu dan mulai menyerah pada ujaran pria itu.


"Ahahahaha.... Nak Margaret, kamu sangat pintar memilih suami. Beruntung kamu memiliki suami yang perhatian dan berwibawa seperti suamimu ini. Selain tampan, dia juga rendah hati..." Komen Ayah Elizha blak blakan.


Margeret makin bahagia dan ia lekas merangkul sikut suaminya "Benarkah? Aku sungguh beruntung memilikimu sayang" Margaret mengegelendong di sikut pria itu seraya menyender genit. Margaret sangat bahagia memiliki Derik.


DAPUR...

__ADS_1


"Hallo... Vin ini aku" Rio menelpon dengan suara membisik pada Gabvin yang berada jauh di sana.


"Ya ada apa? Aku hendak naik pesawat..." Balas Gabvin sedikit tergesa-gesa.


"Sepertinya. Rumahku kedatangan tamu... Tamu lama dengan identitas berbeda..." jelas Rio tak langsung ke intinya.


"Benarkah? Apakah dia adalah suami Margaret?" tanya Gabvin sedikit mengagetkan Rio.


"Ka-kau sudah tahu?" tanya Rio bingung.


"Ya. Awasi saja dia... Ku pikir ada sandiwara baru di sana..." Pinta Gabvin.


Rio pun mengangguk "Baiklah jika begitu.... Kita buka kedoknya secepat mungkin, sebanarnya apa rencana baru pria itu..." Rio mulai menyungingkan bibirnya.


"Lakukan yang terbaik. Aku akan segera memutus poselku... Aku tak ingin Elizha makin curiga padaku" balas Gabvin seraya menutup ponselnya.


Rio mulai memasukan ponsel itu ke kantong celananya dan ia pun kembali berkutat untuk menyiapkan kudapan ringan untuk tamu istimewa nya.


"Derik atau Gery? Kita lihat saja nanti..." bisik Rio menyungingkan sebelah bibirnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2