ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA

ISTRI YANG DI BUANG SUAMINYA
Sisa bulan madu


__ADS_3

***


Ombak berdeburan silih berganti, suasana sejuk di pantai kuta seakan memanjakan mata. Saat senja menyapa, yang terasa adalah sebuah ke hangatan pelukan yang erat dari sang kekasih. Ya, Elizha telah mabuk oleh perhatian dan kasih sayang Gabvin. Gabvin memeluk Elizha dari belakang seraya menyasikan pemandangan paling indah di senja saar menantikan matahari terbenam...


"Sayang. Beberapa hari ini... Aku minta maaf ya" Ucap Gabvin seraya menyender di leher istrinya mesra.


"Kenapa meminta maaf...?" Tanya Elizha tak paham.


"Karna aku rasa, kamu tidak begitu menikmati Honeymoon kita" Balasnya lemas.


"Kenapa kamu bisa berfikir demikian. Apakah senyuman ku akhir akhiir ini kurang lebar y" Tanya Elizha mulai membalikan tubuhnya dan menghadap Gabvin. Nanarnya saling berhadapan "Sayang... Aku mencintaimu" tampaknya Gabvin tak tahan ketika Elizha menatap Gabvin. Akhirnya Gabvin pun mulai menyematkan ciuman kilatnya dan mendaratkan bibir tipis itu di bibir merah Elizha.


Cup. Elizha tersenyum saat Gabvin melepas ciumannya seketika itu "Kenapa malah tersenyum?" Tanya Gabvin bingung.


"Aku juga... Akan berusaha untuk lebih mencintaimu..." Ucap Elizha di iringi senyum simpul yang tulus. Ia mulai meraih leher Gabvin dan melingkarkan tangannya di leher tersebut seraya mulai membalas ciuman Gabvin yang kilat tadi dengan begitu lembut.


Cup. Gabvin terbelalak, pasalnya baru kali ini Elizha mau menciumnya dengan inisiatifnya sendiri.Tanpa basa basi lagi, Gabvin lekas mernggut pinggang Elizha dan mendekapnya erat. Mereka perang ciuman hangat...


Gabvin tak puas jika hanya berciuman saja, ia lekas mengangkat tubuh Elizha hingga Elizha terberanjat "Ahhh! Sayang... Apa yang kamu lakukan?" Pekik Elizha melapas kan kecupan nya...

__ADS_1


"Kamu malah kaget ya?" Senyum Gabvin merasa malu.


"Tentu saja... kaget, kamu sih tiba tiba begitu" Cerocos Elizha berkomentar atas kelakuan suaminya yang mulai genit.


"Kita lanjutkan di kamar... Soalnya si junior sudah meminta jatahnya di beri hari ini" Jelas Gabvin malu malu. Wajahnya merah padam karna ia harus mengatakan hal tersebut.


"Kamu nakal!" Cubit Elizha. Gabvin paham jika Elizha pun mulai memberi kode ketika berkata demikian sebab tampaknya Elizha pun sedikit menginginkan sentuhan manja dari sang suami yang baru ia nikahi dan menurutnya sangat lembut juga penyayang itu.


***


Sesampainya di kamar hotel...


Tangan Gabvin nampaknya terlatih untuk mampu menggerayangi tubuh molek yang bening dan menggoda milik istrinya itu dengan sangat lembut. Meski Elizha baru melahirkan tapi perutnya sangat langsing dan sintal. Elizha terus bergelinjat karna tak kuat menerima sentuhan demi sentuhan dari Gabvin "Enggghhh..." Le-nguhnya.


Suara itu sungguh menggoda untuk Gabvin ia seaakan puas kala Elizha menggeliat kenikmatan. Ia mulai melucuti beberapa lembar kain tipis yang menutupi wanita itu. Dan ia sangat puas ketika mendapati barang berharga yang bagitu terjaga meski dirinya bukan orang pertama yang merasakan tubuh indah istrinya.


Ia sangat menyukai dua gunung kembar yang padat dan berisi, bulat kenyal dan sintal. tangan Gabvin bermain main di sana seakan gemas ia terus mere-mas kedua gunung kembar itu dan mulai mencium bibir Elizha kembali. Napas Gabvin tak teratur dan begitu menderu dera... Ia sangat terobsesi dan ingin langsung memulai.


"Aaaaa.... Hhh" De-sahan yang begitu melengking ketika pucuk gunungnya di tekan dan sedikit di putar2kan.

__ADS_1


Gabvin sangat sadar jika di sana puncaknya ia mulai terasa sedikit ingin. Dan tak tahan...


Gabvin pun mulai melucuti tubuhnya dan hendak memulai perang ronde di senja itu. Ia mulai menatap nanar Elizh dan menyibat rambunya pelan. Wajah Elizha yang merah pekat sedikt berembun hingga begitu menggoda hasrat Gabvin untuk tidak mengabaikannya.


Bibirnya kumat kamit lalu ia meniupaknnya ke wajah wanita itu...


Elizha pun mulai menutup matanya dan mulai memasrahkan segalanya pada Gabvin. Ia tak pernah merasakan hati se tenang ini kala mendapatkan sentuhan dari lawan jenisnya. Ia sangat percaya pada Gabvin dan membiarkan Gabvin menikmati setiap seluk beluk dirinya.


"Aku akan memulainya... Tahan ya... Kalau terasa sakit aku akan berhenti" Jelasnya. Ia mulai memasukan adik kecilnya ke gua itu dengan begitu pelan dan begitu d*lam... Elizha sangat terkejut hingga membelalakan matanya "Apakah sakit?" Tanya Gabvin. Elizha menggelengkan kepalanya, hanya saja ia merasa bahwa lubang miliknya terlalu sempit karna milik Gabvin sangat besar dan pan-jang.


Gabvin memulai dengan ritme yang pelan... namun Elizha sudah mend**esah dengan beberapa lenguhan keras. Gabvin yang sangat menikamati lenguhan itu sungguh tak bisa mengontrol tubuhnya. Hingga ingin terus menghujam kejantanannya lebih dalam dan lebih cepat.


Peluh bercucuran dari keduanya...


Meski malam pengantin mereka tak berkesan... Juga terbilang sangat terlambat, tapi... mereka tak menyesal, karna mereka bisa melakukannya kapan pun... Mereka sangat menikmatinya dalam waktu yang cukup lama...


Elizha tak pernah merasakan perasaan tenang seperti itu sebelumnya... Elizha tampak sangat menikmatinya.


Bahkan yang ia rasakan saat ini seperti sedang terbang di awan asmara... Akhirnya, setiap titik air mata yang menetes karna pernikahan masa lalu yang begitu menyiksa pun mulai satu persatu terbayarkan oleh kebahagian yang di berikan Gabvin sang suami tercintanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2